KEJURNAS PBSI

Ajang balas budi dan seleksi skuat Cipayung 2019

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat tampil di final Syed Modi International Badminton Championships 2018, Minggu (25/11/2018). Pada Kejurnas PBSI, kedua pemain ini mungkin bakal bertemu sebagai lawan.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat tampil di final Syed Modi International Badminton Championships 2018, Minggu (25/11/2018). Pada Kejurnas PBSI, kedua pemain ini mungkin bakal bertemu sebagai lawan. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Jika Anda mengunjungi markas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Cipayung, Jakarta Timur, hari-hari ini, bisa dipastikan Anda bakal menemui pemandangan yang beda dari biasanya: sepi.

Musababnya, federasi memberikan waktu kepada para atlet untuk kembali ke klub dan membela masing-masing daerah dalam Tiket.com Kejurnas PBSI 2018. Turnamen tersebut dihelat pada 18-22 Desember 2018 di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Peserta Kejurnas dibagi menjadi dua bagian, divisi 1 dan divisi 2. Untuk menjadi peserta divisi 1, PBSI memberikan tiga syarat. Pertama, adalah provinsi-provinsi yang berkontribusi besar dalam mengirim atletnya ke pelatnas: DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Syarat kedua, para atlet yang meraih gelar juara di divisi 2 pada kejurnas tahun sebelumnya. Dan, syarat terakhir adalah pemain yang memiliki rangking 30 besar nasional, dihitung dari satu bulan sebelum Kejurnas dimulai.

Dari segi usia, kejurnas juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu taruna (U-19) dan dewasa. Khusus untuk tahun genap, seperti 2018, kelas dewasa format kompetisinya menyerupai Piala Sudirman, artinya secara tim.

Dengan format demikian, untuk kelas dewasa akan diwakili klub, bukan provinsi. Misalnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sejatinya, dia berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Namun, dia akan membela Klub PB Djarum Kudus, Jawa Tengah, pada Kejurnas kali ini.

"Jadi, ditentukan oleh usia si atlet saat turun pada Kejurnas. Jika dia sudah tak masuk kelas taruna, artinya dia masuk ke dewasa dan turun membela klub pada kejurnas sekarang," ucap Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PBSI kepada Beritagar.id.

"Sedangkan untuk kelas taruna, mereka masih membawa nama provinsi."

Pada Kejurnas PBSI 2016, PB Djarum keluar sebagai juara untuk kategori dewasa setelah mengalahkan lawan bebuyutannya, Jaya Raya Jakarta, di babak final dengan skor 3-0.

Untuk tahun ini, Jaya Raya mencoba untuk membayar kekalahan mereka pada 2016 lalu. Hal ini diucapkan oleh salah satu atletnya, Muhammad Rian Ardianto. "Saya berharap bisa membawa Jaya Raya juara Kejurnas kali ini... Harus optimistis dan yakin dulu. Masalah menang apa kalah itu urusan belakangan," ujar Rian.

Ajang seleksi skuat Cipayung

Sebenarnya, bagi para pebulu tangkis nasional, Kejurnas PBSI bukan hanya berfungsi untuk membela nama klub atau provinsi--dua pihak yang berjasa mengorbitkan mereka ke level nasional bahkan internasional.

Lebih dari itu, kejurnas juga berfungsi sebagai penentu masa depan mereka di pelatnas PBSI. Federasi bakal melakukan seleksi skuat untuk mengarungi musim kompetisi bulu tangkis 2019 dari kejurnas ini.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susi Susanti. Menurut mantan ratu bulu tangkis era 1990-an tersebut, pihaknya akan melakukan promosi-degradasi di tiap Kejurnas PBSI.

"Mungkin awal tahun depan akan diumumkan daftar siapa saja yang akan promosi (ke pelatnas) dan siapa saja yang terdegradasi," ucap Susi dalam Badmintonindonesia.org.

Perlakuan khusus diberikan bagi para juara di kelompok taruna. Menurut Susi, para juara di kelompok tersebut akan dipanggil ke pelatnas untuk diberikan kesempatan latihan bersama dengan para pemain kelas dunia di Cipayung.

Nantinya, tim internal PBSI akan menilai lebih lanjutan para juara kelas taruna ini, apakah bisa bertahan atau dipulangkan ke masing-masing klub. "(Yang dinilai) semua kriteria, baik fisik, teknik, karakter, disiplin, daya juang, dan lain-lain," ucap Susi.

Meski demikian, menurut Susi, skuat timnas nanti bakal lebih sedikit dari sekarang, yang berjumlah 97 atlet. "Kuota pemain untuk tahun depan akan disesuaikan dengan kebutuhan pelatnas, jumlahnya lebih sedikit tapi tidak signifikan turunnya," tuturnya.

Klub perserta kategori dewasa:

Divisi 1 : Jaya Raya Jakarta, Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, SGS PLN Bandung, Exist Jakarta, Berkat Abadi Banjar Baru, dan PB AD Bandung.

Divisi 2: Banda Baru Batam, Menang Kalah Sehat Singaraja, Elang Yogyakarta, Jaya Raya Satria Sleman, Kamajaya Merangin, ICLI Gowata Sungguminasa, Tunas Jaya Kasturi Jambi, PBSI Pangkal pinang, dan Sentra Banjarmasin.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR