AS TERBUKA

Bianca Andreescu, petenis Kanada pertama juarai grand slam

Bianca Andreescu merayakan keberhasilannya menjuarai tunggal putri AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, AS (7/9/2019).
Bianca Andreescu merayakan keberhasilannya menjuarai tunggal putri AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, AS (7/9/2019). | Justin Lane /EPA-EFE

Sejak kecil, Bianca Andreescu kerap membayangkan dirinya bermain di final grand slam AS Terbuka, melawan Serena Williams dan menang. Pada Sabtu (7/9/2019) malam waktu New York, mimpi petenis putri yang kini berusia 19 tahun itu menjadi kenyataan.

Andreescu bermain di final AS Terbuka dan menang 6-3, 7-5 atas Serena di Flushing Meadows, New York, AS. Setelah pukulan forehand-nya gagal dikembalikan Serena, Andreescu menjadi petenis Kanada pertama yang berhasil mengangkat trofi grand slam.

Padahal, menempati unggulan ke-15, tahun ini Andreescu tampil untuk pertama kali di babak utama turnamen tersebut. Pada dua tahun terakhir, ia selalu kalah di babak pertama kualifikasi AS Terbuka.

"Ini sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata, tapi saya amat bersyukur dan terberkahi. Saya telah bekerja amat keras untuk momen ini," kata Andreescu dalam wawancara di tengah lapangan usai pertandingan.

"Tahun ini sebuah mimpi menjadi nyata dan sekarang bisa bermain di panggung ini melawan Serena, legenda sejati olahraga ini, amatlah luar biasa."

Serena memang seorang legenda. Usianya 37 tahun. Final malam itu menjadi final grand slam pada era Terbuka (Open) dengan perbedaan usia dua finalis terjauh. Serena juga telah 23 kali mengangkat trofi grand slam, termasuk enam AS Terbuka. Ia tengah memburu rekor 24 gelar grand slam putri yang masih dipegang Margaret Court.

Dominasi panjang Serena, yang sempat vakum saat melahirkan seorang putri pada September 2017, tampaknya perlahan mulai terkikis. Ia telah kalah dalam empat final grand slam beruntun.

Sementara, termasuk Andreescu di AS Terbuka, sudah 10 petenis berbeda yang menjadi juara pada 12 grand slam terakhir. Petenis Jepang berusia 21 tahun, Naomi Osaka, kini berada di peringkat 1 dunia.

Hal ini bisa membuat tenis putri, yang sempat dianggap membosankan karena juaranya petenis itu-itu saja, menjadi kembali menarik. Kejutan-kejutan baru oleh wajah-wajah muda dan segar bakal membuat penggemar kembali tertarik.

Keberhasilan Andreescu juga membuat Kanada bangga. Setelah Toronto Raptors berhasil menjadi juara NBA musim lalu, kini muncul lagi atlet yang bisa mereka banggakan. Perdana Menteri Justin Trudeau pun langsung memberi ucapan selamat lewat akun Twitter resminya.

"Banyak atlet Kanada yang membuka jalan bagi saya ketika saya masih muda," ujar petenis yang lahir di Mississauga, Toronto, itu dalam The New York Times. "Semoga saya bisa menjadi orang itu bagi mereka (atlet muda lainnya)."

Kemenangan tersebut jelas mempertebal dompetnya. Sebagai juara, putri dari pasangan imigran asal Rumania itu menerima cek sebesar AS$3,85 juta (Rp54,15 miliar), lebih banyak dari yang telah dikumpulkannya sejak masuk dunia profesional pada 2016.

Sementara itu, Serena memuji performa sang lawan yang jauh lebih muda itu. "Saya merasa seharusnya bisa bermain sedikit lebih baik. Tetapi dia bermain amat bagus dan dia layak menjadi juara," ujarnya, dinukil The Guardian.

Bagaimana dengan rekor Court? Serena menegaskan bahwa ia tidak sedang mengejar rekor itu.

"Saya hanya mencoba untuk memenangi grand slam," tegasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR