BULU TANGKIS

Berharap pemain muda unjuk gigi

Reaksi Rinov/Pitha setelah mengalahkan Ho/Yuen pada babak kualfikasi Singapore Open 2018, Selasa (17/7/2018) pagi waktu setempat.
Reaksi Rinov/Pitha setelah mengalahkan Ho/Yuen pada babak kualfikasi Singapore Open 2018, Selasa (17/7/2018) pagi waktu setempat. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Rinov Rivaldy sepertinya memanfaatkan betul masa mudanya untuk mengasah kemampuan. Ia seperti tak ada masalah bila harus disuruh main di dua nomor dalam satu kejuaraan meski tanpa persiapan sebelumnya.

Hal ini bisa dilihat di kejuaraan BWF World Tour 500 Singapore Open 2018. Awalnya, pemain berusia 18 tahun itu dimasukkan PBSI hanya pada nomor ganda campuran bersama Pitha Haningtyas Mentari--mitranya kala menjuarai Kejuaraan Junior Dunia 2017.

Namun, pada detik akhir pendaftaran, Rinov juga didaftarkan ke nomor ganda putra dengan dipasangkan bersama Andika Ramadiansyah. Hasilnya, dalam babak kualifikasi Rinov meraih kemenangan pada seluruh nomor.

Sebagai catatan, jeda pertandingan antar dua nomor tersebut tak lama. Dalam jadwal yang dirilis oleh Bwftournamentsoftware.com, jeda waktu kira-kira dua jam.

Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Selasa (17/7/2018), Rinov menjalani pertandingan pertama pada nomor ganda campuran sekitar pukul 10.20. Melawan Ho Wai Lun/Yuen Sin Yin (Hong Kong), Rinov/Pitha menang cukup mudah.

Hanya butuh sekira 26 menit mereka menang dengan skor 21-15, 21-16. Menurut Rinov, kunci kemenangan yang cukup mudah ini adalah menjaga keberadaan Ho yang bermain agresif di depan net.

"Kami juga harus tetap fokus pada permainan kita (sendiri)," ucap Rinov dalam Badmintonindonesia.org.

Sekitar dua jam setelah pertandingan itu usai, Rinov kembali bertanding dalam nomor ganda putra bersama Andika. Meski menang, tapi duet Andika/Rinov dipaksa bermain panjang oleh lawannya, Chang Tak Ching/Yeung Ming Nok (Hong Kong).

Bermain hingga tiga gim dalam tempo sekira 45 menit, Andika/Rinov menang 18-21, 21-15, 21-17. Capaian ini cukup apik. Bukan karena Chang/Yeung pemain peringkat bawah--kini mereka nangkring di posisi 284 dunia.

Namun, lebih kepada kolaborasi Andika dan Renov. "Kita pasangan dadakan. Pada awal main tadi, kita kaget juga. Sebab (kita) belum pernah latihan bareng juga," ucap Andika.

Kini, duet Rinov/Pitha dan Andika/Rinov pun melaju ke babak utama kejuaraan yang menyediakan total hadiah 355.000 dollar AS (sekitar Rp5,1 miliar) itu. Pada babak utama, Rinov/Pitha akan melawan Bastian Kersaudy/Lea Palermo (Prancis). Sedangkan Andika/Rinov akan berjumpa pasangan tuan rumah Danny Bawa Chrisnanta/Hee Yong Kai Terry.

"Yang penting harus bisa pegang kendali permainan, jangan sampai keduluan dari lawan," ucap Rinov kala ditanya soal strategi melawan Bastian/Lea. Maklum, secara rangking Bastian/Lae (40 dunia) lebih baik dibanding Rinov/Pitha (140 dunia).

Sebanyak 13 wakil Indonesia turun pada hari pertama penyelenggaraan Singapore Open 2018. Mayoritas bermain pada babak kualifikasi, sebagian lain di babak utama.

Hari pertama kejuaraan dibagi dua fase. Dari pukul 9 pagi hingga 13.10, kejuaraan memainkan babak kualifikasi. Pada sore hari, sekitar pukul 15.00, kejuaraan melangsungkan sebagian nomor ganda campuran pada babak utama.

Dari jumlah tersebut, lima wakil Indonesia berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Selain Rinov/Pitha dan Andika/Rinov, wakil lain yang berhasil melaju ke babak utama adalah Firman Abdul Kholik dan Sonny Dwi Kuncoro.

Sedangkan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow berhasil melaju ke babak kedua setelah menang melawan ganda campuran asal Hong Kong, Hee Chun Mak/Yeung Nga Ting dengan skor 17-21, 24-22, 21-19.

Sayangnya, langkah Akbar/Winny tak diikuti ganda campuran Indonesia lainnya yang turun di babak utama. Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso kalah 16-21, 19-21 atas Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (India).

Nasib serupa dialami oleh Ronald/Annisa Saufika. Mereka ditundukkan unggulan enam kejuaraan asal Jerman, Marvin Emil Seidel/Linda Efler dengan skor 21-15, 17-21, 19-21.

Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami tak kuasa menahan Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris). Mereka kalah 22-20, 13-21, 15-21.

Pada hari kedua Rabu (18/7), sejumlah pemain unggulan Indonesia mulai bertanding. Mereka di antaranya adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Ihsan Maulana Mustofa, hingga Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Meski para pemain senior seperti disebut di atas turun, tetapi PBSI nampaknya lebih berharap terjadi kejutan dari para pemain junior--macam Rinov/Pitha. Hal ini diungkapkan asisten pelatih ganda campuran, Vita Marissa.

"Kami lebih mengharapkan kepada pasangan muda bisa unjuk gigi dengan kualitas mereka yang dibilang cukup bagus," ucap Vita kepada Badmintonindonesia.org (h/t Bolasport.com).

BACA JUGA