LA LIGA SPANYOL

Awal tahun yang buruk bagi Real Madrid

Karim Benzema tengah beraksi saat Real Madrid menjamu Real Sociedad dalam pekan ke-18 La Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Senin (7/1/2019) dini hari WIB. Madrid kalah 0-2.
Karim Benzema tengah beraksi saat Real Madrid menjamu Real Sociedad dalam pekan ke-18 La Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Senin (7/1/2019) dini hari WIB. Madrid kalah 0-2. | Kiko Huesca /EPA-EFE

Pergantian tahun sepertinya belum mengubah nasib Real Madrid di ajang La Liga Spanyol. Setelah terseok-seok di awal musim--hingga memecat pelatih Julen Lopetegui dan menggantinya dengan Santiago Solari--Madrid masih urung mendapat hasil positif.

Sudah dua laga resmi dilakoni Madrid pada tahun ini. Hasilnya, mereka semakin terbenam dengan sekali imbang dan sekali kalah. Bahkan, kekalahan Madrid terjadi di rumah sendiri, Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Senin (7/1/2019) dini hari.

Menjamu Real Sociedad, Madrid justru kalah 0-2 lewat gol Willian Jose (penalti menit ke-3) dan Ruben Pardo (80). Musim ini Santiago Bernabeu sepertinya tidak cukup angker bagi lawan-lawan si empunya rumah.

Pasalnya, ini adalah kekalahan kedua Madrid di sana. Sebelumnya mereka juga dikalahkan tim papan tengah lainnya, Levante. Hingga pekan ke-18, Sociedad duduk di peringkat 12 dan Levante 10. Madrid? Kini keluar dari zona Liga Champions, menempati posisi kelima.

Pada pertandingan dini hari tadi, Los Blancos bermain tak seperti tim besar yang telah mengoleksi 33 gelar La Liga dan 13 trofi Liga Champions. Sergio Ramos dkk. bermain semenjana.

Statistik penguasaan bola kedua tim imbang, 50 persen. Memang mereka unggul soal tembakan, di mana Madrid mampu menghasilkan 28 tembakan (8 di antaranya tepat sasaran) dan Sociedad membukukan 12 tendangan (4 tepat sasaran).

Namun, lini belakang mereka sangat rapuh. Bahkan, apa yang dilakukan oleh Casemiro, pemain tengah Madrid asal Brasil, hingga menyebabkan penalti pada awal laga disebut media Marca sebagai tindakan bodoh.

Madrid ibarat petarung amatiran, alih-alih petinju profesional yang bertarung di atas ring. Mereka memukul ke sana ke mari, tapi tidak ada yang bisa menjatuhkan lawannya. Meski demikian, Solari sepertinya tak sependapat dengan hal itu.

"Tidak ada kesimpulan yang bisa dibuat, karena kami kalah. Namun, saya melihat karakter, dan itu adalah hal yang tak termaafkan jika (Anda) tak melihat karakter tersebut," ucap Solari dalam laman resmi Madrid.

Laga melawan Sociedad dini hari tadi, seperti menggambarkan perjalanan Madrid musim ini. Secara rata-rata, menurut data Whoscored, Madrid memiliki jumlah tembakan per pertandingan yang bagus: 16.

Masalahnya, hal itu tidak diimbangi dengan pemanfaatan peluang. Sejauh ini, mereka baru bisa mencetak 26 gol dari 18 pertandingan. Jumlah itu, bahkan tak jauh dari kontribusi Lionel Messi seorang soal membuat gol bagi Barcelona di La Liga musim ini: 16 gol dan 10 assists.

Sedangkan lini belakang Madrid tak ubahnya tim-tim yang berjuang menghindari degradasi, Kini Si Putih telah kebobolan 23 kali. Hanya ada 7 dari total 20 peserta La Liga yang kebobolan lebih banyak gol dari Madrid musim ini.

Solari pun meminta para pemainnya untuk melupakan semua yang sudah terjadi. "Kami harus menyingkirkan soal peluang yang telah kami buat. Kami akan bertarung seperti biasanya, ingin menang, pada pertandingan selanjutnya," ucap Solari.

Barcelona semakin kukuh

Jika Madrid masih berusaha berjuang untuk memperbaiki posisi di papan klasemen, Barcelona justru kian kukuh di puncak. Hal ini tak lepas dari kemenangan 2-1 mereka atas tuan rumah Getafe Senin (7/1) dini hari WIB, sesaat setelah laga Madrid vs. Sociedad usai.

Jarak Barcelona (40 poin) dengan peringkat kedua La Liga Spanyol, Atletico Madrid (35 poin), kini menjadi lima poin. Melebarnya jarak kedua tim tak lepas dari hasil imbang 1-1 Atletico kala bertanding dengan tuan rumah Sevilla, Minggu (6/1) malam.

Dua gol Barcelona di Stadion Coliseum Alfonso Perez, Madrid, Spanyol, dibuat oleh Lionel Messi pada menit ke-20 dan Luis Suarez (39). Sementara itu, gol balasan Getafe dibuat oleh Jaime Mata lima menit usai gol Suarez.

"Kami tahu hasil-hasil para pesaing sebelum laga. Kami sempat tertekan untuk mengambil keuntungan dari situasi itu, tapi kami mampu melakukannya di stadion yang sulit," ujar pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, seperti dikutip Marca (H/T Goal Indonesia).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR