DJARUM SUPERLIGA 2019

Ada bonus Rp300 juta untuk tim putra PB Djarum

Tim Putra PB Djarum saat menjuarai Djarum Superliga Badminton 2019, di Gedung Sabuga, Bandung, Jawa Barat pada Minggu (24/2/2019).
Tim Putra PB Djarum saat menjuarai Djarum Superliga Badminton 2019, di Gedung Sabuga, Bandung, Jawa Barat pada Minggu (24/2/2019). | PB Djarum

Selain kebanggaan dan kebahagiaan, prestasi juga kerap mempertebal dompet. Itulah yang dialami anggota tim putra PB Djarum.

Keberhasilan menjuarai beregu putra Djarum Superliga Badminton 2019 di Bandung, Jawa Barat, akhir bulan lalu, mendapat apresiasi berupa bonus uang Rp300 juta dari Djarum Foundation.

Sebelumnya, Ihsan Maulana Mustofa, Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya, Shesar Hiren Rhustavito, Akbar Bintang Cahyono/Berry Angriawan, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Praveen Jordan, dan Alberto Alvin Yulianto telah mendapatkan hadiah $80.000 AS (Rp1,13 miliar) setelah menaklukkan Musica Trinity, 3-1, pada final di Sasana Budaya Ganesha pada 24 Februari.

Kemenangan tersebut menjadi catatan sejarah baru bagi PB Djarum. Sejak kejuaraan diselenggarakan pada 2007, baru tahun ini mereka berhasil merebut gelar juara beregu putra. Selain itu, mereka juga menghentikan dominasi tim putra Musica yang telah empat kali beruntun menjadi juara sebelum akhirnya takluk pada final itu.

"Bonus untuk tim putra yang menjuarai Djarum Superliga Badminton 2019 merupakan bagian dari skema Djarum Foundation dalam mengapresiasi dan memotivasi para atlet-atlet PB Djarum," tutur Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam keterangan persnya, Selasa (5/3/2019).

"Kami berharap para atlet ini, terutama atlet-atlet muda, akan semakin terpacu semangatnya meraih prestasi yang lebih tinggi."

Pembinaan pemain muda telah lama menjadi fokus klub bulu tangkis yang bermarkas di kota Kudus, Jawa Tengah, itu. Rasa percaya terhadap para pemain binaan sendiri itu pula yang membuat tim yang dimanajeri Fung Permadi tersebut memutuskan tidak menggunakan jasa pemain asing pada turnamen tahun ini.

"Tahun ini kami hanya mengandalkan pemain sendiri. Kami memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil. Bagi kami menang atau kalah itu belakangan, yang penting main dulu. Ternyata permainan mereka semakin hari semakin bagus. Kami jadi semakin percaya diri untuk mengandalkan pemain sendiri," terang Yoppy.

Menyusul prestasi tersebut, ia menambah, PB Djarum akan semakin mengutamakan para pemain muda didikan sendiri untuk tampil pada turnamen-turnamen penting pada masa depan.

Walau demikian, ada masalah yang harus segera mereka cari jalan keluarnya, yaitu membenahi sektor putri. Tim putri PB Djarum gagal lolos dari babak grup karena hanya menempati posisi ketiga Grup Y.

Dari tiga pertandingan, mereka cuma sekali menang; 4-1 atas Granular Thailand. Dua laga lainnya diakhiri dengan kekalahan, yaitu 2-4 dari Saishunkan Nihon-Unisys dan 1-3 dari Mutiara Cardinal Bandung, yang akhirnya menjadi juara.

Yoppy optimistis pemain muda sektor putri yang mereka miliki saat ini berpotensi besar untuk terus berkembang.

"Perjuangannya memang tidak mudah. Namun kami punya banyak pemain muda yang diharapkan dalam dua tahun kedepan akan semakin matang. Kami terus berusaha, dan dengan hasil ini kami jadi semakin percaya diri," ujarnya.

Catatan redaksi: nama Praveen Jordan dan Alberto Alvin Yulianto telah ditambahkan dalam daftar pemain tim putra PB Djarum.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR