LIGA NEGARA UEFA

Belanda kalahkan Prancis dan kirim Jerman turun kasta

Memphis Depay (tengah) merayakan golnya untuk Belanda sehingga menang 2-0 atas Prancis dalam Liga Negara UEFA di Rotterdam, Belanda, Sabtu (17/11/2018) dini hari WIB.
Memphis Depay (tengah) merayakan golnya untuk Belanda sehingga menang 2-0 atas Prancis dalam Liga Negara UEFA di Rotterdam, Belanda, Sabtu (17/11/2018) dini hari WIB. | Koen van Weel /EPA-EFE

Sekali dayung dua pulau terlampaui. Itulah yang dilakukan Belanda saat melakoni lanjutan Grup 1 Liga A Liga Negara UEFA di Rotterdam, Belanda, Sabtu (17/11/2018) dini hari WIB.

Mereka mengalahkan juara dunia Prancis 2-0 dan sekaligus mengirim Jerman degradasi ke Liga B. Kemenangan itu mengantar Belanda duduk di posisi dua Grup 1 dengan nilai enam, satu angka di bawah Prancis.

Sedangkan Jerman hanya memiliki nilai satu di posisi terakhir (tiga). Satu-satunya nilai itu diperoleh ketika bermain 0-0 dengan Prancis pada 7 September lalu. Namun, Jerman kalah 1-2 di kandang Prancis dan 0-3 di rumah Belanda.

Dalam pertandingan dini hari tadi, Belanda pun tampil gemilang meski masih ada catatan mengganjal dalam hal ketajaman. Maklum, pasukan Ronald Koeman melepas total 18 tembakan dan cuma tercipta dua gol karena kiper Hugo Lloris berulang kali menjadi tembok kokoh bagi Prancis.

Gol bagi Belanda baru tercipta menjelang turun minum, menit 44. Gelandang Giorginio Wijnaldum menyambar bola muntah hasil blok Lloris dari upaya Ryan Babel dari dalam kotak penalti untuk menjadi gol.

Dan gol kedua muncul pada masa akhir laga. Pelanggaran Mousa Sissoko terhadap Frenkie de Jong melahirkan hukuman penalti. Memphis Depay sebagai algojo pun menampilkan teknik Panenka untuk mengelabui Lloris.

Belanda layak menang karena mendominasi permainan, menciptakan banyak peluang, dan sedikit berbuat kesalahan dalam bertahan. "Kami mendominasi dan paham apa yang harus dilakukan sepanjang laga.

"Kami pantas menang, mungkin harusnya lebih dari dua gol. Namun, Lloris memang pemain yang sangat baik. Ini hasil bagus, tapi yang penting adalah bagaimana kami bermain," tutur Koeman dalam laman UEFA.

Bagi Belanda, ini adalah catatan terbaik setelah mereka gagal lolos ke Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018. Bermain di kandang, Belanda menang tujuh kali dalam delapan laga beruntun.

Sementara Prancis harus mengakhiri rentetan 15 kali laga tanpa kalah. Tim yang diasuh Didier Deschamps ini tampil di bawah standar, termasuk membiarkan pertahanan mereka digedor dengan 18 tembakan -- terbanyak sejak menang atas Jerman dalam semifinal Piala Eropa 2016 (juga dengan 18 tembakan).

Belanda kini hanya membutuhkan hasil imbang ketika menghadapi Jerman pada Senin (19/11) untuk membawa mereka menjuarai Grup 1. Bila itu terjadi, Belanda akan tampil dalam putaran final pada Juni tahun depan.

Juara grup Liga A pun dijamin untuk tampil dalam fase play-off Piala Eropa 2020, andai mereka gagal melaju dari fase kualifikasi yang dimulai tahun depan. Adapun Prancis masih berpeluang menjuarai Grup 1 apabila Jerman bisa memukul Belanda.

"(Kemenangan ini) menunjukkan semangat tim dan kualitas pemain yang kami punya. Kami punya masa depan cerah dan harus melanjutkan penampilan seperti tadi. Ini baru permulaan," ujar Memphis.

Di sisi lain, Deschamps mengakui Les Blues tampil buruk dan ia memikul tanggung jawab di balik itu. Pelatih 50 tahun ini menilai timnya kalah agresif dibanding Belanda sehingga lawannya pantas menang.

Deschamps pun enggan menggunakan ketidakhadiran gelandang Paul Pogba dan pemain depan Anthony Martial akibat cedera. Ia murni mengatakan Prancis kali ini tampil sangat buruk.

"Saya pun termasuk dalam kumpulan yang buruk itu," tutur Deschamps dalam situs resmi Federasi Sepak Bola Prancis (h/t Sky Sports).

Dari Liga B, Denmark memastikan promosi ke Liga A setelah mengalahkan tuan rumah Wales 2-1. Wales tak bisa lagi naik ke puncak Grup 4 karena sudah bermain empat kali.

Sementara Denmark baru bermain tiga kali dan masih akan bertanding melawan Republik Irlandia pada Senin (19/11). Adapun bagi Wales, ini adalah kekalahan kedua secara beruntun di kandang sendiri.

Denmark membuka kemenangan lewat gol Nicolai Joergensen pada menit 42 dan digandakan oleh Martin Braithwaite pada menit 88. Wales baru bisa menghibur diri lewat gol sang bintang, Gareth Bale.

Ini adalah gol kelima Bale dalam lima pertandingan Wales selama 2018. Selain mencetak gol selama durasi itu, pemain Real Madrid ini juga menyumbang dua assists.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR