ASIAN GAMES 2018

Berharap tiada yang tercecer dalam AG 2018

Waktu seperti terbang. Terasa terlalu cepat untuk hal yang tak boleh ditunda. Mungkin seperti anak panah Presiden Joko "Jokowi" Widodo saat memelesat, menyasar lingkaran di Monas, Jakarta, tahun lalu, sebagai penanda hitung mundur Asian Games 2018 (AG 2018).

Saat itu, 18 Agustus 2017, adalah setahun pas menuju AG2018 yang dibuka 18 Agustus nanti di Jakarta. Anak panah Jokowi tak tepat menancap di pusat mati lingkaran target.

Kini, lima bulan menjelang perhelatan akbar olahraga itu, belum semua sarana rampung.

Keselesaian tak hanya mencakup arena tanding dan lomba tetapi juga sarana penunjang, misalnya trotoar.

Lajur pedestrian di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, Jakarta, misalnya, belum beres.

Pekan lalu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal, menyatakan, "Untuk waktu, kita targetkan sebelum Asian Games sudah selesai." (Berita Jakarta, 6/3/2018).

Sedangkan penyelesaian Velodrom Rawamangun, Jakarta Timur, Januari lalu Plt. Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Agus Suradika, mengatakan sudah mencapai 98 persen. Padahal targetnya saat itu 65 persen.

Demikianlah sepenggal cerita tentang persiapan AG2018. Bahan infografik kami sarikan dari arsip media dan terutama situs milik Pemprov DKI, Berita Jakarta.

Majalah Tempo edisi 25 Februari lalu menyebutkan persiapan Indonesia "jauh dari ideal". Ibarat pemain cadangan, Indonesia masuk ke lapangan setelah ketinggalan skor.

Mulanya Hanoi, Vietnam, pada 2012 terpilih sebagai penyelenggara AG2018, mengalahkan Surabaya. Lantas pada 2014 Dewan Olimpiade Asia menunjuk Jakarta dan Palembang sebagai penyelenggara.

Indonesia cuma punya duit Rp25 triliun. Namun Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) yang terbentuk 2015 tidak ngebut. Lantas Jokowi menempatkan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi ketua dewan pengarah Inasgoc, Maret 2017.

Pekan lalu Jokowi mengingatkan dalam rapat terbatas kedelapan ihwal AG 2018 di Istana Kepresidenan, "Jangan sampai tercecer satu pun." (Kompas.com, 6/3/2018)

BACA JUGA