LIGA CHAMPIONS

Ajax lebih hebat dari Juventus, Barcelona terlalu kuat bagi MU

Kapten Ajax Amsterdam Matthijs de Light (dua kanan) menyundul bola untuk gol kemenangan 2-1 atas tuan rumah Juventus dalam perempat final Liga Champions, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB.
Kapten Ajax Amsterdam Matthijs de Light (dua kanan) menyundul bola untuk gol kemenangan 2-1 atas tuan rumah Juventus dalam perempat final Liga Champions, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB. | Alessandro Di Marco /EPA-EFE

Manusia rekor Cristiano Ronaldo tetap bersinar dengan mencetak gol. Namun itu tak cukup bagi Juventus untuk bisa menghentikan laju Ajax Amsterdam ke semifinal Liga Champions, Rabu (17/4/2019) WIB.

Setelah menggusur Real Madrid pada 16 Besar lalu, kini Juventus yang didepak Ajax dari ajang ini. Bermain 1-1 pada leg pertama di Amsterdam, Belanda; Ajax mengalahkan Juventus 2-1 pada leg kedua perempat final di Stadion Juventus, Turin, Italia.

Dengan begitu, Ajax lolos ke empat besar dengan skor agregat 3-2. Ronaldo membawa Juventus lebih dulu melalui sundulan seperti halnya saat main di Amsterdam pekan lalu.

Dengan begitu, pemain asal Portugal ini sudah mencetak sembilan gol ke gawang Ajax dalam ajang Liga Champions. Jumlah gol itu hanya kalah satu dari total 10 gol yang dicetaknya ke gawang Juventus sewaktu belum bermain untuk klub tersebut.

Namun hanya bisa mengandalkan Ronaldo membuat Juventus kewalahan. Donny van de Beek menyamakan kedudukan setelah lepas dari situasi offside pada menit ke-34, enam menit setelah gol Ronaldo.

Ajax pun memastikan tiket semifinal pertamanya sejak 1997 setelah kapten belia (19 tahun) Matthijs de Ligt mencetak gol kemenangan 2-1 pada menit ke-67. De Ligt mencetak gol dengan sundulan seperti halnya Ronaldo pada laga ini.

De Ligt adalah pemain jebolan akademi Ajax. Dan kemenangan ini adalah laga ke-1.750 secara beruntun sejak September 1981 yang menampilkan setidaknya satu pemain jebolan akademi Ajax dalam susunan pemain awal (starting line-up).

De Ligt juga menjadi pemain termuda Belanda (19 tahun 246 hari) yang berhasil mencetak gol dalam fase gugur Liga Champions. Ia mematahkan rekor Nordin Wooter (19 tahun 237 hari) pada April 1996 ketika Ajax menghadapi Panathinaikos.

Gol De Ligt yang juga menjadi pemain terbaik laga ini (man of the match) versi UEFA membuat Ajax pun menciptakan rekor. Ajax adalah tim pertama yang mampu menembus semifinal Liga Champions setelah bermain sejak tiga fase kualifikasi.

Lalu bagaimana Ajax bisa mengalahkan Juventus? Secara prinsip; filosofi permainan mereka relatif sama dengan Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Liverpool. Prinsip itu adalah menutup rapat termasuk pressing ketika kehilangan bola dan bergerak sangat cepat saat menguasai bola.

Dan Erik Ten Hag, pelatih Ajax, adalah asisten Pep Guardiola --pelatih Manchester City-- saat masih menangani Bayern Munich di Jerman. Perbedaan detailnya, Ajax bermain dengan menggunakan pivot ketika menyerang.

Setiap serangan, bola selalu dikembalikan ke pemain pivot --dalam hal ini Van de Beek-- yang berdiri di belakang tiga pemain depan sebelum kembali diedarkan. Dan serangan akhir Ajax selalu melibatkan pemain sayap yang bisa masuk hingga kotak penalti lawan.

Ten Hag, pelatih asli Belanda, mengatakan bahwa permainan Juventus tak berkembang pada babak kedua dan mulai membuka banyak ruang. "Itu sebabnya kami bisa memainkan gaya kami dan menciptakan tiga atau empat peluang, 100 persen.

"Seharusnya kami mematikan pertandingan lebih cepat, tapi ternyata kami butuh bola mati untuk mencetak gol kemenangan," katanya kepada Veronica TV (h/t Uefa.com).

Sementara itu pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengakui kehebatan Ajax. Allegri menilai Ajax bukan tim underdog karena punya sejumlah pemain bagus dan bisa bermain dengan baik.

"Bagaimana mungkin mereka bisa mencetak lima gol ke gawang Real Madrid? Saya tak akan mengatakan ini adalah kegagalan terburuk. Juventus selalu punya target; memenangi semuanya. Kadang Anda sampai ke final, kadang sebaliknya," tuturnya.

Pada semifinal, Ajax akan menghadapi antara City dengan Tottenham. Kedua klub yang disebut terakhir itu baru akan bermain pada Kamis (18/4) dini hari WIB nanti.

Barcelona belum terkalahkan

Barcelona bukan cuma terlalu kuat bagi Manchester United (MU). Setelah menang 1-0 di Old Trafford, Manchester, Inggris, pekan lalu; Barcelona kemudian menundukkan MU 3-0 di Camp Nou, Barcelona, Spanyol.

Barcelona pun menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan dalam Liga Champions musim ini; menang 7 kali, imbang 3 kali. Bahkan Barcelona belum pernah ketinggalan gol sama sekali.

Dan kali ini, sang kapten Lionel Messi kembali menjadi katalisator kemenangan timnya. Pemain asal Argentina ini memborong dua gol hanya dalam 4 menit sejak menit ke-16. Sementara satu gol lainnya dicetak Philippe Coutinho pada menit ke-61.

Dengan begitu, Barcelona pun lolos ke semifinal dengan kemenangan agregat 4-0. Bagi MU, ini adalah kekalahan agregat dengan empat gol atau lebih di pentas Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Kapten MU, Ashley Young, mengatakan perbedaan kualitas menyelesaikan peluang menjadi pembeda dalam laga ini. Young merujuk pada kemampuan timnya memanfaatkan peluang dibanding Barcelona.

"Jika Anda memulai laga seperti kami tadi dan menciptakan dua --mungkin tiga peluang-- lantas Anda membuangnya, pasti akan berat. Mungkin beda cerita jika kami bisa mencetak gol pertama, tapi itu tak terjadi dan Barcelona menunjukkan kualitasnya sehingga menang," katanya.

Bagi Barcelona, ini akan menjadi semifinal Liga Champions ke-12 dalam sejarah mereka. Jumlah itu hanya kalah satu dari penguasa kompetisi ini sekaligus rival abadi mereka di Spanyol, Real Madrid.

Ini juga menjadi semifinal pertama Barcelona sejak mengangkat trofi juara Liga Champions pada 2015. Tidak heran pelatih Ernesto Valverde pun menyambut gembira.

"Kami senang sekali. Kami sudah lama tidak ke semifinal dan sekarang kami ingin mencapai final. Kami percata diri, tapi kami tahu bahwa main buruk dalam lima menit bisa membuat Anda tersingkir," ungkapnya.

Pada semifinal, Barcelona akan menghadapi pemenang antara Liverpool dan FC Porto. Dalam leg pertama, Liverpool unggul 2-0 dan punya rekor bagus atas Porto.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR