AC Milan, pencuri abad ini

Bonucci saat hendak melakukan tes kesehatan di Casa Milan pada Jum'at (14/7) waktu setempat.
Bonucci saat hendak melakukan tes kesehatan di Casa Milan pada Jum'at (14/7) waktu setempat.
© Luca Bruno /AP Photo

Sebuah langkah nan agresif dilakukan AC Milan di bursa transfer musim panas ini. Tidak tanggung-tanggung, meski baru resmi dibuka pada 1 Juli, hingga kini mereka telah mendatangkan tujuh pemain anyar dengan kemampuan tak semenjana.

Angka tersebut sangat mungkin berubah dalam waktu dekat. Sebab, tak lama lagi Il Diavolo Rosso kembali mendaratkan satu pemain baru dengan kemampuan yahud. Dia adalah Leonardo Bonucci, bek andalan rival mereka di Serie A, Juventus.

Pindahnya Bonucci ke AC Milan ini terhitung cepat. Sebelumnya, isu mengenai proses transfer tersebut tak pernah terdengar. Bahkan, baru pada akhir bulan lalu, pelatih Juve, Massimiliano Allegri mengatakan bahwa Bonucci "pemimpin masa depan Juve di kamar ganti".

Kalau pun ada soal isu transfer, hal itu baru mencuat ke permukaan dalam beberapa hari terakhir saja. Tapi, itu semua terjawab Jumat siang waktu Italia. Menggunakan mobil sedan berwarna hitam, Bonucci datang ke Casa Milan, pusat latihan AC Milan. Tujuannya, untuk melakukan tes medis.

Untuk mendatangkan pemain kelahiran 1 Mei 1987 itu, Milan dikabarkan merogoh kocek cukup dalam. Maharnya sebesar 40 juta euro. Selain itu, menurut laporan dari sejumlah pihak, Bonucci bakal digaji 7,5 juta euro per musimnya untuk 5 tahun ke depan.

Apakah nilai sebesar itu layak untuk seorang pemain berusia 30 tahun? Ya, memang bisa menjadi perdebatan. Tetapi, mari kita lihat capaian yang telah ditorehkan Bonucci bersama Juventus.

Bergabung bersama La Vecchia Signora sejak 2010 dari Bari, Bonucci menjelma menjadi benteng andalan Juventus bersama Giorgio Chiellini. Buktinya, sepanjang musim lalu, dia menjadi bek yang paling banyak tampil bagi Juventus, yakni 50 kali di semua ajang.

Bukti paling sahih untuk menggambarkan seberapa penting pemain yang memulai karier di di klub profesional bersama Inter Milan itu adalah keberhasilan Juventus meraih scudetto 6 kali berturut, sejak 2011/2012.

Sepanjang waktu itu pulalah, Bonucci menjadi pilar utama Juve bersama Chiellini. Selama 7 tahun membela Juventus, jumlah penampilannya tak pernah kurang dari 29 pertandingan di Serie A saban musim.

Soal umur, kalau boleh jujur, pemilik 70 caps bersama Timnas Italia itu, bukanlah pemain bertahan yang mengandalkan kecepatan untuk mengatasi lawannya. Bonucci pawai membaca serangan lawan.

Berdasarkan perhitungan situs data khusus bola Whoscored.com, musim lalu rata-rata adangan per pertandingannya mencapai 6,7. Sedangkan tackle, 3,3 per pertandingan.

"Setidaknya, dia masih bisa bermain 3-4 tahun lagi di level tertinggi. Itulah gambaran umum dari bek Italia, Andrea Barzagli (Juventus) misalnya, yang sudah berumur 36 tahun," tulis Goal.com.

Maka, tak usah heran bila kepergiannya ke Milan mengejutkan sejumlah pihak. "Saya pikir (transfer) ini hanya sebuah gurauan. Ini sangat mengejutkan. Saya tidak pernah mengira hal ini bakal terjadi," kata legenda Juve, Alesandro Del Piero, seperti yang dikutip dari Sky Italia (H/T ESPNFC.com).

Komparasi dengan Kyle Walker

Akhir pekan ini, parade pembelian pemain belakang tak hanya milik Bonucci saja. Di waktu yang hampir berbarengan dengan kedatangan Bonucci ke Casa Milan, di Liga Inggris, Manchester City membuat kejutan mendatangkan Kyle Walker dari Tottenham Hotspur.

Transfer ini menjadi fenomenal karena harga yang diberikan City terhitung royal. Bek kanan itu dihargai 57 juta euro. Angka itu menjadikan bek berusia 27 tahun itu sebagai pemain belakang termahal di dunia.

"Dia adalah salah satu bek kanan terbaik di liga Inggris. Kami sudah lama mengikuti perkembangannya di Tottenham, dan sangat terkesan dengan kemajuannya," ucap Txiki Begiristain, Direktur Olah Raga City, seperti yang dikutip dari The Guardian.

City boleh saja menganggap pembelian Kyle ini adalah langkah yang tepat, pun termasuk soal harga. Masalahnya adalah, pembelian ini berdekatan dengan kedatangan Bonucci ke Milan. Alhasil, sejumlah media kemudian membanding-bandingkan keduanya.

Tentu saja dengan harga sebesar itu, Kyle harus membuktikan bahwa City tak salah membelinya mahal. Sedangkan Bonucci, dia sudah membuktikan mampu menjadi tulang punggung Juventus, paling tidak di Serie A.

"Nilai uang (transfer Kyle) tak sebanding dengan Bonucci pada tingkatan lain; bakat, pengalaman, dan pengaruhnya," begitu tulis Goal.com.

Jadi, apakah harga Bonucci yang terlalu murah, atau Kyle yang terlampau mahal? Apapun itu, Goal.com menulis judul "Bonucci lebih murah 17 juta euro dari Kyle? Milan melakukan pencurian abad ini dengan 40 juta euro."

Atau, seperti kata Slaven Bilic, "Uang di sepak bola adalah absurd. Sama seperti olah raga lain, ini adalah soal bisnis," kata pelatih West Ham United itu.

"Ada (Justin) Bieber yang menghasilkan uang lebih dari Rolling Stones, tak perlu lagi menyebut Led Zeppelin atau Elvis Presley," katanya. "Segalanya sudah gila."

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.