5 catatan dari pekan kedua Liga 1

Pemain depan Bali United, Irfan Bachdim (kanan), bersaing dengan pemain Persipura Yustinus Pae dalam pertandingan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (23/4/2017).
Pemain depan Bali United, Irfan Bachdim (kanan), bersaing dengan pemain Persipura Yustinus Pae dalam pertandingan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (23/4/2017). | Nyoman Budhiana /Antara Foto

Pekan kedua Go-Jek Traveloka Liga 1 tinggal menyisakan laga Perseru Serui vs. Persiba Balikpapan yang akan dimainkan pada Selasa ini (25/4/2017). Sementara delapan laga dimainkan sejak Jumat (21/4) hingga Senin kemarin (24/4).

Dari delapan laga itu, tak satu pun berakhir tanpa gol. Lantas ada dua tim yang berhasil mencuri poin penuh di kandang lawan; Semen Padang dan Persipura Jayapura.

Namun bukan hanya itu catatan menariknya. Kami menyarikan sejumlah catatan menarik lain seperti berikut ini.

Bali United belum punya angka

Bali United menjadi satu-satunya tim yang belum berhasil meraih angka dalam dua pekan Liga 1. Setelah ditundukkan Madura United 2-0 pada pekan perdana, pasukan Serdadu Tridadu menyerah 1-2 pada Persipura di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (23/4).

Ironisnya, kekalahan Bali ditentukan oleh gol bunuh diri pemain belakang Abdul Rahman yang berniat memotong bola silang Persipura. Pelatih Hans-Peter Schaller pun menyatakan ini kekalahan menyakitkan.

Dilansir laman resmi Bali United, pelatih asal Austria itu menyatakan bakal kerja keras untuk memperbaiki performa tim yang sudah dua kali kalah dan kini berada di dasar klasemen.

Dua kali kalah membuat Schaller akan melakukan evaluasi serius. Bola.com mengabarkan evaluasi permainan tim akan menggunakan alat Global Positioning Sytem (GPS).

Namun masalah yang paling krusial adalah kemampuan mencetak gol. Dua pertandingan hanya melahirkan satu gol adalah persoalan serius. "Kami bisa mengkreasikan peluang, tetapi sering kali gagal meneruskannya menjadi gol," kata Schaller.

Mulai makan korban

Baru menjalani dua pekan, Liga 1 mulai memakan korban luka akibat kekerasan suporter. Gelandang Semen Padang, Riko Simanjuntak, menderita luka di kepala akibat lemparan batu suporter ke kaca bus tim setelah mengalahkan tuan rumah Persegres Gresik United 2-1 pada Jumat.

Goal Indonesia mengabarkan Persegres dan kelompok suporternya, Ultras, menyampaikan permohonan maaf kepada Riko dan Semen Padang. Bahkan Ketua Umum Ultras, Muharom, mengutuk keras peristiwa ini dan meminta diusut tuntas.

Kebetulan tak pernah ada catatan suporter Ultras berulah hingga meresahkan. Itu sebabnya salah seorang pentolan Ultras, Joko Subagio, menilai pelakunya bukan dari kalangan Ultras dan hanya ingin membuat rusak citra kelompoknya.

Yang menarik, Riko merelakan insiden yang menimpanya dan menilai itu hanya ulah orang yang tak bertanggung jawab. Bahkan pemain 25 tahun yang membela Persegres pada musim lalu tersebut meminta suporter Semen Padang tidak bereaksi atau berniat membalas.

"...tiba-tiba ada lemparan dari kanan dan mengenai kaca bus. Pecahan kaca mengenai kepala saya dan mengakibatkan lima jahitan dengan luka 3 sentimeter," ujar Riko dikutip Kompas.com.

Nilai sama tujuh tim teratas

Memasuki pekan kedua, persaingan Liga 1 terlihat cukup ketat. Betapa tidak ada tujuh tim teratas dengan nilai sama, empat. Semen Padang dan PSM Makassar berada di puncak klasemen karena punya selisih gol sama (4-2).

Di bawah mereka ada Persija Jakarta, Arema FC, Persipura Jayapura, Barito Putera, dan Sriwijaya FC. Tujuh tim teratas ini sama-sama mengalami satu kemenangan dan satu kali imbang.

Namun situasi ini boleh jadi bakal berubah drastis karena sejumlah tim teratas di klasemen bakal bentrok pada pekan ketiga. Semen Padang, misalnya, bakal menjamu Persipura Jayapura pada Jumat (28/4).

Sementara PSM akan meladeni tantangan Persija Jakarta di Makassar. Sriwijaya FC juga bakal menjalani partai berat untuk menjaga catatan tak terkalahkan saat mengunjungi markas Persib Bandung pada Sabtu (29/4).

PSM protes kinerja wasit

Selain mulai memakan korban luka, suara miring terhadap kinerja wasit juga mulai terdengar pada pekan kedua. PSM menilai wasit Iwan Sukoco menjadi biang hasil imbang 1-1 di kandang Mitra Kukar, Senin kemarin.

PSM unggul sejak menit 22 ketika operan apik Wiljan Pluim kepada Ridwan Tawainella disambut tendangan terukur ke gawang Geri Mandagi. Namun Mitra Kukar berhasil selamat dari kekalahan lewat tembakan penalti Marcelei Santos pada menit 88.

Mitra Kukar Vs PSM Makasar 1-1, Liga 1 Indonesia 2017 ~ 24 April 2017 /SP0RT90

Menurut PSM, penalti dari Iwan Sukoco pada masa akhir laga tak perlu terjadi. "Silakan lihat sendiri, apakah itu (penalti) pantas. Seharusnya kami yang pantas mendapat tiga poin hari ini," kata pelatih PSM Robert Rene Alberts dikutip Super Skor.

Melalui tayangan lambat televisi, penyerang Mitra Kukar Septian David Maulana yang sedang membawa bola memasuki kotak penalti terjatuh setelah ada kontak dengan Steven Paulle.

Bila melihatnya dari arah belakang pemain, Paulle terlihat hanya melakukan kontak tubuh semata. Namun bila dilihat dari arah belakang gawang, pemain asal Prancis itu seperti mendorong seluruh tubuhnya ke badan Septian, bukan sekadar adu bodi dengan bahu.

Secara keseluruhan seharusnya PSM bisa memenangi laga ini. Namun kerapian serangan mereka yang bertubi-tubi ke pertahanan Mitra Kukar tidak dibarengi penyelesaian akhir yang bagus.

Sedikitnya tiga peluang bersih di depan gawang Mitra Kukar, dua di antaranya melalui Reinaldo Elias Da Costa, gagal menjadi gol. Menurut Alberts, timnya terganggu oleh lapangan yang buruk dan mental yang kurang tenang mengeksekusi peluang akhir.

Gol perdana Essien

Marque player Persib Bandung, Michael Essien, mencetak gol resmi pertamanya di Indonesia. Namun gol pemain asal Ghana itu tak mampu menyumbang poin penuh bagi Persib lantaran PS TNI menahan 2-2.

Essien mencetak gol pertama Persib dalam laga di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, setelah dimainkan pelatih Djadjang Nurjaman sejak awal babak kedua. Kapten Atep kemudian menggandakan keunggulan Persib dua menit berselang.

Namun seperti halnya PSM, Persib lengah pada masa akhir laga. PS TNI yang tak pernah mengendurkan serangan berhasil mencetak gol hanya dalam kurun tiga menit.

Erwin Ramdani mencetak gol pada menit 87 dan Gustur Cahyo Putro memaksa Persib main imbang dengan golnya pada menit 90.

Dalam laman resmi Persib, Atep mengakui timnya kecolongan. "Bagaimana pun juga ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan, kita introspeksi diri saja dan kita evaluasi apa yang harus kita lakukan," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR