KOREA OPEN

Anthony Ginting lelah tapi bertekad pertahankan gelar

Anthony menjatuhkan diri ke lapangan pertandingan usai menundukkan lawannya pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada babak kedua nomor perorangan Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/8/2018).
Anthony menjatuhkan diri ke lapangan pertandingan usai menundukkan lawannya pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada babak kedua nomor perorangan Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/8/2018). | Puspa Perwitasari /Antara Foto/Inasgoc

Rasa lelah masih dirasakan Anthony Sinisuka Ginting pasca-menjuarai China Open, akhir pekan lalu. Kini, dia sudah harus bermain di kejuaraan lain yang cukup bergengsi, yakni Victor Korea Open 2018.

Pada babak pertama tunggal putra yang dimulai Rabu (26/9/2018) siang di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, pemain berusia 22 tahun itu pun harus mengalahkan wakil Prancis, Lucas Corvee, dengan susah payah.

Butuh waktu sekitar 34 menit bagi Anthony untuk mengalahkan peringkat 43 dunia tersebut. Dengan skor akhir 21-18, 21-10, ia pun berhak meraih tiket babak kedua pada kejuaraan yang menyediakan total hadiah hingga 600.000 dolar AS itu.

"Sebenarnya saya cukup lelah setelah memenangi China Open. Namun, saya harus memberikan yang terbaik di sini karena saya adalah juara bertahan," ucap Anthony dalam laman resmi BWF.

Bila merujuk pada keikutsertaan Anthony dalam beberapa kompetisi terakhir, maklum ia berkata demikian. Sejak Asian Games 2018 kelar awal bulan ini, ia belum sekali pun absen di sejumlah kejuaraan papan atas dunia.

Dimulai pada Japan Open (11-16 September), lalu China Open (18-21 September), dan kini Korea Open (25-30 September). Dan pada dua kejuaraan yang disebut di awal, langkah Anthony selalu cukup jauh, perempat final Japan Open serta juara China Open.

Bila mengacu pada tiap kejuaraan, dalam tiga minggu terakhir, Anthony hanya memiliki waktu istirahat hanya lima hari saja. Akumulasi dari rentetan pertandingan ini lah yang membuat ia berucap "sedikit lelah" tadi.

Maka, heran bila Anthony cukup dibuat sulit oleh Corvee di babak pertama Korea Open, khususnya di babak pertama. Perolehan skor kedua pemain di gim tersebut cukup ketat. Margin angka pun terjauh hanya lima angka, sebelum Corvee memperkecil jelang akhir gim.

Beda dengan gim kedua, saat Anthony lebih nyaman bermain. Perolehan angka andalan Indonesia itu melesat. Untuk hal ini, menurut Anthony, kemenangan di Korea Open tahun lalu cukup berperan.

"Saya mendapatkan banyak kepercayaan diri setelah memenangi Korea Open tahun lalu. Saya bermain di sejumlah turnamen setelah itu dan belajar banyak," ucap Anthony. "Saya kini harus menjaga kondisi mental."

Bukan hanya Anthony saja tunggal Indonesia yang melaju ke babak kedua. Tunggal putra Cipayung--sebutan lain untuk markas timnas bulu tangkis Indonesia--lain yang berhasil menaklukkan lawannya di babak pertama adalah Jonatan Christie.

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu menang atas lawan yang tak mudah, Kanta Tsuneyama (Jepang). Dalam durasi sekitar 36 menit, Jonatan menang dengan skor 21-18, 21-16.

Ini adalah kemenangan kedua Jonatan dari dua pertemuannya dengan juara Thailand Open 2018 itu. Kemenangan pertama terjadi di China Open 2018.

Tunggal putra Indonesia lain yang lolos ke babak kedua adalah Tommy Sugiarto. Pemain non-pelatnas Cipayung tersebut melangkah dari babak pertama setelah menang atas wakil Korea Selatan, Lee Hyun Il, dengan skor 21-9, 21-16.

Sayangnya, kegemilangan tiga wakil Indonesia di atas tak diikuti oleh Ihsan Maulana Mustofa. Ihsan harus mengakui kemampuan unggulan keempat asal Taiwan, Chou Tien Chen, dengan skor 18-21, 14-21.

Tunggal putra menjadi penyumbang wakil Indonesia terbanyak yang lolos ke babak kedua. Dari 12 wakil Indonesia yang turun, tujuh di antaranya berhasil lolos dari babak pertama.

Selain Anthony, Jonatan, dan Tommy, wakil Merah-Putih lain yang lolos adalah Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di ganda campuran, serta Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta di ganda putri.

Di sektor ganda campuran, akan terjadi pertarungan saudara pada babak kedua. Praveen/Melati akan berhadapan dengan Hafiz/Gloria. Sebagai catatan, pada Korea Open 2017, Praveen berhasil menjadi juara kala masih dipasangkan dengan Debby Susanto.

Dan, motivasi untuk mempertahankan gelar Korea Open, tak luntur di diri Praveen. Namun, "Saya mau fokus satu demi satu pertandingan dulu. Tidak mau terlalu jauh memikirkan ke final," tutur Praveen dalam Badmintonindonesia.org.

Menghadapi Hafiz/Gloria di babak final, menurut Praveen, faktor yang menentukan adalah kesiapan. "Kami sudah sering latihan bersama, sama-sama tahu kebiasaan Hafiz/Gloria seperti apa. Jadi tinggal faktor kesiapan saja," katanya.

BACA JUGA