PIALA SUDIRMAN 2019

20 Pebulu tangkis terbaik Indonesia siap rebut Piala Sudirman

Apriyani Rahayu (depan) dan Greysia Polli jadi satu-satunya ganda putri reguler dalam daftar tim Indonesia untuk Piala Sudirman 2019.
Apriyani Rahayu (depan) dan Greysia Polli jadi satu-satunya ganda putri reguler dalam daftar tim Indonesia untuk Piala Sudirman 2019. | Ahmad Yusni /EPA-EFE

Tahun ini, genap 30 tahun Piala Sudirman diselenggarakan. Kini, 20 pebulu tangkis terbaik Indonesia dipilih untuk mengakhiri tiga dekade penantian gelar juara turnamen beregu campuran antarnegara tersebut. Atlet putra mendominasi tim tersebut.

Piala Sudirman 2019 akan berlangsung di Nanning, Tiongkok, pada 19-26 Mei. Turnamen dua tahunan (biennial) tersebut telah berlangsung sejak 1989.

Sejak juara pada turnamen pembuka di Jakarta itu, tim Indonesia belum pernah lagi mengangkat piala dari emas 22 karat setinggi 80 cm itu. Prestasi terbaik selanjutnya adalah runner up pada 1991, 1993, 1995, 2001, 2005, dan 2007.

Padahal kejuaraan ini mengabadikan nama Dick Sudirman, tokoh bulu tangkis dan pendiri Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI).

Untuk membawa pulang piala itulah, Pengurus Pusat PBSI membawa semua atlet berperingkat terbaik di dunia ke Nanning, terdiri dari 12 pemain putra dan delapan atlet putri. PBSI tak ingin mengulang hasil buruk dua tahun lalu di Australia, ketika Indonesia gagal lolos dari babak grup.

Jumlah pemain putra lebih banyak karena, jelas Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susi Susanti, sektor itulah yang jadi unggulan Indonesia saat ini. Ada lima laga dalam satu pertandingan Piala Sudirman, yaitu tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran.

Awalnya, jelas Susi kepada Kumparan, ada masing-masing 10 pemain putra dan putri yang akan dibawa. Tetapi dalam rapat menjelang pendaftaran nama pemain, jumlah pemain putri dikurangi untuk mengakomodasi tempat bagi spesialis ganda campuran Tontowi Ahmad.

"Awalnya, Owi (Tontowi Ahmad, -red) tidak ada, tapi kami rasa butuh pengalaman dia," kata Susi.

Karena Owi masuk, pasangannya di ganda campuran, Winny Oktavina Kandow, juga mesti masuk. Oleh karena itu PBSI memutuskan mengurangi pemain ganda putri.

Oleh karena itulah hanya ada satu ganda putri, peringkat ke-5 dunia Apriyani Rahayu/Greysia Polii, yang masuk dalam tim. PBSI juga membawa spesialis ganda putri, Ni Ketut Mahadewi Istarani, tetapi tidak pasangan regulernya, Rizki Amelia Pradipta.

Memang ada Ni Ketut Mahadewi Istarani, tetapi tak ada nama pasangan regulernya, Rizki Amelia Pradipta. Menurut Susi, Istarani dipilih karena ia adalah pemain yang bisa dipasangkan dengan Apriyani atau Greysia.

"Pertimbangan susunan tim ini melihat dari kebutuhan tim seperti apa. Kami perkuat di sektor putra yang memang memiliki peluang untuk mengambil poin lebih besar,” kata Susi.

Indonesia ditempatkan pada unggulan 3/4 dalam Piala Sudirman 2019. Hasil undian pada Maret lalu membawa pasukan Cipayung--markas pemusatan latihan timnas--menempati Grup 1B bersama dua tim kuat Eropa, Inggris dan Denmark.

Usai pengundian, Susi menyatakan bahwa target mereka di Nanning adalah tampil lebih baik dari dua tahun lalu di Queensland. Artinya, bisa lolos dari babak grup. Tetapi kini Susi terdengar lebih optimistis. Ia menegaskan bahwa Indonesia berpeluang untuk menjadi juara.

"Kami sekarang unggulan 3/4, peluang untuk juara tetap ada. Kami maunya sih kali ini bisa membawa pulang Piala Sudirman ke Tanah Air,” tegas Susi.

Berikut daftar lengkap tim Indonesia di Piala Sudirman 2019:

Putra
1. Jonatan Christie
2. Anthony Sinisuka Ginting
3. Shesar Hiren Rhustavito
4. Kevin Sanjaya Sukamuljo
5. Marcus Fernaldi Gideon
6. Hendra Setiawan
7. Mohammad Ahsan
8. Fajar Alfian
9. Muhammad Rian Ardianto
10. Tontowi Ahmad
11. Praveen Jordan
12. Hafiz Faizal

Putri
1. Gregoria Mariska Tunjung
2. Fitriani
3. Greysia Polii
4. Apriyani Rahayu
5. Ni Ketut Mahadewi Istarani
6. Gloria Emanuelle Widjaja
7. Melati Daeva Oktavianti
8. Winny Oktavina Kandow

Sparring: Tania Oktaviani Kusumah

Pelatih:
1. Hendry Saputra Ho (tunggal putra)
2. Rionny Frederik Mainaky (tunggal putri)
3. Minarti Timur (tunggal putri)
4. Herry Iman Pierngadi (ganda putra)
5. Eng Hian (ganda putri)
6. Richard Leonard Mainaky (ganda campuran)
7. Ary Subarkah (pelatih fisik)
8. Ricky Susiono (pelatih fisik)

CDM (Chef de Mission): Achmad Budiharto
Manajer Tim: Susi Susanti

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR