LA LIGA SPANYOL

Angin menjadi penyebab Madrid menang tak meyakinkan

Bale tengah merayakan golnya ke gawang Huesca dalam pertandingan ke-15 La Liga  Spanyol di Stadion El Alcoraz, Huesca, Spanyol, pada Minggu (9/12/2018) malam WIB. Madrid menang tipis 1-0.
Bale tengah merayakan golnya ke gawang Huesca dalam pertandingan ke-15 La Liga Spanyol di Stadion El Alcoraz, Huesca, Spanyol, pada Minggu (9/12/2018) malam WIB. Madrid menang tipis 1-0. | Javier Cebollada /EPA-EFE

Kemenangan 1-0 Real Madrid atas Huesca dalam lanjutan kompetisi La Liga pada Minggu (9/10/2018) malam WIB menyisakan sejumlah pertanyaan. Mengapa juara Liga Champions tiga musim terakhir hanya menang tipis atas tim yang baru promosi musim ini?

Bukan hanya itu, pada pertandingan tersebut, Madrid juga tak bermain apik. Secara kelas, kedua tim jelas berbeda jauh. Namun, statistik pertandingan tak menunjukkan hal itu. Si Putih hanya unggul tipis dari penguasaan bola: 53 persen berbanding 47 persen.

Pun dari jumlah tembakan. Kedua tim sama-sama berhasil melepas empat tembakan tepat sasaran. Akan tetapi, Huesca unggul soal usaha, mereka melepas 11 tembakan dan Madrid hanya lima.

Bahkan, dalam catatan lembaga statistik Opta Jose, Los Merengues hanya berhasil melepas dua tembakan pada babak pertama--salah satunya berbuah gol lewat tendangan voli Gareth Bale pada menit kedelapan.

Itu adalah jumlah terkecil yang pernah ditorehkan Madrid sepanjang musim 2018-19. Jadi, ada apa dengan Madrid kala melakoni laga di Stadion El Alcoraz, Huesca, Spanyol, malam tadi?

"Kami bermain baik di babak pertama. Dan, kencangnya tiupan angin di babak kedua membuat kompleks persoalan kami. Kami tidak bermain baik karena tiupan angin," ucap kiper Madrid, Thibaut Courtois, dalam Goal.

Dengan kendala tersebut, menurut Courtois, susah bagi timnya untuk berkembang dalam permainan. "Itulah kenyataannya saat Anda sulit mendapat bola. Bila hal itu terjadi, maka akan menyulitkan Anda," tambahnya.

Alasan yang dikemukakan Courtois diamini oleh pelatih Madrid, Santiago Solari. Solari mengatakan, pertandingan yang diselimuti angin kencang lebih menyulitkan daripada sekadar hujan.

"Kondisi seperti itu tidaklah tepat untuk bermain, sangat berangin. Ini adalah pertandingan yang patut untuk diingat. Namun, jika ingin memenangi La Liga, Anda harus menjalani laga seperti ini," ucap Solari dalam laman resmi Madrid.

Memang, jika merujuk pada situs Meteoblue atau Windfinder pada waktu pertandingan Huesca vs. Madrid, kecepatan angin di daerah Huesca mencapai 27 hingga 39 km/jam.

"Terkadang, seperti inilah pertandingan berlangsung, dan tak ada yang dapat anda lakukan untuk mengubahnya," kata Solari. Oleh karena itu, Solari pun bersyukur timnya mampu melewati adangan angin di Huesca dan pulang dengan tiga poin.

"Huesca benar-benar menempatkan kami dalam tekanan di babak kedua. Kami berjuang untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi--meski dengan sedikit menderita," kata Solari.

"Kami tidak cocok dengan tipe pertandingan seperti ini. Saya harus memberi kredit kepada tim. Dengan angin kencang dan lapangan kecil, Anda harus tahu bagaimana caranya bermain dan menang."

Toh kini penderitaan tersebut berbuah manis. Perlahan tapi pasti, mereka kembali menyentuh posisi atas klasemen La Liga. Jika pada pekan ke-10 mereka terperosok di peringkat sembilan, kini Luka Modric dkk. sudah bertengger di posisi empat dengan 26 poin, atau tertinggal 5 poin dari pimpinan klasemen sementara, Barcelona.

Bukan hanya itu, pertandingan melawan Huesca pun menjadi akhir dari paceklik gol bagi Bale. Terakhir penyerang Wales mencetak gol bagi Madrid, terjadi kala Madrid menghajar Leganes pada awal September 2018.

Artinya, sudah 802 menit ia puasa mencetak gol. Dalam periode tersebut, ia telah melakukan 40 percobaan dengan hasil nol.

Berakhirnya paceklik gol Bale disambut baik oleh Solari. "Dia dan tim semuanya (bermain) fantastis. Dia mencetak gol apik dan itu cukup untuk memenangkan laga. Gol Bale dan karakter tim membuat kami pulang dengan tiga poin," ucap Solari.

Catatan lainnya dibukukan oleh kapten Sergio Ramos. Dengan pertandingan semalam, pemain yang telah 14 tahun bermain bagi Madrid tersebut telah membukukan 585 pertandingan.

Dia pun menempati posisi ketujuh dalam daftar pemain yang paling sering bermain untuk tim Ibu Kota Spanyol itu. Di atas Ramos ada Fernando Hiero dan Francisco Gento Lopez (601), Carlos "Santillana" Alonso Gonzalez (645), Manuel Sanchis (710), Iker Casillas (725), serta Raul Gonzales (741).

Jika Madrid puas atas hasil ini, tak demikian dengan Francisco, pelatih Huesca. Kepada Heraldo.es, Francisco mengatakan bahwa timnya kalah karena kurang beruntung. "Ini adalah pertandingan yang sangat bagus, kami telah berkompetisi dengan sangat baik. Namun, kami masih belum mencetak gol dan itu sama saja," ucapnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR