Pemilih muda jadi rebutan Parpol

Pengunjung memperhatikan sosialisasi jelang pemilu 2014 di Pusat Belanja eX Plaza Indonesia, Jakarta (19/10/2013)
Pengunjung memperhatikan sosialisasi jelang pemilu 2014 di Pusat Belanja eX Plaza Indonesia, Jakarta (19/10/2013) | Rosa Panggabean/Ant

Pemilu 2014 tinggal 5 bulan lagi. Hampir semua parpol berjanji akan menggaet para pemilih pemula dan pemilih muda. Caranya bermacam-macam; ada partai yang membuat cyber army untuk mendekati pemilih muda, ada pula yang membuat gerakan sosial (social movement) yang relevan dengan gaya anak muda.

Jumlah pemilih pemula (pertama kali memilih) pada Pemilu 2014 nanti menurut KPU sekitar 20 juta orang. Sedang pemilih muda, yaitu yang berusia di bawah 30 tahun sekitar 70 juta orang. Jumlah tersebut sangat berarti dibanding jumlah pemilih yang ditetapkan KPU beberapa waktu lalu, yaitu 186.612.255 orang.

Sebagai perbandingan, pada Pemilu 2009, Partai Demokrat memenangi pemilu hanya dengan 21.655.295 suara. Artinya, partai manapun yang bisa merangkul pemilih muda, peluang menang akan tinggi. Masalahnya, sebagian besar pemilih muda cenderung apolitis. Benarkah pemilih muda enggan berpartisipasi dalam pemilu? Lalu apa yang dilakukan partai untuk mendekati pemilih muda?

Obrolan Langsat (Obsat) akan membahasnya dalam diskusi “Partisipasi Generasi Muda dalam Politik Indonesia”. Berikut adalah agendanya:

  • Selasa (19/11/2013), di Rumah Langsat, Jl. Langsat I No. 3A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, jam 19.00 – 21.30 WIB.
  • Narasumber: Puan Maharani (@puan_maharani), politisi muda PDIP
  • Moderator: Wicaksono (@ndorokakung), jurnalis dan penggiat media sosial.

Bagi yang membutuhkan peta lokasi Rumah Langsat, silakan klik peta dari Google pada tautan ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR