Aprisman raja kartu merah, Abdul Rahman wasit pesta gol

Pemain Persib, Michael Essien tengah merayakan gol ke gawang Sriwijaya di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (4/9). Kepemimpinan wasit di laga tersebut dikeluhkan Hartono Ruslan.
Pemain Persib, Michael Essien tengah merayakan gol ke gawang Sriwijaya di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (4/9). Kepemimpinan wasit di laga tersebut dikeluhkan Hartono Ruslan.
© Nova Wahyudi /Antara Foto

Kejadian Senin pekan lalu, mungkin akan terus diingat publik Sriwijaya FC. Pasalnya, hari itu, untuk kali pertama musim ini, klub kebanggaan kota Palembang dan sekitarnya, kalah 1-4 dari Persib Bandung di kandang sendiri. Ini adalah skor kekalahan terbesar Sriwijaya di Liga 1 Indonesia musim ini.

Banyak analisis menyebutkan bahwa lini belakang pasukan Wong Kito rapuh; pun demikian dengan buruknya penyelesaian para penyerang. Satu lagi yang disebut menjadi biang kekalahan itu.

"Banyak sekali keputusan wasit yang fatal dan lebih memihak Persib," kata pelatih Sriwijaya, Hartono Ruslan, seperti dikutip dari Goal. Adalah Abdul Rahman Salasa, sang pengadil lapangan di pertandingan tersebut.

Terlepas dari benar atau tidaknya klaim itu, namun ada satu benang merah mengenai Abdul Rahman saat memimpin pertandingan: pesta gol. Ya, dalam pertandingan yang dipimpin olehnya akan banyak gol yang hadir.

Bukan hanya kala Sriwijaya berhadapan dengan Persib. Menurut data yang Beritagar.id olah, demikian juga dengan pertandingan antara Madura United (MU) melawan Semen Padang (6-0) atau PSM Makassar vs. Persipura Jayapura (5-1).

Selama 9 kali memimpin pertandingan di 23 pekan Liga 1 Indonesia yang telah berjalan, jumlah gol pada pertandingan yang dipimpin Abdul Rahman mencapai 35. Artinya, rasio gol pertandingan yang dipimpinnya mencapai 3,8.

Jumlah tersebut merupakan tertinggi dari 39 wasit--baik asing maupun lokal--yang memimpin laga di Liga 1. Di tempat kedua ada nama Adi Riyanto. Dalam 9 pertandingan yang dipimpin nama terakhir itu, tercipta 34 gol.

Sedangkan Payam Heidari, adalah yang paling sedikit, yakni 2 gol di 1 pertandingan. Sedikitnya jumlah gol di pertandingan yang dia pimpin ini adalah satu kewajaran, karena dia adalah wasit asing asal Iran yang baru digunakan pada pertengahan musim.

Grafik distribusi gol berdasarkan kepemimpinan wasit
© Lokadata /Beritagar.id

Kinerja wasit

Adi Riyanto menjadi salah satu wasit yang kinerjanya kerap dipertanyakan. Misalnya, kala PSM melawan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, yang berakhir hasil seri 3-3 atau saat MU dihantam tuan rumah Borneo FC 3-0.

Bukan hanya Adi Riyanto saja, mungkin banyak lagi wasit yang kinerjanya dipertanyakan, termasuk Abdul Rahman. Bahkan, wasit Kusni dianggap sebagai musuh utama bobotoh--julukan suporter Persib.

Tentu, masing-masing pihak punya klaim atas ketidakpuasannya. Biasanya ketidakadilan itu terletak pada "perlakuan khusus" bagi tuan rumah. Media Bola pernah memberi contoh beberapa pertandingan untuk hal ini.

Tetapi, benarkah demikian? Sejauh ini wasit memang lebih banyak mengeluarkan kartu kuning untuk tim tamu. Namun, bila dikomparasi, jumlahnya tak jauh beda dengan tuan rumah.

Dalam catatan Beritagar.id, sebanyak 461 kartu kuning (52 persen) diberikan kepada tim tamu. Sedangkan tuan rumah 431 (48 persen). Pada titik ini, keberatan manajemen tim yang menilai wasit lebih berat kepada tuan rumah bisa didiskusikan lebih lanjut.

Sebaran kartu kuning yang diberikan oleh wast
© Lokadata /Beritagar.id

Tetapi, tidak demikian dengan kartu merah. Jumlah penerima kartu merah bagi klub tamu jauh lebih tinggi bila dibandingkan tuan rumah. Dari 36 kartu merah yang telah dikeluarkan wasit Indonesia sejauh ini, 26 di antaranya (72 persen) untuk tim tandang.

Untuk yang satu ini, Aprisman Aranda adalah rajanya. Dari 9 pertandingan yang telah ia pimpin, Aprisman telah mengeluarkan 5 kartu merah. Jumlah tersebut, semuanya untuk tim tamu.

Tim tamu yang paling sering dipimpin Aprisman adalah PS TNI. Sejauh ini, PS TNI memang dikenal dengan permainannya yang keras.

Jumlah kartu merah untuk tim tamu berdasarkan putusan wasit
© Lokadata /Beritagar.id

Apakah dengan banyaknya kartu merah untuk tim tamu dapat menguntungkan tuan rumah? Di satu sisi jelas, karena berkurangnya pemain di lapangan akan menentukan kinerja tim. Tetapi, kemenangan tuan rumah tidak melulu disebabkan karena kartu merah.

Ada banyak faktor yang dapat memenangkan tuan rumah. Misalnya, dukungan psikologis penonton, kesiapan klub, kondisi fisik lawan, dan lain-lain.

Apapun itu, dari 207 pertandingan yang telah dilakoni Liga 1 Indonesia, 119 di antaranya memang dimenangkan tuan rumah. Yang menjadi catatan, ada satu wasit yang kala memimpin pertandingan, tuan rumah selalu menang: Dodi Setia Purnama.

Dari enam pertandingan yang ia pimpin, semua tuan rumah selalu menang. Namun sejauh ini, Dodi tidak pernah memimpin tim kandang yang sama: Perseru Serui, Persipura, Persija Jakarta, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, dan Bali United.

Di sisi lain, gambaran berbeda diperlihatkan wasit Fariq Hitaba. Dari tiga kali ia memimpin pertandingan, semua tuan rumah selalu kalah. Sama seperti Dodi, Fariq tak pernah memimpin tuan rumah yang sama: Persiba Balikpapan, Perseru Serui, dan PS TNI.

Catatan menang-kalah-seri oleh wasit di Liga 1 Indonesia
© Lokadata /Beritagar.id

Untuk wasit yang paling sering memimpin laga kandang di tim yang sama adalah Thoriq M. Alkatiri. Wasit pemilik lisensi FIFA itu dua kali menjadi hakim lapangan bagi tuan rumah Persela Lamongan (vs. Arema dan Bhayangkara) serta Persegres United (vs. Sriwijaya dan Bhayangkara).

Sedangkan Perseru Serui adalah tim yang paling sering dipimpin wasit berbeda di kandang mereka. Dari 12 laga di Stadion Marora, Serui, Perseru selalu dipimpin wasit berbeda.

Sebenarnya, jumlah yang sama juga berlaku bagi MU. Sebanyak 12 wasit telah memimpin pertandingan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamengkasan, Madura. Bedanya, dari 23 pertandingan yang telah dilakoni, MU sudah memainkan 13 laga kandang.

Klub yang paling sering dipimpin oleh wasit yang sama di kandang mereka adalah PS TNI. Ada tiga wasit yang pernah dua kali memimpin pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat itu. Mereka adalah Nusur Fadilah (2 kali), Untung (2), dan Djumadi Effendi (2).

Jumlah wasit yang memimpin pertandingan tuan rumah
© Lokadata /Beritagar.id
MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.