PIALA DUNIA 2018

Argumen liar Messi-Ronaldo dan Kroasia pimpin klasemen

Messi tengah beraksi saat Argentina melawan Islandia di pertandingan pembuka Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion Spartak, Moscow, Rusia, Sabtu (16/6/2018) malam WIB. Argentina vs. Islandia imbang 1-1.
Messi tengah beraksi saat Argentina melawan Islandia di pertandingan pembuka Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion Spartak, Moscow, Rusia, Sabtu (16/6/2018) malam WIB. Argentina vs. Islandia imbang 1-1. | Felipe Trueba /EPA-EFE

Hasil imbang 1-1 antara Argentina melawan Islandia dalam laga pertama Grup D Piala Dunia 2018 di Rusia pada Sabtu (16/6/2018) malam WIB berbuntut panjang. Soal Argentina yang tak mampu menundukkan debutan di kompetisi sepak bola terakbar di dunia itu, satu hal.

Lainnya--dan yang paling panas--adalah pencapaian bintang Tim Tango, Lionel Messi, yang tampil buruk, bahkan gagal mencetak gol dari titik putih pada menit ke-64.

Terakhir kali Argentina gagal menang pada laga pembuka Piala Dunia terjadi saat mereka ditundukkan Kamerun 0-1 di Italia 1990.

Hal ini kemudian (lagi dan lagi) dibandingkan dengan capaian Cristiano Ronaldo saat Portugal menahan imbang Spanyol, beberapa jam sebelumnya. Ronaldo menyihir dunia dengan sejumlah rekor dan Messi diejek warganet karena kegagalannya itu.

"Argumen soal Ronaldo-Messi menjadi liar," tulis Yahoo Sport dalam judul artikelnya. "Sekarang semoga itu mereda, dan emosi itu mudah-mudahan tidak lagi mengaburkan logika, bisakah kita mengakui betapa absurdnya ide itu?" tulis Yahoo Sport kemudian.

Malam itu, Messi memang tak mendapatkan momen dalam permainannya. Ia bukan tak berusaha. Belasan tembakan (tiga mengarah ke gawang) ia lakukan, tapi semua berujung pada kegagalan. Untuk hal ini, kiper Islandia, Hannes Thor Halldorsson, patut diberi kredit.

"Sebagai kiper yang bermain untuk Islandia dan menghadapi pemain terbaik di dunia serta berhasil menahan tembakan penaltinya, itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan," ucap Halldorsson kepada BBC.

Masalahnya, usaha Messi itu seperti menuangkan bahan bakar ke dalam api persaingan--para fans kedua pemain tentunya--Messi-Ronaldo. Akronim GOAT (greatest of all time) yang sempat ditabalkan kepada Messi sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung, kini menjadi bahan ejekan.

Dan entah sengaja atau tidak, Ronaldo juga mengejek soal "gelar" GOAT Messi saat mencetak gol pertama ke gawang Spanyol beberapa jam sebelumnya. GOAT bukan berarti pemain terbaik di dunia, tapi kambing, begitu kira-kira ejekan Ronaldo.

Pada laga melawan Islandia, Argentina memang tak beruntung. Dalam catatan statistik, mereka memiliki 27 tembakan dengan tujuh yang tepat sasaran. Sedangkan Islandia, dari delapan tembakan, hanya dua sesuai target.

Pun demikian dengan penguasaan bola, Argentina unggul 78 persen, berbanding 22 persen punya lawan.

Keberhasilan Islandia menahan Argentina ini tak lepas dari pola permainan yang diterapkan Regnar Sigurdsson dkk. Mereka bermain bertahan secara kolektif dan disiplin untuk menahan serangan La Albiceleste (Putih dan Biru langit).

Begitu mendapat bola, para pemain Islandia segera mengoper bola cepat ke depan; baik dengan umpan panjang, pendek, maupun aksi individu pemainnya.

"Permainan bertahan kami sangat luar biasa. Kami tahu, mereka akan menguasai pertandingan 60-70 persen, dan itu tentu susah, terlebih menghadapi Argentina," ucap pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson. "Kredit harus diberikan kepada mereka untuk usaha kerasnya."

Sedangkan bagi Jorge Sampaoli, pelatih Argentina, pertandingan ini akan menjadi bahan eveluasi. Memang, dalam Piala Dunia 2018, termasuk babak kualifikasi, terdapat kelemahan mencolok dalam tim Argentina: mandul.

Di babak kualifikasi, mereka hanya mencetak 19 gol dari 18 pertandingan.

Sampaoli juga membela Messi yang tak mampu mebuat gol. Menurutnya, pertandingan tersebut memang sulit bagi Messi. Menurut Sampaoli, Islandia bertahan dengan sangat rapat.

"Itu adalah pertandingan yang tidak nyaman baginya. Leo (Messi) sangat berkomitmen dengan Argentina," ucap Sampaoli.

Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Spartak, Moscow, Rusia, gol bagi Argentina dicetak oleh Sergio Aguero pada menit ke-19. Sedangkan Islandia membalas empat menit kemudian via Alfred Finnbogason.

Pada pertandingan lain di Group D, Kroasia berhasil mengalahkan Nigeria dengan skor 2-0 di Kaliningrad Stadium, Kaliningrad, Rusia, Minggu (17/6/2018) dini hari WIB. Dua gol Kroasian dibuat oleh gol bunuh diri Oghenekaro Etebo menit ke-32 dan penalti Luka Modric (71).

Pada laga kali ini, Nigeria membuat catatan baru di Piala Dunia kali ini. Pada 58 menit pertama, mereka tak satu pun mencetak tendangan tepat sasaran. Sedangkan bagi Kroasia, ini adalah kali pertama sejak 1983 mereka memenangi laga pembuka Piala Dunia.

Modric, yang menjadi bintang kemenangan Kroasia mengatakan, ini adalah kemenangan yang layak bagi negaranya. "Nigeria bermain bagus. Namun kami lebih baik. Saya senang berhasil mencetak skor dari penalti," ucap Modric, yang dijadikan man of the match oleh BBC.

Dengan hasil ini, untuk sementara Kroasia memimpin klasemen Grup D dengan 3 poin. Argentina dan Islandia berada di posisi ke-2 dan 3. Sedangkan Nigeria, di posisi buncit.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR