Kloset jongkok memperlancar BAB

| Antyo / Beritagar.id

Maaf, topik akhir pekan ini tak menyenangkan. Namun demikianlah yang terjadi. Kloset jongkok lebih memperlancar buang air besar (BAB) ketimbang kloset duduk. Selama pekan ini pun di Twitter muncul percakapan ihwal posisi BAB.

Perihal BAB jongkok, percobaan Dokter Dov Sikirov 15 tahun silam membuktikannya. Relawan yang jongkok lebih lekas mengeluarkan isi perut (Digestive Diseases and Sciences, Volume 48, Issue 7, 2003).

Salah seorang relawan, pria 36 tahun, sebagai kelinci percobaan, ketika menggunakan kloset jongkok butuh waktu 3,23 menit. Ketika menggunakan kloset duduk setinggi 31-32 cm, ia butuh waktu 5,73 menit.

Kloset jongkok populer di Asia. Di Jepang nan modern pun begitu. Maka untuk menyambut Olimpiade 2020 di Tokyo, pemerintah kota akan mengganti 40 persen dari kloset 4.000 peturasan umum, dari model jongkok ke duduk (Mail Online, 9/1/2018).

Persoalan kloset adalah perawatan. Model duduk pun jika tak dijaga bersama--oleh pengguna maupun tenaga pembersih--akan semakin jorok dan tidak higienis bahkan super-menjijikkan.

Bagi orang yang terbiasa dengan peturasan resik kering berkloset duduk, cobalah belajar gaya jongkok dari Wikihow.

Tentu, duduk di atas kloset jongkok, apalagi pakai sepatu, adalah tindakan merugikan orang lain. Ingat, tak setiap orang siap dengan tisu basah pembersih dan alas khusus sekali pakai untuk kloset.

Meskipun begitu ada juga jalan tengah. Penggemar kloset jongkok memanfaatkan Squatty Potty untuk BAB di kloset duduk. Alat untuk mengompromikan kebiasaan itu pernah meraih Webby Awards. Slogannya: poop like royalty. Ber-BAB-lah laksana priayi bin menak.

Artikel dan infografik ini adalah versi pengulangan, dengan pengayaan, dari arsip 2013.