LA LIGA SPANYOL

Barcelona yang tak tersentuh

Duet Suarez-Messi menghancurkan Deportivo di kandang sendiri. Pertandingan yang berlangsung Senin (30/4/2018) dini hari WIB, Deportivo kalah telak dari Barcelona, 2-4. Messi mencetak trigol.
Duet Suarez-Messi menghancurkan Deportivo di kandang sendiri. Pertandingan yang berlangsung Senin (30/4/2018) dini hari WIB, Deportivo kalah telak dari Barcelona, 2-4. Messi mencetak trigol. | Cabalar /EPA-EFE

Deportivo La Coruna sepertinya tak cukup kuat untuk menunda laju Barcelona meraih gelar ketujuhnya di La Liga Spanyol dalam satu dekade terakhir. Pasalnya, tim yang dilatih Clarence Seedorf itu dipaksa menyerah 2-4 oleh Barcelona, pada pekan ke-34.

Bertanding di Estadio Riazor, A Coruna, Spanyol, pada Senin (30/4/2018) dini hari WIB, sebenarnya kedua tim mampu bermain imbang hingga menit ke-80.

Dua gol Barcelona yang dibuat Philippe Coutinho pada menit ke-7 dan Lionel Messi (32) mampu dibalas Lucas Perez (40) serta Emre Colak (64). Namun, bencana bagi Deportivo datang 10 menit jelang waktu normal berakhir.

Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor dalam rentang tersebut, tepatnya pada menit ke-82 dan 85. Ini adalah hat-trick ke-30 Messi di La Liga, atau ke-40 dalam kariernya bersama Barcelona.

Ada satu catatan lain dalam trigol Messi ini. Semua gol dikreasikan oleh satu pemain, Luis Suarez. Dalam catatan Opta, ini adalah kali pertama Messi diberikan assist sebanyak tiga kali hanya oleh seorang pemain dalam satu pertandingan.

Dengan titel ini, artinya Barcelona berhasil meraih gelar ke-25 sepanjang sejarah. Dan, dari jumlah tersebut, mungkin gelar ke-25 inilah yang akan diingat orang dalam waktu lama. Pasalnya, ini adalah kepastian juara tercepat sepanjang sejarah La Liga di abad ke-21.

"Saya sangat senang, karena ini adalah musim yang panjang, dan kami telah mengejar (gelar) saat kami di puncak klasemen," ucap pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, seperti dikutip dari laman resmi Barcelona.

Sebagai catatan, Barcelona berhasil bertahan di puncak klasemen La Liga 2017/2018 sejak pekan ketiga. "Kami telah menjadi tim terhebat. Apa yang telah kami mainkan sangat luar biasa," ucap mantan pelatih Athletic Bilbao tersebut.

Sah-sah saja Valverde berkata demikian. Pasalnya, tak ada satu pun klub yang mampu mengalahkan Barcelona di musim ini, di La Liga tentunya. Dalam 34 pekan yang telah mereka lalui, Barcelona membukukan 26 kemenangan dan delapan hasil imbang.

Mereka pun membuat sejarah baru di La Liga, menjadi klub terlama yang tak pernah merasakan kalah sepanjang sejarah. Bila digabungkan perjalanan musim lalu, artinya hingga detik ini, Barcelona sudah tak kalah di 41 pertandingan.

Sebenarnya, pada pekan-pekan selanjutnya, para pemain Barcelona sudah bisa bersantai. Pasalnya, sisa pertandingan musim ini tak berarti apa-apa lagi. Gelar liga sudah. Pun gelar Coppa del Rey, yang berhasil mereka dapatkan Ahad pekan lalu.

Sedangkan di Liga Champions, mereka sudah disingkirkan AS Roma di perempat final, pertengahan April. Jadi, sudah tak ada lagi gelar yang bisa mereka raih.

Kecuali satu hal: rekor. Ambisi Valverde kini adalah membuat Blaugrana tak terkalahkan dalam satu musim kompetisi penuh. Sejauh ini, belum pernah ada tim yang melakukannya, setidaknya itu yang dikatakan Valverde.

"Kami akan senang untuk menyelesaikan musim tanpa terkalahkan, dan membuat rekor baru," kata pelatih yang kini barhasil menyamakan reputasinya dengan Louis van Gaal, Josep Guardiola, dan Luis Enrique: meraih dua gelar di musim pertamanya.

Bila rekor tersebut benar-benar terjadi, mungkin akan menjadi kado perpisahan yang sangat manis bagi Andres Iniesta. Pasalnya, di akhir musim nanti, pemain yang sudah 16 tahun membela Barcelona itu bakal angkat kaki dari Camp Nou.

Dan Messi, bintang kemenangan Barcelona atas Deportivo, seolah mempersembahkan gelar musim ini kepada Iniesta. "Iniesta layak pergi dengan kondisi seperti ini. Dia pergi dengan gelar ganda, meski kami ingin treble. Kami berharap yang terbaik untuknya," ucap Messi.

Bila Barcelona bersuka cita, tak demikian dengan Deportivo. Dengan kekalahan ini, Deportivo dipastikan terdegradasi musim depan. Mereka kini terpaku di posisi ke-18 dari 20 tim dengan 28 poin.

Jumlah poin mereka sudah tak mampu lagi mengejar tim-tim di atasnya. Karena, dengan tiga laga tersisa, maksimal poin yang dapat mereka raih hanya 37--dengan asumsi Deportivo menang di semua partai. Sedangkan tim-tim di atasnya, Levante, Leganes, atau Espanyol memiliki poin 40.

Seedorf pun sudah meminta maaf kepada semua publik Estadio Riazor. Pria yang akan meninggalkan Deportivo begitu musim berakhir itu berharap yang terbaik untuk timnya. "Kami akan menyelesaikan musim dengan baik, dengan harga diri," ucap Seedorf, yang dikutip dari Footbal Espana.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR