ALL ENGLAND 2018

4 Peluang, 1 target, dan undian yang merugikan

Kevin/Marcus saat menjalani pertandingan kejuaraan Dubai Superseries Final, Minggu, (17/12/2017). Di All England 2018, Kevin/Marcus masih diandalkan menjadi juara di sektor ganda putra, meski meraih undian yang tak menguntungkan.
Kevin/Marcus saat menjalani pertandingan kejuaraan Dubai Superseries Final, Minggu, (17/12/2017). Di All England 2018, Kevin/Marcus masih diandalkan menjadi juara di sektor ganda putra, meski meraih undian yang tak menguntungkan. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Ganda putra Indonesia mendapat undian tak menguntungkan di Kejuaraan All England 2018, yang dimulai 14-18 Maret mendatang di Birmingham, Inggris. Sebagian besar dari empat wakilnya, bakal saling bertarung di babak awal kejuaraan tertua itu.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon harus berjibaku dengan rekannya, Angga Pratama/Rian Agung Saputro di babak pertama. Lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memang bertemu Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia).

Tetapi, bila Fajar/Rian berhasil mengalahkan Ong/Teo, mereka harus menghadapi pemenang antara Kevin/Marcus atau Angga/Rian. Itulah gambaran di pool atas All England untuk nomor ganda putra.

Di pool bawah, Indonesia menempatkan satu wakilnya atas nama Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Ganda senior itu akan berhadapan dengan Jacco Arends/Ruben Jille (Balanda).

Hitung-hitungan di atas kertas, nampaknya Hendra/Ahsan tak bakal menemukan kesulitan berarti. Sejauh ini, prestasi Arends/Jille adalah juara di turnamen sekelas grandprix dan international challenge. Itu pun cukup jarang.

Andai lolos, Hendra/Ahsan harus menghadapi lawan berat di babak kedua--yang kemungkinan besar ditempati Liu Cheng/Zhang Nan (Tiongkok), juara Dunia 2017.

"Undiannya kurang menguntungkan buat kami. Boleh dibilang draw-nya kurang bagus, di mana pemain-pemain Indonesia harus saling bertemu di babak-babak awal," ucap Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, dinukil dari Badmintonindonesia.org.

Hal senada diutarakan Kevin. Menurut pemain asal PB Djarum tersebut, undian ini cukup merugikan tim Indonesia. Tetapi, ia menambahkan, karena sifatnya undian, maka tiap pemain tak bisa mengeluh. Oleh karena itu, dia akan memberikan yang terbaik.

Masalahnya, tak sesederhana itu. Kondisi sang tandem, Marcus belum dalam posisi terbaik. Cedera bahu yang ia dapat di Denmark (Open 2017), masih sedikit bermasalah. "Masih suka bunyi," ucap Marcus.

Ia mengakui bahwa masalahnya ini sedikit mengganggu persiapan menuju All England. "Optimis atau ga, ya diaminin aja. Mudah-mudahan bisa pulih secepatnya," kata Marcus.

Walau Marcus belum pulih benar, menurut Herry, di atas kertas peluang terbesar Indonesia di sektor ganda putra tetap mengarah pada Kevin/Marcus. Meski demikian, dia mengungkapkan, apapun bisa terjadi. Misalnya, Hendra/Ahsan.

Meski sudah setahun bercerai, tetapi keduanya masih mampu menunjukkan taji di India Open, akhir Januari 2018. Mereka berhasil melangkah hingga semifinal, sebelum dikalahkan Kevin/Marcus.

Kini, PBSI tengah memberikan persiapan khusus kepada Hendra/Ahsan. Karena sudah cukup berusia untuk ukuran pebulu tangkis, maka latihan khusus ini lebih difokuskan ke sisi pertahanan. Misalnya, melatih penempatan bola agar lebih efektif dan efisien.

Target minim

Pada kejuaraan ini, pertarungan saudara di babak awal bukan hanya terjadi di ganda putra. Demikian juga di tunggal putra. Anthony Sinisuka Ginting harus beradu dengan seniornya, Tommy Sugiarto.

Sedangkan Jonatan Christie, mendapat undian sulit. Di babak pertama, dia akan berhadapan dengan Wong Wing Ki Vincent (Hong Kong). Bila lolos, dia bakal berhadapan dengan pemenang antara Son Wan Ho atau Sai Praneeth B.

Akhir-akhir ini, prestasi tunggal putra Indonesia makin membaik. Ginting berhasil menjuarai Indonesia Masters. Sedangkan Jonatan, tak pernah kalah sekalipun saat mewakili Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia.

Selain para pemain yang telah disebut di atas, ada tujuh wakil lain yang ambil bagian di turnamen yang saat ini masuk dalam grade 2 level 2. Total, ada 14 wakil Indonesia yang berjuang mengibarkan Merah-Putih di tanah Inggris.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI, Susi Susanti, dalam turnamen ini, Indonesia sebenarnya berpotensi meraih gelar di empat nomor--selain tunggal putri.

Greysia/Apriyani kala menjuarai India Open, Minggu (4/2/2018). PBSI kini optimis untuk mengandalkan ganda putri dengan capaian mereka di beberapa turnamen terakhir.
Greysia/Apriyani kala menjuarai India Open, Minggu (4/2/2018). PBSI kini optimis untuk mengandalkan ganda putri dengan capaian mereka di beberapa turnamen terakhir. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Hal ini masuk akal. Sebab, prestasi sektor ganda putri dan tunggal putra semakin baik. Lewat Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sektor ganda putri sudah mulai rutin masuk babak final, seperti French Open dan India Open (juara) maupun Indonesia Masters dan Hong Kong Open (runner-up).

"Tapi untuk target, tidak muluk-muluk, satu gelar saja," kata Susi, seperti dikutip dari Detik.com. "Untuk tunggal putri bukannya saya bagaimana. Tapi memang kelasnya masih di bawah sektor lain. Saya cuma minta untuk buat kejutan, perbanyak masuk 20 besar."

BACA JUGA