MALAYSIA OPEN 2019

Bermain tanpa beban, kunci kemenangan Jojo atas Momota

Jonatan Christie merayakan kemenangannya atas unggulan pertama tunggal putra Malaysia Open 2019, Kento Momota, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (4/4/2019).
Jonatan Christie merayakan kemenangannya atas unggulan pertama tunggal putra Malaysia Open 2019, Kento Momota, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (4/4/2019). | BadmintonIndonesia.org /PBSI

Kejutan terjadi pada tunggal putra Malaysia Open 2019. Pemain non-unggulan dari Indonesia, Jonatan Christie, menyingkirkan unggulan teratas sekaligus pebulu tangkis no. 1 dunia, Kento Momota, pada babak 16 besar, Kamis (4/4/2019).

Jonatan, ranking 10 dunia, menang 22-20, 21-15 pada pertandingan yang berlangsung selama 46 menit di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Itu adalah kemenangan pertama Jonatan dalam tiga pertemuan dengan pemain top dunia dari Jepang tersebut. Sebelumnya Momota menang di All England 2016 dan Hong Kong Open 2018.

Bermain tanpa beban dan memanfaatkan dengan baik setiap peluang yang ada, menurut Jojo--sapaan akrab Jonatan--menjadi kunci kemenangan yang tak disangka pada turnamen berhadiah total 750.000 dolar AS (Rp10,6 miliar) tersebut.

"Momota adalah pemain terbaik dunia saat ini--juara All England, juara dunia, dan peringkat 1 dunia. Takkan pernah mudah menghadapinya," kata Jojo dalam situs resmi BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). "Namun, saya bisa bermain lebih baik dari dia karena saya tak ada beban dan memanfaatkan semua peluang dengan baik."

Momota menyatakan bahwa ia kehilangan momentum pada pertandingan tersebut, sehingga permainannya memburuk. Pada performa terbaiknya, pemain berusia 24 tahun ini sulit ditaklukkan. Tahun lalu ia merebut tujuh gelar juara dan musim ini sudah dua trofi yang ia kantongi, yakni All England dan German Open.

"Saya kehilangan momentum setelah lawan memimpin dengan cepat. Seharusnya saya bisa memanfaatkan angin dengan lebih baik dan seharusnya saya bisa bermain lebih baik," kata pemain Jepang berusia 24 tahun itu.

Jojo, yang belum mendapatkan satu gelar pun musim ini, menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang maju ke babak perempat final. Ia akan menghadapi lawan berat mantan pemain no 1 dunia Viktor Axelsen. Pemain Denmark yang menempati unggulan ke-6 itu menyingkirkan Lu Guangzu dari Tiongkok, 21-11, 16-21, 21-17.

Axelsen lebih diunggulkan karena belum pernah kalah dari Jonatan dalam dua pertemuan sebelumnya di Malaysia Open dan Indonesia Open 2018. Namun, apapun bisa terjadi di lapangan.

"Saya harus fokus lagi di perempat final ... dan bersiap menghadapi siapapun," tegas Jojo.

Selain Jonatan, tiga ganda putra Indonesia dan masing-masing satu ganda putri dan campuran berhasil maju ke babak delapan besar.

Juara All England Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyingkirkan ganda putra tuan rumah Chooi Kah Ming/Low Juan Shen, 21-18, 21-12. Mereka selanjutnya akan menghadapi unggulan ke-2 asal Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen.

Kemudian, unggulan teratas ganda putra, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, juga melangkah ke babak selanjutnya dengan menyingkirkan Takuto Inoue/Yuki Kaneko 21-8, 21-19. Lalu giliran Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menaklukkan Liao Min Chun/Su Ching Heng 21-15, 22-24, 21-18.

Kevin/Marcus dan Fajar/Rian akan bertemu di perempat final yang berlangsung hari ini, Jumat (5/4). Rekor pertemuan mereka adalah 3-0 untuk The Minions.

"Penasaran pasti ya. Nggak cuma lawan Kevin/Marcus saja, masih banyak juga pemain yang belum pernah kami kalahkan. Tapi kami tetap berusaha untuk nggak memikirkan itu, supaya mainnya enjoy dan keluar semua," kata Fajar kepada Badmintonindonesia.org.

"Kami sudah tahu kelebihan dan kekurangannya. Kami juga sudah sering ketemu di latihan," sambung Rian.

Sementara itu, ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow menundukkan rekan senegara Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja 19-21, 21-18, 21-19 untuk lolos ke perempat final.

Tontowi/Winny, yang baru dipasangkan PBSI pada awal tahun ini, akan menghadapi ganda campuran tuan rumah, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing.

Ganda putri Indonesia diwakili oleh Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta di perempat final. Mereka memperoleh tiket tersebut setelah tanpa diduga mengalahkan senior mereka di pelatnas, sekaligus unggulan ke-4, Apriyani Rahayu/Greysia Polii, 21-14, 20-22, 21-18.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR