LA LIGA SPANYOL

Barcelona di ambang juara bila melihat sejarah

Messi tengah mengambil tendagan bebas saat Barcelona mengalahkan Atletico Madrid 1-0. Senin (5/3/2018) dini hari WIB. Messi berhasil membuat gol dari tendangan bebas di tiga pertandingan terakhir.
Messi tengah mengambil tendagan bebas saat Barcelona mengalahkan Atletico Madrid 1-0. Senin (5/3/2018) dini hari WIB. Messi berhasil membuat gol dari tendangan bebas di tiga pertandingan terakhir. | Enric Fontcuberta /EPA-EFE

Laju Barcelona di kompetisi La Liga Spanyol belum terhenti. Tak satupun dari lawan-lawannya di kompetisi domestik itu mampu mengalahkan Lionel Messi dkk. Real Madrid mereka pukul 3-0. Teranyar, giliran Atletico Madrid yang mereka kalahkan,

Bertanding di kandang sendiri, Camp Nou, Barcelona memetik kemenangan tipis atas peringkat kedua La Liga, dengan skor 1-0, Senin (5/3/2018) dini hari WIB. Gol via tendangan bebas Messi pada menit ke-26 menjadi pembeda nasib kedua tim.

Dengan golnya tersebut, Messi pun membuat catatan unik, yakni berhasil menjebol gawang lawan lewat tendangan bebas di tiga pertandingan terakhir secara beruntun.

Ini adalah kali pertama Messi melakukannya, dari ratusan gol yang dia buat. Itu yang dicatat Opta.

Hasil ini pun menjaga catatan tak terkalahkan Barcelona di La Liga. Dari 27 pertandingan musim ini, mereka memenangi 21 laga dan 6 imbang. Bila dihitung sejak musim lalu, artinya mereka sudah tak terkalahkan di 34 pertandingan (28 menang dan 6 imbang).

Barcelona pun semakin dekat dengan rekor milik Real Sociedad, yakni tak terkalahkan di 38 partai.

Sebenarnya, Atletico punya modal bagus untuk merusak catatan bagus Barcelona. Yakni, selain karena selalu menang di delapan pertandingan terakhir mereka di semua ajang, juga lantaran keberadaan Diego Simeone.

Nama terakhir itu punya catatan bagus bila berjumpa dengan Ernesto Valverde, pelatih Barcelona. Dari 10 pertemuan kedua pelatih, Simeone tak pernah kalah dari Valverde. Rinciannya, enam kemenangan dan empat imbang.

Masalahnya, Simeone bukan cuma bertemu dengan Valverde, tapi Barcelona secara keseluruhan. Dan, hasilnya menjadi negatif. Dari 22 pertemuan dengan Barcelona di seluruh kompetisi sebagai pelatih, pria asal Argentina itu hanya menang 2 kali.

"Dalam pertandingan itu, kita sudah sangat dekat (mendapat poin). Jika dia (Messi) mengenakan seragam Atletico, kami dapat memenangi laga," ucap Simeone, yang dilansir AS.

Messi memang layak diberi kredit lebih. Dengan golnya ini, artinya ia telah membuat 600 gol sepanjang karirnya di lapangan hijau--termasuk kala membela Argentina.

Namun, para pemain Barcelona lain juga tampil apik dalam pertandingan tersebut. Whoscored mencatat, Los Cules berhasil melakukan penguasaan bola hingga 58 persen; berbanding 42 milik Atletico.

Dari jumlah tersebut, Barcelona berhasil membuat 16 tembakan--lima di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Atletico, dari enam tembakan, hanya satu yang tepat mengarah ke gawang Barcelona.

Atletico memang terlihat bermain sedikit bertahan. Mereka lebih memilih tendangan-tendangan jarak jauh untuk mengancam Barcelona dalam formasi 4-4-2.

Maka, tak heran bila sejumlah pihak mengatakan kekalahan Atletico dikarenakan cara bermain bertahan mereka. Simeone tak membantah soal itu, juga tak mengiyakan.

"Dengan formasi yang sama, kami mampu membuat lima gol dari Sevilla. Hasil tidak mengikuti karena sistem," ucapnya. "Barcelona memiliki sedikit peluang ... Benar kami tak menyerang di babak pertama, tapi di babak kedua sedikit lagi kami mendapat hasil."

Bila Simeone menyesalkan kegagalan timnya mendapat poin, tak demikian dengan Valverde. Mantan pembesut Athletic Bilbao itu sangat bangga dengan timnya berhasil menuntaskan laga dengan kemenangan.

Dia berharap, timnya dapat memenangi laga dengan tipe permainan seperti yang dibangun Atletico. "Tipe permainan seperti ini fundamental dan penting untuk meraih titel," ucap Valverde, seperti dilansir laman resmi Barcelona.

Meski puas dengan penampilan anak asuhnya, Valverde tak ingin merayakannya berlebihan. Menurutnya, kemenangan ini belum memastikan apa-apa. Masih ada 11 pertandingan sisa yang harus mereka jalani untuk sampai di penghujung musim.

"Kita telah melangkah maju, tapi ini belum definitif," ucap Valverde.

Kini, Barcelona nyaman di puncak klasemen sementara La Liga dengan 69 poin dari 27 pertandingan. Sedangkan Atletico, menguntit di belakangnya dengan 61 poin.

Sikap tenang dan tak ingin jumawa Valverde tadi memang bagus. Namun, Opta punya catatan penting. Yakni, belum pernah ada tim gagal menjuarai La Liga bila selisih poin dengan peringkat keduanya minimal delapan dan menyisakan 11 pertandingan.

Dan, sejarah itu sepertinya belum akan rusak bila melihat penampilan Barcelona musim ini yang begitu apik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR