INDONESIA MASTERS 2019

Akhir karier nan negatif bagi Debby Susanto

Debby Susanto, yang berpasangan dengan Ronald Alexander, saat menghadapi Mark Lamfuss/Isabel Herttrich di babak pertama Indonesia Masters 2019, Senin (22/1/2019). Ini adalah pertandingan terakhir Debby dalam karier bulu tangkisnya.
Debby Susanto, yang berpasangan dengan Ronald Alexander, saat menghadapi Mark Lamfuss/Isabel Herttrich di babak pertama Indonesia Masters 2019, Senin (22/1/2019). Ini adalah pertandingan terakhir Debby dalam karier bulu tangkisnya. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Debby Susanto harus mengakhiri kariernya di dunia bulu tangkis dengan hasil yang tak menyenangkan. Berpasangan dengan Ronald Alexander di Indonesia Masters 2019, Debby menelan kekalahan telak pada babak pertama dari Mark Lamfuss/Isabel Herttrich (Jerman).

Hanya dalam tempo sekitar 33 menit, Debby/Ronald kalah 15-21, 13-21. "Kecewa pasti. Karena penutup karier di rumah sendiri tidak sesuai ekspektasi," ucap Debby kepada wartawan sesaat setelah pertandingan berakhir, Selasa (22/1/2019) malam WIB.

Ekspektasi Debby pada kejuaraan yang menyediakan total hadiah hingga 350.000 dolar tersebut sebenarnya tak muluk-muluk amat. Ia hanya benar-benar ingin menikmati pertandingan penutup karier.

Namun, kalah pada babak pertama juga bukan hasil yang dia harapkan meski ini adalah kali pertama dalam lima tahun terakhir Debby berpasangan dengan Ronald. Sekadar catatan, pada 2013, ia pernah berduet dengan Ronald dalam China Open dan Korea Grand Prix Gold.

"Permainan tidak seperti yang kita mau. Banyak kesalahan sendiri dan ini bukan permainan terbaik dari kami," kata Debby.

Kini, Debby sudah resmi gantung raket. Ia belum tahu apakah ke depannya akan kembali ke lapangan sebagai pelatih. Yang pasti, ia tegas menjawab tidak untuk kembali bergelut di lapangan dalam waktu dekat.

"Tidak dalam waktu dekat. Saya sudah 17 tahun menjadi pemain dan merantau. Ini saatnya untuk keluarga. Saya juga sudah menikah," kata perempuan 29 tahun asal Palembang, Sumatra Selatan, itu.

Keluarga memang menjadi salah satu pertimbangan utama Debby dalam mengambil keputusan ini. Sejak menikah pada Oktober 2017, menurut Debby, ia menjalani kehidupan yang tak seperti suami istri pada umumnya.

"Sekarang saja, saya jarang pulang. Udah kaya 'keluarga-keluargaan' jadinya," katanya sembari tertawa.

Dalam laman resmi BWF, Debby tercatat sudah melakoni karier profesional sejak 2006. Kala itu, ia berpasangan dengan Krishabella dalam Djarum Indonesia Open. Jika berpatokan dari situ, artinya Debby sudah melakoni peran pemain bulu tangkis profesional hampir 13 tahun.

Belasan tahun menjalani profesi sebagai pebulu tangkis, pemain binaan klub PB Djarum tersebut telah menorehkan sejumlah prestasi. Beberapa di antaranya adalah Chinese Taipei Open (2012), Syed Modi International (2016), hingga Korea Open (2017).

Namun, jelas capaian pada 2016 merupakan yang tertinggi bagi perempuan penyuka makanan pempek tersebut. Kala itu, saat berpasangan dengan Praveen Jordan, Debby berhasil menjuarai All England.

"Saya puas dengan capaian selama ini. Dari awalnya bukan siapa-siapa hingga sampai seperti sekarang ini," katanya. "Kalau ditanya apa yang belum dicapai, banyak."

Selain Debby, Liliyana "Butet" Natsir pun akan pensiun. Debby berharap para pemain junior bisa tampil konsisten dan menggantikan mereka dalam nomor ganda campuran.

"Kemampuan mereka saat ini sudah lumayan. Hanya perlu konsisten saja," katanya berpesan. "Semoga, dengan pensiunnya cik Butet (Liliyana Natsir), akan muncul nama-nama baru yang bisa menggantikan dia."

Para suksesor melaju

Pada pertandingan Senin (21/1) lalu, sejumlah ganda campuran Indonesia berhasil melaju ke babak kedua. Mereka adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuella Widjaja, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Rinov/Pitha mengalahkan pasangan Rusia, Evgenij Dremin/Evgenia Dimova dengan skor 14-21, 21-11, 21-12. Hafiz/Gloria menundukkan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia) dengan skor 21-12, 13-21, 21-18.

Sementara itu, Praveen/Melati menundukkan pasangan muda Tiongkok, He Jiting/Du Yue, juga dengan 21-19, 21-23, 23-21. Secara umur, ketiga wakil Indonesia yang disebut tadi, merupakan penerus Debby dan Butet.

Menurut Gloria, yang bersama Haifz saat ini memiliki peringkat 14 dunia, dia tak ingin terbebani menggantikan peran Butet sebagai tulang punggung Indonesia ke depannya. Ia hanya ingin melangkah satu demi satu.

"Sekarang saya di luar 10 besar. Targetnya, ingin masuk 10 besar, lalu lima besar," kata Gloria kepada wartawan. "Saya tidak ingin terbebani (sosok Butet)."

Hasil lain pemain Indonesia pada babak pertama:

Alfian Eko Prasetya//Marsheilla Gischa Islami vs. Marcus Ellis/Lauren Smith: 19-21, 21-16, 10-21.
Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandouw vs. Chan Peng Soon/Goh Liu Ying: 19-21, 19-21
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs. Pranaav Jerry Chopra/Reddy N. Sikki 21-15, 21-15

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR