LIGA PRIMER INGGRIS

Berdebar menanti akhir persaingan Man City-Liverpool

Fernandinho (kiri) berebut bola dengan Roberto Firmino saat Manchester City dan Liverpool bertemu di Stadion Etihad, Manchester, dalam pertandingan Liga Primer Inggris (3/1/2019).
Fernandinho (kiri) berebut bola dengan Roberto Firmino saat Manchester City dan Liverpool bertemu di Stadion Etihad, Manchester, dalam pertandingan Liga Primer Inggris (3/1/2019). | Peter Powell /EPA-EFE

Malam ini, Minggu (12/5/2019) perburuan gelar juara Liga Primer Inggris (EPL) 2018/19 mencapai titik akhir. Salah satu dari Manchester City atau Liverpool akan berpesta mengangkat trofi yang didambakan. Para suporter kedua klub tentu bakal tegang hingga peluit akhir berbunyi.

Sejak awal musim, City yang diasuh Josep "Pep" Guardiola dan Liverpool yang ditukangi Juergen Klopp terus saling menyusul perolehan poin. Mereka bergantian memimpin klasemen, dengan jarak terjauh tak pernah lebih dari empat poin.

Pada intinya, musim ini mereka tampil lebih digdaya, jauh meninggalkan anggota "Big Six" lainnya, yakni Tottenham, Chelsea, Arsenal, dan Manchester United.

"Baik Liverpool dan kami sama-sama layak mendapatkan gelar juara. Tim yang kalah seharusnya tidak menyesal," kata Guardiola bulan lalu, menanggapi sengitnya persaingan antara mereka.

Untuk kedelapan kali dalam sejarah EPL, perebut piala harus ditentukan pada pertandingan terakhir.

City kini memimpin klasemen dengan 95 poin. Liverpool ada di tempat kedua, hanya tertinggal satu poin. Tinggal satu lawan yang harus dihadapi untuk mengakhiri musim dan City berada dalam posisi yang lebih diuntungkan.

Pasukan Guardiola tak perlu memenangi laga terakhir di kandang Brighton & Hove Albion. Selama Liverpool tak berhasil menaklukkan Wolverhampton Wanderers di Anfield, Sergio Aguero dkk. bakal menjadi juara.

Akan tetapi, sepak bola itu bundar. Apapun bisa terjadi. Karena pertandingan dilangsungkan pada saat bersamaan, City tak bisa lengah atau sedikit santai. Kemenangan tetap jadi sasaran utama untuk mempertahankan gelar.

Pada laga pertama musim ini, City menang 2-0 atas Brighton di Etihad dan, dengan catatan 13 kemenangan beruntun, tim tamu jelas diunggulkan pada pertandingan di Stadion Amex nanti malam.

Namun pemain depan City, Raheem Sterling, mengingatkan bahwa kekuatan mental akan jadi penentu apakah mereka bisa mengatasi tekanan untuk mempertahankan trofi yang direbut tahun lalu.

"Kebugaran tidak berpengaruh dalam dua laga terakhir," jelas Sterling dalam situs resmi klub. "Ini semua mengenai kekuatan mental dan semangat untuk menang."

Pemain yang telah mencetak 17 gol dan 10 assist sepanjang musim tersebut tampaknya berkaca pada kemenangan susah payah dengan skor tipis pada dua laga terakhir, masing-masing 1-0 atas Burnley dan Leicester.

Pembahasan taktik dan pengenalan kelemahan lawan dengan menyaksikan video pertandingan mereka, kata Sterling, kerap terlupakan begitu para pemain masuk lapangan.

"Semua tergantung pada seberapa besar anda menginginkannya dan seberapa keras anda mau bertarung hingga menit terakhir," tegasnya.

Sementara Liverpool, setelah berhasil menyingkirkan Barcelona pada semifinal Liga Champions UEFA, jelas mengharapkan keajaiban kembali terjadi. Kemenangan saja takkan cukup membuat mereka mengakhiri penantian sejak 1990 untuk kembali mengangkat trofi.

"Ini adalah pekan keajaiban, momen besar di sepak bola, dan dari sudut pandang kami, jika kembali terjadi momen besar sepak bola pada akhir pekan ini akan bagus bagi kami," kata Klopp dalam BBC.

"Pekan belum berakhir. Masih ada Minggu, jadi kami akan berusaha keras. Tak ada yang berubah, kami tahu itu. Satu hal yang bisa kami lakukan adalah memenangi pertandingan."

Peluang Liverpool untuk mengatasi Wolverhampton memang besar. Mohamed Salah dkk. menang 3-0 pada pertemuan pertama musim ini di kandang Wolverhampton.

Walau demikian, sekali lagi, kemenangan belum cukup untuk bisa membuat mereka mengangkat trofi EPL musim ini. Liverpool perlu keajaiban terjadi di Brighton.

Gelandang Brighton, Pascal Gross, yang kebetulan berasal dari Jerman seperti juga Klopp, menegaskan mereka akan berupaya mengalahkan City. Bukan demi Liverpool, tetapi demi para penggemar yang telah mendukung mereka hingga berhasil lolos dari degradasi.

Brighton memang belum pernah mengalahkan City, tetapi Gross menyatakan peristiwa beberapa pekan terakhir di Liga Champions--kemenangan Liverpool atas Barcelona dan Tottenham atas Ajax-- menunjukkan bahwa peluang selalu terbuka dalam sepak bola.

"Kami adalah tim yang baik, kami telah bermain bagus melawan tim yang bagus dan ini adalah panggung besar bagi kami. Saya pikir bagi kami semua mungkin terjadi pada pertandingan ini," tegas Gross kepada The Telegraph.

Sementara Guardiola menyatakan bahwa jika bisa mengalahkan Liverpool dalam persaingan di EPL musim ini, hal itu akan menjadi salah satu pencapaian terbesarnya sebagai manajer.

"Dalam karier saya sebagai manajer, saya pernah menghadapi berbagai klub yang luar biasa, tetapi ada dua yang menurut saya 'wow'," papar Guardiola, dikutip The Financial Times. "Pertama adalah Barcelona-nya Luis Enrique dengan Neymar, (Lionel) Messi, dan (Luis) Suarez di depan. Satu lagi adalah Liverpool."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR