LIGA PRIMER INGGRIS

Angin juara untuk Liverpool dari Man City

Gelandang Liverpool, Fabinho (tengah), merayakan gol keempat timnya dalam kemenangan 4-0 atas Newcastle ditemani Sadio Mane (kiri) dan Virgil van Dijk (kanan) di Stadion Anfield, Rabu (26/12/2018).
Gelandang Liverpool, Fabinho (tengah), merayakan gol keempat timnya dalam kemenangan 4-0 atas Newcastle ditemani Sadio Mane (kiri) dan Virgil van Dijk (kanan) di Stadion Anfield, Rabu (26/12/2018). | Peter Powell /EPA-EFE

Untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, Liverpool memimpin klasemen Liga Premier Inggris (EPL) dengan keunggulan enam poin. Fakta itu terjadi setelah pertandingan edisi Boxing Day, sehari setelah natal, Rabu (26/12/2018).

Liverpool makin kokoh di puncak klasemen EPL dengan nilai 51 setelah mengalahkan Newcastle United di Stadion Anfield, Liverpool. Keunggulan enam poin dari para pesaing juga dipengaruhi oleh kekalahan 1-2 Manchester City di kandang Leicester City.

Ini sungguh fakta yang baru sekaligus mengejutkan karena jarak antara Liverpool dengan City, sang juara bertahan, sebenarnya hanya satu poin pada pekan lalu. Namun, kekalahan kedua beruntun City, dan yang ketiga musim ini, membuat Liverpool menjauh.

Alhasil, Liverpool bukan hanya satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga pertandingan ke-19. The Reds pun mengulangi catatan unggul enam poin di puncak klasemen terdahulu pada 2 November 2002.

Apakah situasi ini akan membuka jalan bagi Liverpool menuju gelar juara? Bila merujuk pada perjalanan City musim lalu yang tak terkalahkan hingga paruh musim dan berakhir dengan juara, tentu saja ini adalah situasi menjanjikan bagi Liverpool.

Kebetulan, hanya ada dua tim lain yang pernah mencatat tak terkalahkan pada paruh musim dan kemudian menjadi juara pada musim itu. Arsenal melakukannya pada 2003-04 -- bahkan hingga juara tanpa terkalahkan -- dan Manchester United pada musim 2010-11.

Skuat Jurgen Klopp membuka kemenangan pada menit ke-11 melalui aksi Dejan Lovren. Tiga menit setelah turun minum, Mohammed Salah mencetak gol dari titik penalti.

Pada menit ke-79, Xherdan Shaqiri mencetak gol ketiga pada menit ke-79, sebelum pemain pengganti Fabinho memastikan skor 4-0 saat laga tersisa lima menit.

Klopp mengatakan tak suka pada permainan timnya dalam awal laga, tapi pelatih asal Jerman ini bisa maklum.

"Secara keseluruhan sangat bagus. Kami bisa mencetak lebih banyak gol, membuat peluang dengan pergerakan hebat. Kami mengendalikan permainan hingga akhir dan masih bernafsu mencetak gol," kata Klopp yang memetik kemenangan ke-100 dalam 181 pertandingan bersama Liverpool dikutip BBC.

Penurunan City

Kekalahan 1-2 City dari Leicester bukan cuma hasil buruk beruntun kedua. Ini adalah kekalahan ketiga City dalam empat laga EPL.

Pelatih City, Pep Guardiola, mengakui ada sesuatu yang hilang dari timnya secara tiba-tiba. Pelatih asal Spanyol ini akan segera mencari solusinya dan mengubah dinamika tim.

"Kami harus berusaha meraih kemenangan lagi sesegera mungkin demi suasana hati, kepercayaan diri, dan semangat kami. Anda harus yakin untuk bangkit.

"Saya akan menolong para pemain, bermain sesuai keinginan mereka, dan meraih kemenangan lagi," katanya dilansir The Guardian.

Di sisi lain, posisi City di posisi kedua direbut oleh Tottenham Hotspur yang menang telak 5-0 atas Bournemouth di Stadion Wembley, London. Kemenangan ini bolehlah disebut sebagai keahlian sang pelatih Spurs, Mauricio Pochettino.

Pelatih dari Argentina ini cukup mahir ketika melakoni laga Boxing Day. Pochettino mampu memenangi lima pertandingan Boxing Day selama berkarier di Inggris alias rekor 100 persen.

"Liverpool dan Tottenham pantas berada di dua besar, mereka menang dan kami kalah. Jarak antara kami pun membesar," ujar Pep memuji dalam Goal.com.

Namun, Pochettino tidak mau terlampau gembira. Bahkan pelatih 46 tahun ini menegaskan terlalu dini untuk bicara soal kemungkinan juara.

"Tentu kami tertantang untuk menjaga posisi ini dan berusaha meningkatkannya. Namun ini akan lebih berat karena ketika Anda berada di posisi kedua, semua orang pasti ingin mengalahkan Anda.

"Jika kami bisa menjaga level ini, mungkin saja kita bisa bicara soal juara pada akhir musim. Namun, saat ini masih terlalu dini," tuturnya.

Adapun menggenapi empat besar adalah Chelsea dengan jarak empat poin dari City. Chelsea mengalahkan tuan rumah Watford 2-1 berkat aksi Eden Hazard, pemain ke-10 yang mampu menyumbang 100 gol bagi The Blues dalam semua kompetisi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR