DENMARK OPEN

Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian masih menang mudah

Ekspresi Ahsan/Hendra setelah berhasil melaju ke babak final Kejuaraan Dunia 2019 di  Basel, Swiss. Pada babak semifinal, Sabtu (24/8/2019), Ahsan/Hendra mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 21-16, 15-21, 21-10.
Ekspresi Ahsan/Hendra setelah berhasil melaju ke babak final Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss. Pada babak semifinal, Sabtu (24/8/2019), Ahsan/Hendra mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 21-16, 15-21, 21-10. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tampak belum menghadapi kesulitan berarti di ajang Denmark Open 2019. Mereka berhasil melaju ke babak perempat final setelah menaklukkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Odense Sports Park, Odense, Denmark, Kamis (17/10/2019), Ahsan/Hendra menang dua gim langsung, 22-20, 21-16. Ini adalah kemenangan keempat dari lima pertemuan antara ganda putra Indonesia itu dengan Aaron/Soh.

Dan, pada laga tersebut, Ahsan/Hendra menang cukup mudah. Bukan hanya dari straight game saja hal itu bisa dilihat. Pun dengan durasi pertandingan. Pasangan nomor dua dunia itu hanya butuh waktu sekitar 27 menit untuk menghentikan Aaron/Soh.

Catatan serupa juga dibukukan Ahsan/Hendra saat melakoni babak pertama pada Rabu (16/10) kemarin. Melawan Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia), The Daddies menang dengan skor 21-16, 21-14--juga dalam waktu sekira 27 menit.

Ahsan mengakui bahwa pada pertandingannya kemarin, mereka mampu mengeluarkan permainan dengan baik. Penempatan bola yang akurat dari Hendra di depan net, serta gebrakan Ahsan dari lapangan belakang, membuat Aaron/Soh tak mampu berbuat banyak.

"Kami bisa menyelesaikan pertandingan hari ini dengan baik. Selanjutnya kami harus lebih fokus untuk besok," kata Ahsan dalam Badmintonindonesia.org.

Pada babak perempat final, pasangan gaek tersebut akan ditantang oleh jagoan Jepang peringkat enam dunia, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Sejauh ini, sudah lima kali kedua wakil bertemu, dengan empat di antaranya dimenangi Ahsan/Hendra.

"Kami sudah sering berhadapan dengan mereka sebelumnya. Mereka pasangan yang bagus. Jadi kami harus lebih fokus dan siap buat besok," ujar Hendra mengenai Endo/Watanabe.

Memang, bila melihat tipe permainan pemain Jepang, mereka adalah pemain yang ulet dan seperti tak kenal lelah. Khusus bagi Endo/Watanabe, mereka juga dilengkapi dengan agresivitas dan kecepatan--mirip dengan gaya bermain peringkat teratas dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Ahsan mengatakan, dia dan Hendra akan melihat ulang permainan Endo/Watanabe melalui video. "Kami belum menyiapkan strategi khusus. Malam ini kami akan mempelajari lagi permainan mereka. Pertandingan besok pasti akan berlangsung ketat," katanya.

Pada hari ketiga pelaksanaan kejuaraan dengan total hadiah AS$775.000 (Rp11 miliar) tersebut, ganda putra berhasil meloloskan tiga wakilnya. Selain Ahsan/Hendra, Kevin/Marcus pun berhasil melaju karena lawannya, Ben Lane/Sean Vendy (Inggris), mengundurkan diri.

Pasangan lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, menang mudah atas Philip Chew/Ryan Chew (Amerika Serikat) dengan skor 21-8, 21-16. Fajar/Rian hanya butuh waktu sekitar 22 menit untuk menghajar Duo Chew--alias yang tercepat dari semua pertandingan hari itu.

Sayangnya raihan positif ganda putra itu tak bisa diraih Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf. Wahyu/Ade dipaksa mengakui keunggulan Lu Ching Yai/Yang Po Han (Taiwan), setelah bermain tiga gim, 22-20, 12-21, 19-21.

Praveen/Melati ditantang unggulan

Langkah positif juga diraih ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Mereka berhasil menjejakkan kaki di perempat final setelah menundukkan Lu Kai/Chen Lu (Tiongkok) dengan skor 18-21, 21-15, 21-13.

Di babak delapan besar nanti, Praveen/Melati kudu menghadapi lawan yang sangat sulit, pasangan nomor satu dunia, cum unggulan pertama kejuaraan yang berasal Tiongkok, Zheng Siwei/Huang Ya Qiong.

Ini merupakan pertemuan ketujuh buat mereka. Sayang, dari enam pertemuan sebelumnya, Praveen/Melati masih belum bisa merebut satu kemenangan pun. Praveen/Melati dan Zheng/Huang terakhir berhadapan di Korea Open 2019. Kala itu Praveen/Melati kalah straight game 10-21, 18-21.

"Kami harus lebih waspada saja. Kemarin terakhir di Korea Open kami kalah straight game karena kurang melawan. Besok harus lebih fight dan mau melakukan yang terbaik terus," ucap Praveen.

Sayang, ganda campuran lain Indonesia yang turun pada kemarin, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, harus angkat koper. Pasalnya, mereka teradang unggulan dua Wan Li lyu/Huang Dong Ping (Tiongkok) dengan skor 19-21, 21-16, 17-21.

Dengan hasil ini, artinya ganda campuran Indonesia hanya bertumpu pada Praveen/Melati.

Sedangkan di nomor ganda putri, Indonesia tak menyisakan satu pun wakilnya di babak perempat final. Satu-satunya wakil Indonesia di kejuaraan ini, Greysia Polii/Apriyani Rahayu takluk di tangan Chang Ye Na/Kim Hye Rin (Korea) dengan skor 21-23, 16-21.

Tommy harapan tunggal putra

Di nomor tunggal putra, Indonesia kini hanya tinggal berharap pada Tommy Sugiarto. Pasalnya, dua pemain lainnya, Jonatan "Jojo" Christie dan Shesar Hiren Rhustavito harus terhenti di babak kedua.

Jojo gagal mengatasi pelawanan Rasmus Gemke (Denmark) dengan skor 17-21, 21-23. Sementara Shesar takluk 17-21, 14-21 dari unggulan kedua kejuaraan asal Taiwan, Chou Tien Chen.

Tommy berhasil melaju ke babak perempat final setelah menang cukup mudah atas Brice Leverdez (Perancis). Dalam waktu 34 menit, Tommy menang dengan skor 21-19, 21-12.

Selanjutnya di babak delapan besar, Tommy akan berhadapan dengan Sitthikom Thammasin (Thailand). Dari catatan pertemuan, Tommy dan Thammasin sejauh ini imbang 1-1.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR