INDONESIA MASTERS 2019

Berharap dua gelar pada turnamen perpisahan Liliyana Natsir

Ekspresi Anthony Sinisuka Ginting saat menjuarai Indonesia Masters 2018 nomor tunggal putra, Minggu (28/1/2018).
Ekspresi Anthony Sinisuka Ginting saat menjuarai Indonesia Masters 2018 nomor tunggal putra, Minggu (28/1/2018). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Dua gelar juara dari empat wakil yang bermain hingga final menjadi kenangan manis awal tahun bagi tuan rumah pada Daihatsu Indonesia Masters 2018.

Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Anthony Sinisuka Ginting di nomor tunggal putra memuaskan dahaga pecinta olahraga tepok bulu itu akan gelar juara.

Walau ganda putri Apriyani Rahayu/Greysia Polii dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak sanggup menggapai piala, dua gelar tersebut cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai juara umum di Istora Senayan, Jakarta.

Harapan untuk setidaknya mengawali tahun dengan prestasi yang sama, atau mungkin lebih baik, di Indonesia Masters 2019 pun dikemukakan induk olahraga bulu tangkis Indonesia, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

"Kita sih (harapannya) sama seperti tahun lalu. Kalau bisa dua gelar. Namun, kita tidak memberikan target khusus kepada pemain," ucap Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, kepada Beritagar.id, Senin (10/12/2018).

Sama seperti tahun lalu, Indonesia Masters 2019 bakal digelar awal tahun, yakni 22-27 Januari. Turnamen dengan kategori BWF World Tour Super 500 tersebut menyediakan total hadiah 350.000 dolar AS (Sekitar Rp5 miliar).

Sebagai turnamen berkategori tertinggi awal tahun, Indonesia Masters bakal diikuti oleh para pebulu tangkis peringkat tertinggi di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Pemain-pemain macam Kevin/Marcus, Anthony, Jonatan "Jojo" Christie, Tontowi "Owi" Ahmad/Liliyana "Butet" Natsir, hingga rising star Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, akan ambil bagian di sana.

Bagi sebagian dari mereka, Indonesia Masters, bakal dijadikan pijakan untuk target yang lebih tinggi, yakni Olimpiade 2020. Namun, ada pula yang menjadikan turnamen ini sebagai perpisahan.

Tujuan yang pertama bakal dilakoni Jojo dan Gregoria. Menurut Jojo, targetnya pada tahun depan adalah mengumpulkan poin agar bisa turun di Olimpiade. Namun, pengumpulan poin baru berlangsung Maret 2019, tepatnya saat All England berlangsung.

"Saya akan memberikan yang terbaik (di Indonesia Masters) sekaligus sebagai pemanasan jelang perhitungan poin Olimpiade," kata Jojo, dalam acara jumpa pers Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Senin (10/12).

Sedangkan bagi Gregoria, Indonesia Masters akan menjadi langkah awal yang pas untuk memenuhi ambisinya tahun depan, juara di salah satu kejuaraan yang diikuti. "Targetnya, tahun depan bisa juara, paling tidak di kategori (BWF World Tour Super) 300 dulu," katanya.

Ekspresi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon saat menjuarai Indonesia Masters 2018 nomor ganda putra, Minggu (28/1/2018).
Ekspresi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon saat menjuarai Indonesia Masters 2018 nomor ganda putra, Minggu (28/1/2018). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Perpisahan legenda

Bagi pemain muda macam Jojo atau Gregoria, mungkin Indonesia Masters menjadi gerbang awal untuk meraih prestasi di 2019. Namun, tidak demikian dengan pasangan gaek Owi/Butet.

Turnamen yang bakal diselenggarakan di Istora Senayan, Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, bakal jadi pertandingan terakhir duet legendaris tersebut. Butet akan gantung raket seusai kejuaraan tersebut.

Hal itu sudah ia utarakan sejak jauh-jauh hari. Awalnya, ia ingin undur pasca-Olimpiade Brasil 2016. Lantas, ia urungkan menjadi setelah Asian Games 2018. Setelahnya, perempuan kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 33 tahun silam itu mengatakan pensiun pada akhir 2018.

Namun, kenyataannya, ia akan menggantung raket setelah Indonesia Masters 2019 berakhir. Pensiunnya Butet dari dunia bulu tangkis tampaknya akan membuat sejumlah pihak bersedih.

Pasalnya, selama ini dia menjadi tulang punggung Indonesia di sejumlah kejuaraan internasional. Bersama Owi, ia telah meraih emas Olimpiade Brasil, dua kali juara dunia, dan belasan turnamen resmi BWF level atas.

Semua itu belum termasuk kala ia berduet dengan Nova Widianto dan Vita Marissa. Bisa jadi, terulurnya waktu pensiun hingga Indonesia Masters 2019 demi memberikan kado perpisahan yang manis untuk Butet.

Dan, untuk hal ini, Achmad Budiharto, selaku Sekjen PBSI dan Ketua Panitia Penyelenggara Indonesia Masters telah menyiapkan pesta perpisahan bagi Butet. "Bocoran farewell seperti apa? Nanti saja, tunggu tanggal mainnya," kata Budiharto.

Pesta perpisahan itu, terangnya, akan tetap dilakukan pada babak final, walau mungkin Butet tak melaju hingga pertandingan terakhir itu.

Sadar ini adalah pertandingan terakhir, rekan Butet, Owi, tak ingin mematok target muluk pada Indonesia Masters nanti. "Kami ingin memberikan yang terbaik dan menghibur suporter Indonesia," katanya.

Harga tiket

Saban kompetisi bulu tangkis level tinggi diselenggarakan di Indonesia, kemungkinan besar akan disesaki penonton yang ingin menyaksikan langsung. Biasanya, mereka akan membeludak kala kejuaraan memasuki babak perempat final.

Untuk mengatasi kericuhan pembelian tiket, panitia penyelenggara mengakalinya dengan penjualan via daring (online).

Tiket pertandingan Indonesia Masters sudah dapat dibeli umum mulai tanggal 17 Desember 2018, melalui online di Blibli.com dan Tiket.com. "Penonton kini bisa mendapat kesempatan untuk membeli lebih awal, agar bisa aman mendapat kepastian,” kata Budiharto.

Berikut daftar harga tiketnya:

22 Januari 2019: VIP Rp 100.000, Reguler Rp 50.000
23 Januari 2019: VIP Rp 150.000, Reguler Rp 75.000
24 Januari 2019: VIP Rp 150.000, Reguler Rp 75.000
25 Januari 2019: VIP Rp 300.000, Reguler Rp 150.000
26 Januari 2019: VIP Rp 400.000, Reguler Rp 200.000
27 Januari 2019: VIP Rp 500.000, Reguler Rp 250.000

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR