BULU TANGKIS

3 Ganda Indonesia ke final Kejuaraan Dunia Junior

Ganda campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil bergembira usai menang atas Jiang Zhen Bang/Li Yi Jing pada semifinal Kejuaraan Dunia Junior BWF 2019 di Kazan, Rusia, Sabtu (12/10/2019).
Ganda campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil bergembira usai menang atas Jiang Zhen Bang/Li Yi Jing pada semifinal Kejuaraan Dunia Junior BWF 2019 di Kazan, Rusia, Sabtu (12/10/2019). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Setelah merebut Piala Suhandinata pada nomor beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior BWF 2019, rasanya kurang jika tak sekalian membawa pulang salah satu trofi individu. Untuk mendapatkan itu, tiga peluang masih terbuka, yakni pada nomor ganda putra, putri, dan campuran. Mereka akan tampil di final, Minggu (13/10/2019).

Jumlah pemain muda Indonesia yang berhasil melangkah hingga final Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan, Rusia, lebih banyak dan beragam dibandingkan 2018. Saat itu hanya dua wakil yang maju hingga final dan mereka saling berhadapan pada nomor ganda campuran di Ontario, Kanada.

Tiket final pertama didapat ganda campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Pada semifinal di Kazan Gymnastic Center, Sabtu (12/10/2019), mereka menyingkirkan pasangan Tiongkok, Jiang Zhen Bang/Li Yi Jing, dengan skor 23-21, 12-21, 21-19 dalam waktu 70 menit.

Leo/Indah, pasangan juara bertahan, sempat kesulitan menghadapi serangan Jiang/Li, terutama pada gim kedua. Namun, meski kaki Leo dan Indah sempat sakit, mereka berhasil bangkit untuk menyudahi perlawanan Jiang/Li pada gim ketiga.

"Tadi coba untuk fokus terus mainnya, karena mainnya lagi nggak enak banget, coba cari feeling-nya lagi. Kami juga coba memperlambat tempo permainan. Kunci utama kemenangan kami hari ini adalah sabar, jangan buru-buru mematikan lawan," ujar Indah kepada Badmintonindonesia.org.

"Kami terbawa irama main lawan, mereka tegang, kami juga jadi ikut tegang, jadi buru-buru," tambah Leo.

Untuk mempertahankan medali emas yang direbut di Ontario, Kanada, tahun lalu, Leo/Indah harus melewati hadangan terakhir, yaitu unggulan kedua, juga dari Tiongkok, Feng Yan Zhe/Lin Fang Ling.

Sepanjang tahun ini dua ganda campuran itu sudah empat kali bertarung. Leo/Indah unggul 3-1.

"Kami sudah sering ketemu, besok harus lebih yakin, jangan ragu-ragu. Pemain Tiongkok kurang lebih sama tipe mainnya. Servisnya tipis dan pembukaannya bagus-bagus," kata Leo soal laga final.

Lalu ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi secara mengejutkan berhasil menundukkan unggulan kedua turnamen tersebut dan andalan tuan rumah, Li Yi Jing/Luo Xu Min 21-17, 23-21.

Febriana/Amalia sempat tertinggal jauh 9-14 pada gim kedua. Tetapi mereka berhasil menyusul dan menyelesaikan pertandingan straight game dalam 52 menit.

"Kami seneng banget bisa ke final, terharu. Tapi masih ada tugas, harus lebih semangat lagi di final," ujar Amalia.

Tugas tersebut adalah mengalahkan unggulan keempat, Lin Fang Ling/Zhou Xin Ru, juga dari Tiongkok, pada final, Minggu (13/10), untuk merebut medali emas.

Dua ganda putri tersebut belum pernah berhadapan, tetapi Amalia memperkirakan pola permainan Lin/Zhou tak jauh berbeda dengan Li/Luo.

Pada laga terakhir malam itu, Leo memastikan akan tampil dalam dua laga final pada Minggu (13/10). Leo berpasangan dengan Daniel Marthin pada nomor ganda putra dan mereka berhasil menyingkirkan unggulan kedua dari Tiongkok, Dai En Yi/Feng Yan Zhe, dua gim langsung, 21-15, 21-10.

Leo/Daniel akan memperebutkan gelar juara dengan unggulan pertama, Di Zi Jian/Wang Chang. Di semifinal, andalan Tiongkok itu menundukkan ganda Jepang, Takuma Kawamoto/Tsubasa Kawamura, 21-11, 21-18.

Laga Leo/Daniel vs Di/Wang diperkirakan bakal berjalan seru. Mereka telah empat kali bertemu sejak 2018 dan saling mengalahkan. Rekornya 2-2.

Terakhir mereka bertemu di final Kejuaraan Asia Junior 2019 pada Juli lalu di Suzhou, Tiongkok. Leo/Daniel menang 21-9, 15-21, 21-19. Jadi, walau bermain di kandang lawan, peluang ganda putra Indonesia itu untuk jadi juara terbilang besar.

Sementara itu, Yonathan Ramlie gagal melanjutkan perjalanan hebatnya di Kazan. Pada semifinal, unggulan ke-13 tunggal putra itu dihentikan favorit juara, Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, 21-11. 21-10.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR