Taylor Swift: Seharusnya musik tidak gratis

Taylor Swift diminta menulis essai tentang industri musik saat ini
Taylor Swift diminta menulis essai tentang industri musik saat ini | businessinsider.com

Penyanyi Taylor Swift (24) menulis sebuah esai tentang industri musik di harian Wall Street Journal. Dalam tulisannya, Swift menilai seharusnya musik tidak bersifat gratis. “Musik adalah seni yang sangat penting dan langka. Hal yang sangat penting dan langka sudah pasti berharga. Dan untuk mendapatkan hal yang berharga harus mengeluarkan uang. So, menurut saya musik tak seharusnya gratis.”

Dengan kata lain, Swift ingin mengatakan bahwa siapa pun yang ingin mendengarkan musik atau menonton konser musik harus bayar. Ia sekaligus menyentil beberapa band dan musisi yang menggratiskan lagu bahkan albumnya, baik untuk promosi maupun hasil kesepakatan eksklusif.

“Menurut saya, nilai dasar sebuah album adalah ketika ia dibuat dengan kerja keras menggunakan hati dan perasaan. Sementara nilai finansialnya ketika artis dan label menjual musik mereka ke pasar,” tulis Swift dilansir Online WSJ, Selasa (7/7/2014).

Penyanyi yang terlahir dari keluarga kaya – orang tua Swift bekerja di bidang keuangan – itu menambahkan bahwa dengan membeli album maka seorang penggemar akan lebih mengapresiasi seniman. Hubungan antara penggemar dan idola juga akan terasa lebih dalam dibandingkan mendapatkannya secara gratis atau ilegal.

Menggratiskan atau menjual album dan lagu adalah soal selera para musisinya. Di Indonesia, band Efek Rumah Kaca (ERK) bahkan menggratiskan semua albumnya untuk diunduh. Bagi ERK, tak ada kesepakatan eksklusif dari pihak manapun terkait penggratisan album tersebut, kecuali balas jasa mereka kepada internet dan society-nya karena telah memberi ilmu pengetahuan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR