CHINA OPEN

Anthony Ginting hadapi jalan terjal di Tiongkok

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting saat menghadapi Lu Guang Zu dalam babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting saat menghadapi Lu Guang Zu dalam babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Selasa (16/7/2019). | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Victor China Open 2019 mulai berlangsung pada Selasa (17/9) di Changzhou, Tiongkok. Perhatian para pencinta bulu tangkis Indonesia bakalan tertuju pada Anthony Sinisuka Ginting, sang juara bertahan tunggal putra pada turnamen berhadiah total AS$1 juta tersebut.

Tahun lalu, Anthony yang tak diunggulkan berhasil menaklukkan unggulan teratas saat itu, Kento Momota dari Jepang, di final. Dia pun merebut trofi perdananya pada turnamen berkategori tertinggi, BWF World Tour Super 1000.

Akan tetapi, setelah kemenangan itu, atlet berusia 22 tahun itu nihil gelar juara dalam 16 turnamen beruntun. Prestasi terbaiknya adalah mencapai final Singapore dan Australian Open 2019, dua turnamen dengan level lebih rendah.

Oleh karena itulah, meski berstatus juara bertahan, Ginting--sapaan akrab sang pemain--hanya menempati unggulan ketujuh tahun ini. Artinya, dia bakal menghadapi jalan terjal karena pemain-pemain dengan peringkat tinggi harus dihadapi pada babak-babak awal.

Namun, tahun lalu juga ia melewati jalan terjal menuju podium juara. Dia mengalahkan para pemain terbaik dunia, termasuk Lin Dan (Tiongkok), Viktor Axelsen (Denmark), Chen Long (Tiongkok), Chou Tien Chen (Taiwan) dan, akhirnya, Momota.

Anthony memahami kesulitan yang bakal dihadapinya nanti. Setelah mempelajari penampilannya sendiri dalam tiga turnamen terakhir, ia menyatakan hal terpenting yang harus diperbaikinya adalah variasi strategi saat di lapangan.

"Menurut saya sih lebih ke strategi cara main. Jadi seperti kalau sudah di pertandingan, kita sama-sama adu strategi dan fokus," ujar Anthony kepada Suara.com (13/9).

"Jadi kalau misalkan kita sudah menerapkan strategi dan musuh sudah antisipasi atau strategi kita tidak berjalan, nah cara mengubah permainannya itu yang masih kurang percaya diri. Istilahnya adaptasi pola main," jelasnya.

Menghadapi tekanan sebagai juara bertahan, dia menegaskan bakal tampil lepas dan tak ingin terbebani oleh piala yang direbutnya di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, tahun lalu.

"Jangankan saya, semua pebulu tangkis tentu ingin jadi juara. Jadi, pasti dari pertandingan pertama saya akan berusaha karena tak akan mudah untuk kembali juara," kata Anthony, dinukil Medcom.id (16/9).

Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, menambahkan, kunci lainnya adalah kemampuan Anthony untuk menjaga fokus pada pola permainannya sendiri di lapangan. Hendry juga menegaskan pada Anthony untuk tidak sering melakukan kesalahan sendiri.

"Harus main di pola dia, harus fokus, karena bukan cuma dia yang bermain tapi juga pikirannya bermain. Dia harus bisa mengatur itu, Anthony juga tidak boleh sering-sering 'buang bola', jangan melakukan kesalahan sendiri," kata Hendry dalam situs resmi PBSI, Badmintonindonesia.org.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susi Susanti, juga menyuarakan hal yang sama. Anthony, kata Susi, harus ekstra fokus. Dia harus lebih bisa mengatur strategi, mempersiapkan diri lebih detail, dan lebih profesional.

Susi menegaskan agar Anthony siap mengemban tanggung jawab lebih besar, yakni target untuk lolos ke Olimpiade 2020.

"Jangan sampai rangkingnya turun, nanti terlempar (dari kualifikasi Olimpiade). Harus waspada pada diri sendiri, dan waspada dengan lawan," ujar Susi.

Saat ini Anthony menempati peringkat ke-9 tunggal putra dunia, atau kedua di Indonesia, di bawah Jonatan Christie yang menempati peringkat ke-6. Menurut aturan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, negara dengan dua atau lebih atlet pada posisi 16 besar dunia, bisa mengirimkan dua atlet dengan peringkat tertinggi.

Di babak pertama China Open 2019, Anthony akan bertemu dengan Kenta Nishimoto dari Jepang pada Rabu (18/9). Skor pertemuan sementara sama kuat 2-2 untuk kedua pemain. Pada pertemuan terakhir di Singapore Open 2019, Anthony menang straight game atas Nishimoto dengan skor 21-10, 21-16.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR