LIGA 1 INDONESIA

Bali United cuma menang tipis atas Persija

Penyerang Persija Marko Simic (kiri) dibayangi pemain belakang Bali United Leonard Tupamahu dalam laga Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (31/5/2019).
Penyerang Persija Marko Simic (kiri) dibayangi pemain belakang Bali United Leonard Tupamahu dalam laga Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (31/5/2019). | Nyoman Budhiana /Antara Foto

Bali United mengalahkan Persija Jakarta 1-0 dalam laga Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (31/5/2019) malam. Kemenangan tipis itu sebenarnya menggambarkan situasi tidak efektif karena Bali memiliki banyak peluang.

Bali menguasai permainan, terutama pada babak kedua. Serangkaian serangan Bali pun melahirkan sedikitnya 10 tembakan, empat di antaranya menuju gawang Persija.

Peluang terbanyak diperoleh penyerang Ilija Spasojevic. Penyerang berdarah Montenegro ini mengeksekusi empat peluang pada babak kedua, tapi semuanya jauh dari sasaran.

Beruntung bagi Bali memiliki Paulo Sergio. Pemain asal Brasil ini memecah kebuntuan dan mencetak gol tunggal kemenangan pada menit ke-82.

Gol tak lepas dari kegagalan bek Persija, Ryuji Utomo, menyapu bola terobosan sehingga Sergio langsung berhadapan dengan kiper Andritany Ardhyasa.

Kemenangan ini membuat posisi Bali di papan atas tetap terjaga. Pasukan Stefano "teco" Cugurra menempel pemimpin klasemen sementara Madura United dengan nilai sama (sembilan) dan hanya kalah selisih gol.

Teco, pelatih yang membawa Persija juara Liga 1 musim lalu, mengatakan kunci kemenangan timnya adalah konsistensi. Pelatih asal Brasil ini menegaskan para pemainnya terus berusaha hingga berhasil memecah kebuntuan.

Sedangkan bagi Persija, ini adalah kekalahan kedua beruntun dan belum sekali pun meraih kemenangan dari tiga kali bermain sehingga mereka masih tertahan di papan bawah. Tekanan kepada pelatih Ivan Kolev pun mengemuka, terutama di Twitter dengan tagar #KolevOut.

Kolev, mantan pelatih tim nasional Indonesia, mengaku sulit menjelaskan mengapa Persija kalah. Pelatih asal Bulgaria ini mengatakan hanya karena satu kesalahan, timnya kemasukan gol dan kalah.

Padahal, lanjut Kolev, timnya juga punya peluang mencetak gol; masing-masing melalui Bruno Matos, Marko Simic, dan Novri Setiawan. "Ini susah dipercaya," katanya.

Lebih lanjut, Kolev menjelaskan bahwa para pemainnya terkendala fisik dan stamina. Persija seolah ditinggalkan dewi fortuna karena harus melakoni tiga partai tandang dalam kurun 12 hari.

Macan Kemayoran mengunjungi Barito Putera pada 20 Mei, lalu main di Magelang untuk menghadapi PSIS Semarang pada 26 Mei, dan terakhir melawat ke Gianyar. Laga melawan Bali pun seharusnya menjadi partai kandang, tapi Polda Metro Jaya tidak mengizinkan pertandingan di Jakarta menyusul kerusuhan 22 Mei 2019.

Situasi lainnya, Persija beristirahat lebih sedikit dibanding Bali yang terakhir bermain sebelum ini adalah pada 21 Mei. Itu pun pertandingan kandang.

Jadi, menurut Kolev dalam Kompas.com, Persija menderita kerugian karena waktu istirahat yang ada justru digunakan untuk bertolak ke Gianyar. "...tidak akan mudah, sebab yang pertama kami harus recovery, lalu melakukan persiapan yang bagus supaya permainan kami bisa bagus," kata Kolev.

PSS curi poin di Jayapura

Pemain Persipura Jayapura Todd Rivaldo Ferre (kiri) berusaha melewati dua pemain PSS Sleman dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Mandala Jayapura, Papua, Jumat (31/05/2019). Kedua tim bermain 1-1.
Pemain Persipura Jayapura Todd Rivaldo Ferre (kiri) berusaha melewati dua pemain PSS Sleman dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Mandala Jayapura, Papua, Jumat (31/05/2019). Kedua tim bermain 1-1. | Gusti Tanati /Antara Foto

Dari pertandingan lain tadi malam, PSS Sleman berhasil mengatasi misi sulit di Jayapura dengan menahan tuan rumah Persipura 1-1. Bermain di Stadion Mandala, PSS membawa pulang satu poin berkat permainan efektif.

Persipura unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Titus Bonai pada menit ke-17 setelah Mamadou Samassa dilanggar di kotak terlarang saat berusaha mencetak gol.

PSS baru berhasil membalas pada menit ke-74 melalui sentuhan Yevven Bokhashvili setelah menerima bola silang pendek dari Brian Ferreira dalam serangan balik.

Serangan balik memang menjadi kunci permainan PSS. Di sinilah efektivitas permainan ditunjukkan PSS karena selalu berakhir dengan peluang.

PSS menciptakan lima peluang dari serangkaian serangan balik, dua di antaranya menuju berakhir dengan tembakan ke gawang Persipura. Sementara Persipura hanya bisa mencetak satu gol dari enam kesempatan menyusul dua peluang di antaranya mentah di hadapan kiper PSS, Tri Goentara.

Pelatih Persipura Luciano Leandro mengaku kecewa dengan hasil imbang di kandang ini. Para pemain dinilai gagal memanfaatkan momen emas tambahan untuk mencetak gol, sedikitnya dua kali.

"Semua bisa lihat, Persipura berusaha mencetak gol dan punya banyak peluang untuk menang. Tapi kita tidak bisa memanfaatkannya," kata pelatih asal Brasil ini.

Sedangkan Seto Nurdiantoro, pelatih PSS, mengatakan keberhasilnya timnya adalah berkat kekalahan dari Persipura di Sleman dalam masa pramusim. Pelajarannya adalah tidak bermain terbuka melawan Persipura.

"Makanya kami bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik," ungkap Seto.

Hasil imbang yang berharga di Jayapura membuat PSS bisa berada di papan atas dengan duduk di urutan empat klasemen sementara dengan nilai lima --empat poin di bawah Madura dan Bali. Sementara masih tertahan di papan bawah tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan.

Pekan keempat diundur

Dua pertandingan di atas menjadi penutup Liga 1 sebelum libur Lebaran. Setelah itu pekan keempat digelar pada 14-18 Juni, tapi PT Liga Indonesia Baru sebagai operator mengundur hingga 27-28 Agustus.

Perubahan jadwal dilakukan setelah PSSI melakukan permintaan menyusul agenda timnas Indonesia untuk melakoni partai persahabatan FIFA pada 11 dan 15 Juni. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Yordania di Amman dan Vanuatu di Jakarta.

Dengan begitu, Liga 1 akan dimulai setelah libur Lebaran dan partai persahabatan FIFA pada kalender pekan kelima dalam kurun 21-28 Juni.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR