DENMARK OPEN 2017

3 Wakil lolos, Della/Rizki kesal putusan wasit

Kevin/Marcus berhasil menginjak babak semifinal Denmark Open setelah mengalahkan Huang/Wang pada Jumat (20/10). Langkah mereka juga diikuti oleh Ricky/Angga dan Owi/Butet.
Kevin/Marcus berhasil menginjak babak semifinal Denmark Open setelah mengalahkan Huang/Wang pada Jumat (20/10). Langkah mereka juga diikuti oleh Ricky/Angga dan Owi/Butet. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Laju para pebulu tangkis Indonesia di ajang Danisa Denmark Open 2017 masih belum teradang. Sebanyak tiga dari empat wakil yang menjalani babak perempat final kemarin, berhasil mencapai semifinal, yang dipertandingkan hari ini, Sabtu (21/10).

Ketiga wakil tersebut adalah Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama di ganda putra, dan Tontowi "Owi" Ahmad/Liliyana "Butet" Natsir untuk ganda campuran.

Sedangkan satu wakil lainnya yang tersisih di kejuaraan dengan total hadiah 750.000 USD tersebut ialah Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris, pasangan yang membuat kejutan di babak kedua.

Kevin/Marcus terlihat nyaman menjalani babak perempat final kemarin. Mereka seperti tanpa kesulitan berarti mengalahkan jagoan Tiongkok, Huang Kaixiang/Wang Yilyu, lewat straight game, 21-16, 21-13.

Hanya di awal hingga pertengahan gim pertama saja, kedua wakil tersebut terlibat perebutan angka ketat; tepatnya sejak 3-3 hingga 15-15. Namun, perlahan Kevin/Marcus mampu meninggalkan Huang/Wang.

Di gim kedua, sejak awal hingga akhir, Kevin/Marcus sangat dominan. Tak pernah sekalipun perolehan skor mereka terkejar maupun disamai. "Di game pertama itu feel-nya belum dapat, karena kami belum pernah bertemu," ucap Marcus, merujuk Badmintonindonesia.org.

Ada faktor lain, dalam hemat Marcus, yang membuat pertandingan tersebut dapat dimenangkan dengan cukup mudah. Yakni kondisi lawan. Secara permainan, menurut Marcus, Huang/Wang laiknya para pebulu tangkis Tiongkok.

"Ciri khas mereka (pemain Tiongkok) pukulannya keras. Tetapi mereka bermain di bawah tekanan, apalagi di gim kedua," ucapnya.

Pada babak semifinal, mereka akan menghadapi "saudara" sendiri, Ricky/Angga. Pasangan terakhir ini mampu melangkan ke empat besar setelah menundukkan Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor 21-18, 21-9.

Artinya, Indonesia sudah pasti mengirimkan satu wakilnya di babak final, Minggu (22/10).

Kevin mengatakan, ia tak dapat memprediksi bagaimana jalannya pertandingan. Namun, satu hal yang pasti, dia dan Marcus sudah tau cara bermain Ricky/Angga, pun sebaliknya. "Kita lihat saja besok di lapangan," katanya.

Keberhasilan Ricky/Angga mencapai babak semifinal ini terhitung bagus. Terakhir kali mereka berdua menginjak kaki di babak semifinal adalah pada India Open, akhir Maret. Saat itu, mereka mampu melangkah ke final, sebelum dihentikan Marcus/Kevin.

"Kami mengubah pola permainan dan tidak mau masuk ke pola mereka yang cepat dan kencang. Jadi, temponya diperlambat," ucap Angga. "Mereka juga banyak melakukan kesalahan sendiri."

Ricky menambahkan, "Kami bermain lebih tenang karena sudah banyak pengalaman. Di gim kedua kami lebih tenang karena sudah menang di gimpertama."

Sedangkan Owi/Butet mampu ke final setelah mengalahkan unggulan kelima kejuaraan asal Tiongkok, Zhang Nan/Li Yinhui. Dalam tempo sekira 36 menit, Owi/Butet menang dengan angka 21-10, 21-16.

Hasil di Denmark Open ini jauh lebih baik dibanding pertemuan pertama mereka, yakni China Open Superseries 2016. Saat itu, butuh rubber game bagi Owi/Butet untuk mengalahkan Zhang/Li, 21-13, 22-24, 21-16.

"Kemenangan di pertemuan sebelumnya memang menjadi modal buat kami untuk tampil lebih percaya diri," ucap Butet.

Menurut Butet, hal lain yang membuat pertandingan kali ini cukup mudah baginya adalah soal pengalaman. Zhang bukan pemain kemarin sore. Sudah sering Owi/Butet bertemu Zhang. Bedanya, sebelum ini, Zhang selalu berpasangan dengan Zhao Yunlei, yang menurut Butet lebih bagus.

"Saya dan Owi lebih lama berpasangan, lebih matang, Zhang/Li belum menemukan chemistry mereka," jelas Liliyana soal pertandingan.

Protes Rizki/Della

Perjalanan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris di Denmark Open memang telah berakhir. Mereka kalah 21-17, 15-21, 12-21, dari wakil Jepang, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (Jepang).

Melihat dari skor di atas, sebenarnya perjuangan Rizki/Della sudah baik. Shiho/Koharo adalah peringkat 8 dunia.

Della tengah protes atas beberapa keputusan wasit yang merugikannya.
Della tengah protes atas beberapa keputusan wasit yang merugikannya. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Namun, menurut Della, seharusnya mereka mampu mendapat hasil lebih dalam pertandingan tersebut. Sebab, banyak putusan wasit yang merugikan mereka, seperti pengembalian lawan yang dianggap keluar tapi dinyatakan masuk, atau sebaliknya.

"Kalau sekali oke lah, tetapi ini berkali-kali. Lumayan tiga-empat poin hilang karena keputusan wasit," ucap Della.

"Memang agak kesal sama keputusan wasit. Selain soal bola masuk atau keluar, kami juga sering tidak diizinkan break. Della bahkan tidak diizinkan ganti raketnya," tambah Rizki.

Meski demikian, Rizki tetap mencoba berpikir positif. "Yang penting kami sudah berusaha. Kalau memang hasilnya begini ya harus kami terima, kami harus latihan lebih keras lagi," ucap Rizki.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR