PIALA ITALIA

Arti Piala Italia terbaru bagi Juventus

Para pemain Juventus merayakan keberhasilan merebut trofi Piala Italia di Stadion Olimpico, Roma, Kamis dini hari WIB (18/5/2017).
Para pemain Juventus merayakan keberhasilan merebut trofi Piala Italia di Stadion Olimpico, Roma, Kamis dini hari WIB (18/5/2017). | Gregorio Borgia /AP Photo

Juventus punya peluang merebut tiga gelar juara pada musim ini. Yang pertama, La Vecchia Signora mengamankan gelar juara Piala Italia, Kamis dini hari WIB (18/5/2017).

Juve memastikan juara dengan mengalahkan Lazio 2-0 di Stadion Olimpico, Roma. Dua gol dicetak masing-masing oleh Dani Alves pada menit 12 dan Leonardo Bonucci pada menit 24.

Setelah ini, Juve akan mempertahankan gelar juara Serie A. Untuk sementara memimpin klasemen dengan keunggulan empat angka dari AS Roma, yang mengalahkan mereka 3-1 pada Minggu (14/5), dan masing-masing punya dua laga sisa untuk dimainkan.

Setelah itu, Juve akan menjalani partai final Liga Champions dengan melawan Real Madrid di Cardiff, Wales, pada 3 Juni. Juve pun makin termotivasi untuk merebut dua gelar itu setelah menjuarai Piala Italia.

Maklum Piala Italia ini punya sejumlah arti. Bukan cuma sekadar trofi ketiga secara beruntun bagi Juve sekaligus rekor baru dalam ajang yang biasa disebut publik setempat; Coppa Italia.

Menurut Bonucci, keberhasilan mempertahankan gelar Piala Italia dipengaruhi oleh kekalahan dari Roma. Kepada Rai Sport (h/t Goal.com), pemain 30 tahun itu menilai Juve sudah bangkit.

"Kami tahu bagaimana Juventus sebenarnya. Kami terpukul ketika gagal menghadapi Roma dengan benar. Jadi pertandingan melawan Roma itu memang semacam alarm yang kami butuhkan," tukas Bonucci.

Juve seolah meremehkan Roma sehingga kalah 1-3 dan hal itu langsung diubah pada saat menghadapi Lazio. Bonucci pun memuji penampilan kiper Neto yang mengisi tempat Gianluigi Buffon.

Kiper 27 tahun ini membuat sejumlah penyelamatan gemilang. Antara lain menahan upaya Ciro Immobile dan Sergej Milinkovic-Savic. "Lazio punya serangan berkualitas dan dalam pertandingan tunggal ini kami membiarkan mereka punya peluang. Untung ada Neto," imbuh Bonucci.

Sementara pelatih Massimiliano "Max" Allegri menilai keberhasilan menjuarai Piala Italia adalah tanda para pemainnya tampil prima dan sesuai arahan. Kepada Reuters (h/t The Daily Mail), Allegri mengatakan timnya menyerang dengan baik pada babak pertama dan bertahan dengan kokoh pada babak kedua.

Lebih lanjut Allegri mengatakan para pemainnya berhasil menebus permainan buruk saat kalah dari Roma. Dan pelatih 49 tahun ini meminta para pemainnya mengulangi penampilan bagus tadi pada saat menghadapi Crotone, Minggu lusa (21/5).

Maklum, bila bisa mengalahkan Crotone, Juve langsung membungkus gelar juara Serie A. Persoalannya Crotone sedang menjalani performa bagus dengan meraih 17 poin dalam tujuh laga terakhir sehingga Juve dipastikan harus berjuang keras.

"Kami harus menunjukkan agresivitas yang sama sebab Crotone sedang bermain bagus. Kami butuh satu kemenangan lagi dan kami harus mengamankannya pada Minggu," tukas pelatih yang pernah mengantar AC Milan juara Serie A itu (h/t Forza Italian Football).

Allegri tentu tak mau timnya terpeleset lagi. Meski masa dua pekan terakhir disebut direktur Beppe Marotta adalah masa berat bagi Juve, Allegri dan tim justru sangat termotivasi. Apalagi setelah menjuarai Piala Italia.

Juve ingin mereplikasi keberhasilan Inter pada 2010 dengan menjuarai Serie A, Liga Champions, dan Piala Italia. "Kami berhasil memenuhi target pertama, sekarang kami ingin mengamankan Scudetto (Serie A)," pungkas Bonucci dalam laman ESPN FC.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR