TIMNAS INDONESIA

Apakah Bima Sakti pantas dipercaya tangani timnas senior

Pelatih baru timnas senior Indonesia, Bima Sakti berpose untuk Beritagar.id di Jakarta pada 8 Februari 2017.
Pelatih baru timnas senior Indonesia, Bima Sakti berpose untuk Beritagar.id di Jakarta pada 8 Februari 2017. | Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

Mantan kapten timnas senior Indonesia, Bima Sakti, dipilih PSSI untuk menjadi pelatih kepala. Pelatih 42 tahun ini pun menghadapi tugas besar pertamanya dengan memimpin anak asuhnya dalam Piala AFF 2018 pada 8 November hingga 19 Desember.

"Selamat bertugas untuk pelatih Bima Sakti dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih Luis Milla atas dedikasi dan kerja samanya selama satu setengah tahun," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, dalam laman resmi, Minggu (21/10/2018).

Bima memang meneruskan kinerja Luis Milla Aspas yang tak menerima perpanjangan kontrak dari PSSI setelah kerjasama pertama kedaluwarsa usai Asian Games 2018. Milla melalui status di Instagram mengungkapkan kesedihan karena tak bisa meneruskan kerjanya bersama timnas Indonesia.

Pelatih 51 tahun itu mengatakan dirinya sudah bekerja dengan baik meski pengelolaan timnas berantakan dan ada pelanggaran kontrak serta tidak profesional dari para pemimpin sepak bola Indonesia. Besar kemungkinan Milla merujuk ke PSSI.

View this post on Instagram

Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! 🇮🇩 . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! 🇮🇩 . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.

A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on

Adapun Bima adalah asisten Milla yang sejak awal menangani dua level timnas Indonesia; U-23 dan senior. Jadi, penunjukkan Bima didasari pada pengetahuan dirinya tentang pemain dan konsep permainan yang sudah ada.

Dukungan pun mengalir. Mantan gelandang timnas Indonesia, Ansyari Lubis, menilai Bima sudah paham apa yang harus dibenahi. "Bima saat ini pasti lebih paham pada karakter timnas dan dia tahu pemain-pemain mana yang layak untuk dipanggil," katanya dilansir Goal Indonesia, Selasa (23/10).

Sementara Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, menilai Bima memang layak dipercaya menangani timnas Indonesia. Danurwindo dalam Liputan6.com menilai Bima sudah tahu prinsip bermain racikan Milla, paham metode latihan, dan sudah mengenal para pemain.

"Dengan adanya Bima Sakti, nilai positifnya adalah komunikasi menjadi lebih lancar," tutur bekas pelatih timnas Indonesia jebolan Primavera yang kebetulan dipimpin Bima.

Jadi, Bima dipandang pantas oleh sesama pelaku sepak bola nasional dan bekas rekan bermainnya. Apalagi Bima akan dibantu oleh dua asisten yang juga bekas rekan bermainnya dalam tim Primavera; Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandi.

Bima sebenarnya miskin pengalaman dalam kapasitas pelatih kepala. Pada level klub, ia hanya pernah menjadi asisten pelatih Persiba Balikapan -- klub dari kota kelahirannya di Kalimantan Timur itu.

Bima sebenarnya sempat menjadi kepala pelatih timnas U-19 pada November 2017 meski hanya seumur jagung karena digantikan oleh pelatih "lama" Indra Sjafri. Bima diberhentikan dan kembali ke posnya pada level U-23 dan senior pada April 2018.

Jadi dari rujukan itu, Bima memang minim pengalaman. Namun, Bima sempat menjanjikan karena timnas senior tidak kalah dalam tiga latih tanding baru-baru ini. Menang 1-0 atas Mauritius dan 3-0 atas Myanmar, serta imbang 1-1 dengan Hongkong.

Menurut Bola.com, Bima adalah pelatih termuda yang pernah menukangi timnas senior Indonesia. Pelatih termuda sebelumnya adalah Nil Maizar pada 2012 meski sama-sama berusia 42 tahun tapi selisih 78 hari ketika menukangi timnas senior.

Penunjukkan Bima sebagai pelatih kepala timnas senior seolah menggenapi tren yang terjadi di dunia belakangan ini. Sejumlah timnas di dunia mempercayakan kursi pelatih kepala kepada para pelatih muda.

Di Asia Tenggara, Thailand mempercayai Kiatisuk Senamuang saat masih berusia 40 tahun walau pelatih 45 tahun ini sudah pernah menjadi pelatih sejumlah klub lokal. Timnas Ukraina pun demikian yang memercayakan eks pemain hebatnya, Andriy Shevchenko, sebagai pelatih kepala yang masih seusia Bima (42).

Jadi memercayakan jabatan pelatih kepala kepada para sosok muda bukan hal baru. Penunjukkan juga tak hanya mengandalkan umur, melainkan alasan teknis kepelatihan dan kepemimpinan (leadership).

Bima sebenarnya terkejut diberi kepercayaan oleh PSSI meski dirinya memang bermimpi menjadi pelatih kepala timnas senior Indonesia. "Memang cita-cita pasti ada, tapi tak menyangka secepat ini," ujar Bima yang antara lain bermain untuk klub Swedia, Helsingborgs IF, pada 1996.

Wajar bila Bima terkejut. Ia baru mengantongi Lisensi Kepelatihan A AFC pada Maret 2018. Jadi, Bima masih di bawah level lisensi profesional AFC yang secara teori tidak cukup untuk menukangi timnas level senior.

Namun itu bukan salah Bima. Di Indonesia, sejauh ini belum ada pelatih Indonesia yang punya lisensi kepelatihan profesional AFC. Bahkan Emral Abus yang menjadi instruktur kursus kepelatihan AFC pun hanya mengantongi sertifikat A seperti Bima.

Apapun, Bima sudah ditunjuk dan akan memulai tugas dalam pertandingan pada 9 November dengan menghadapi tuan rumah Singapura dalam Piala AFF 2018. Selain Singapura; Indonesia akan bertemu Timor Leste, Thailand, dan Filipina dalam grup A.

Catatan redaksi: Artikel telah ditambah paragraf berisi lisensi kepelatihan yang dimiliki Bima.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR