ALL ENGLAND 2019

Awal menjanjikan Tontowi/Winny

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Winny Oktavina Kandow berusaha mengembalikan kok ke arah ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying pada babak kedua Turnamen All England 2019 di Arena Birmingham, Inggris, Kamis (7/3/2019). Tontowi/Winny berhasil melaju ke babak perempat final setelah menang 21-15, 16-21 dan 23-21.
Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Winny Oktavina Kandow berusaha mengembalikan kok ke arah ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying pada babak kedua Turnamen All England 2019 di Arena Birmingham, Inggris, Kamis (7/3/2019). Tontowi/Winny berhasil melaju ke babak perempat final setelah menang 21-15, 16-21 dan 23-21. | Widya Amelia/Humas PP PBSI /Antara Foto

Tontowi Ahmad kini memiliki pasangan baru. Namanya Winny Oktavina Kandow. Ganda campuran ini baru bersama pada awal Februari 2019, tetapi telah memperlihatkan awal yang cukup menjanjikan.

Hal itu terlihat dalam pertandingan babak kedua All England 2019 di Arena Birmingham, Inggris, Kamis (7/3/2019). Tontowi/Winny, yang tak diunggulkan, menang 21-15, 16-21, 23-21 atas unggulan ke-5 asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Merekapun melangkah ke perempat final turnamen bulu tangkis paling bergengsi tersebut.

Kalau saat berpasangan dengan Liliyana Natsir, yang pensiun pada Januari lalu, Owi--sapaan akrab Tontowi--lebih terlihat sebagai "murid", kali ini ia harus mengubah peran menjadi mentor. Beberapa kali ia terlihat memberi instruksi dan menyemangati Winny, terutama saat poin mereka tertinggal.

"Tadi saya hanya bilang, kalau poin kritis, apalagi di kejuaraan penting, mati boleh tapi kita harus dalam keadaan siap. Kalau tadi kan matinya kita nggak siap. Jadi Winny kalau di poin kritis tadi harus siap," ujar Tontowi kepada BadmintonIndonesia.org, menjelaskan apa yang terjadi di lapangan.

"Dari awal strategi kami sudah benar, tapi di game kedua kami kepancing sama pola main mereka. Di game ketiga kami diberi instruksi sama pelatih dan bisa kembali menjalankan strategi seperti di game pertama. Kami unggul strategi, tapi nggak bisa dibocorkan ya apa strateginya," lanjut Tontowi.

Winny mengakui bahwa dia beberapa kali melakukan kesalahan pada poin-poin kritis pertandingan tersebut. Ia menyatakan sempat tidak siap berpasangan dengan Tontowi.

"Berpasangan (sama Tontowi) awalnya beban, tapi pas tanding sudah tidak, Bang Owi kalau ngasih tau santai, lebih kayak ke teman," kata Winny.

Wajar jika putri kelahiran Minahasa, Sulawesi Utara, yang baru berusia 20 tahun itu merasa terbebani saat berpasangan dengan Tontowi. Jika melihat deretan prestasi, pasangan ini memang amat kontras.

Bersama Liliyana, Owi telah menjuarai berbagai turnamen besar yang ada di Bumi, termasuk tiga kali juara All England berturut-turut (2012, 2013, dan 2014), dua kejuaraan dunia (2013 dan 2017), dan medali emas Olimpiade 2016.

Sementara Winny baru masuk dunia profesional pada 2016. Prestasi terbesarnya pada turnamen BWF World Tour Super Series adalah menerobos hingga semifinal Singapore Open 2018. Saat itu ia masih berpasangan dengan Akbar Bintang Cahyono dan mereka dikalahkan Tontowi/Liliyana di semifinal tersebut.

Setelah Liliyana--populer disapa Butet--resmi pensiun usai Indonesia Masters pada awal tahun, Richard Mainaky, pelatih ganda campuran Pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pun sibuk mencari pendamping baru Owi. Richard akhirnya menunjuk Winny.

"Dari ganda campuran pratama lainnya, Winny yang terlihat lebih unggul. Dia pemain muda setelah Mentari (Pitha Haningtyas Mentari). Winny bisa lebih cepat. Dia punya fisik kuat, orangnya termasuk cuek," kata Richard, dikutip Kompas.com (13/2)

Sikap cuek tersebut, menurut sang pelatih, menjadi penting karena Winny takkan terlalu terbebani dengan nama besar Owi. Selain itu, Winny juga dipandang berambisi, tak mau kalah, dan berani.

Mantan pemain nasional dan pelatih tim nasional, Christian Hadinata, menasihati agar Owi memperkuat mental dan memahami bahwa Winny adalah pemain yang baru menapaki karier, belum setara dengan Butet.

"Jangan berpikir Winny harus seperti seorang Butet. Ini juniornya yang baru saja menapak karier di turnamen yang bergengsi. Kini, Owi fungsinya menjadi leader. Ini yang harus berubah dari seorang Owi, menutup semua bidang di lapangan, menutup kelemahan dari Winny," ujar Christian kepada detikSport (7/3).

"Sementara itu, Winny harus mempunyai keberanian, mempunyai mental yang lebih. Sebab, tekanan enggak cuma dari lawan, tapi dari senior yang juaranya sudah macam-macam. Tekanan berlipat ganda untuk Winny, dia harus bisa mengatasi itu."

All England adalah turnamen ketiga yang dijalani bersama Owi/Winny. Hasil pada dua turnamen sebelumnya terbilang lumayan untuk pasangan baru. Owi/Winny bisa mencapai perempat final Barcelona Spain Masters 2019, lalu melangkah hingga babak kedua German Open.

Kini mereka telah masuk babak 8 besar All England dan malam nanti, Jumat (8/3), akan berhadapan dengan unggulan ke-3 dari Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Peluang untuk menang memang terbilang kecil, tapi bukan berarti tertutup. Setidaknya Owi/Winny bisa menunjukkan potensi mereka untuk menjadi pasangan baru yang harus diwaspadai, juga bahwa ganda campuran Indonesia tak kendur dengan pensiunnya Liliyana.

Hasil pertandingan pemain Indonesia di All England 2019, Kamis (7/3):

Tunggal putra

Tommy Sugiarto menang atas Huang Yuxiang (Tiongkok), 22-24, 21-16, 21-17
Jonatan Christie kalah dari Srikanth Kidambi (India), 17-21, 21-11, 12-21

Ganda Putra

Hendra Setiawan/M Ahsan menang atas Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia), 21-19, 21-18
Fajar Alfian/M Rian Ardianto menang atas Ou Xuanyi/Ren Xiangyu (Tiongkok), 13-21, 21-19, 23-21

Ganda Putri

Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta menang atas Chang Ye-na/Jung Kyung-eun (Korea Selatan), 21-13, 21-11
Apriyani Rahayu/Greysia Polii menang atas Dong Wenjing/Feng Xueying (Tiongkok), 21-10, 21-12

Ganda Campuran

Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow menang atas Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), 21-15, 16-21, 23-21Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menang atas Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman), 21-11, 21-17

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR