Hujan bikin garam tak lagi asin

Seorang petani lancang garam Blang Paseh, Pidie, Aceh, menunjukkan garam produksinya
Seorang petani lancang garam Blang Paseh, Pidie, Aceh, menunjukkan garam produksinya
© Subur Dani/Beritagar

Pembuatan garam tradisional membutuhkan pasir untuk menjaga kadar asin. Namun musim hujan yang terjadi saat ini menyebabkan kadar asin garam berkurang dan cepat habis. Demikian yang terjadi pada garam produksi Desa Blang Paseh, Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh.

Produksi para petani yang biasanya 70-80 kg per hari menurun seiring turunnya hujan yang membuat pasir terendam dan susut. "Kami libur kerja karena pasir sudah habis. Sebelumnya kami hanya mengerjakan pasir yang tersisa. Itu pun garam tidak terlalu asin," ujar Bachtiar, seorang petani di lancang garam Blang Paseh, Rabu (6/2/2013).

Subur Dani

Proses memasukkan pasir ke dalam bak pembuatan garam di lancang garam Blang Paseh, Pidie, Aceh
Proses memasukkan pasir ke dalam bak pembuatan garam di lancang garam Blang Paseh, Pidie, Aceh
© Subur Dani/Beritagar
MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.