TIMNAS U-19

Bolak-balik disingkirkan, PSSI kembali tunjuk Indra Sjafri

Indra saat melatih timnas U-19 di lapangan bola Stadion Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, pada Sabtu (19/8/2017). Setelah diberhentikan pada November tahun lalu, PSSI kembali menunjuk Indra sebagai pelatih timnas U-19.
Indra saat melatih timnas U-19 di lapangan bola Stadion Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, pada Sabtu (19/8/2017). Setelah diberhentikan pada November tahun lalu, PSSI kembali menunjuk Indra sebagai pelatih timnas U-19. | Bismo Agung Sukarno /Beritagar.id

Teka-teki siapa pelatih tim nasional (timnas) U-19 terjawab sudah. Setelah mencopot Bima Sakti Tukiman awal bulan ini, pada Rabu (25/4/2018) kemarin, PSSI kembali menunjuk nama Indra Sjafri sebagai arsitek Garuda Muda.

Meminjam istilah yang sempat nge-hits dekade 2000-an, ini seperti cinta lama bersemi kembali. "Kami memutuskan untuk memanggil kembali Indra Sjafri sebagai pelatih kepala timnas U-19," kata Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang dilansir laman resmi PSSI.

Dengan penunjukkan itu, artinya hanya sekira lima bulan saja Egy Maulana Vikri dkk. berpisah dari Indra. Terakhir kali Indra menangani timnas U-19, adalah akhir November. Setelahnya, Indra dicopot dan digantikan Bima.

Seringnya bergonta-ganti pelatih dalam rentang waktu yang berdekatan sebenarnya berisiko. Pasalnya, tak lama lagi, Garuda Muda dihadapkan sejumlah turnamen yang cukup prestisius.

Yakni Piala AFF U-18 (berlangsung pada 2-14 Juli), dan Piala Asia U-19 (Oktober 2018). PSSI memberikan target tinggi di kedua turnamen yang berlangsung di Indonesia itu,

Di Piala AFF, timnas U-19 kudu juara. Sedangkan di Piala Asia, minimal masuk empat besar. Target itu tak berubah--setidaknya sampai hari ini. Bila menunjuk pelatih yang benar-benar baru pasca-pencoptan Bima, tentu sangat berisiko.

Dengan pertimbangan dua hal tersebut, maka PSSI berkeyakinan bahwa pilihan paling logis adalah menunjuk sosok yang sudah paham timnas U-19 luar-dalam. "Indra menjadi pilihan tepat," kata Joko.

"Sebelum memilih coach Indra, ada lumayan banyak nominasi, tiga dari luar negeri dan empat dalam negeri."

Kini, kursi pelatih timnas U-19 yang kosong hampir tiga minggu itu pun sudah terisi. Dan Indra mengaku siap untuk kembali mengampu eks. timnya. "Besok (Kamis ini) saya harus mulai melatih, mengurangi jam tidur, dan bekerja keras," ucap Indra.

Selama dipegang Bima, sebenarnya tak banyak perubahan pemain di tim. Hal ini bisa dilihat dari susunan pemain saat timnas melawan Jepang U-19 (dilatih Bima) dan kala bersua Korea Selatan U-19 (dilatih Indra).

Nama-nama seperti Egy, Rachmat Irianto, Muhammad Iqbal, Saddil Ramdani, Hanis Saghara Putra, hingga kiper Muhammad Aqil Savik masih menjadi andalan Bima.

Meski demikian, Indra memastikan bakal memasukkan nama-nama baru di skuatnya nanti. Untuk hal ini, sepertinya intuisi Indra tak perlu diragukan. Dialah yang menemukan pemain-pemain macam Evan Dimas, Hansamu Yama Pranata, atau Muhammad Hargianto.

"Penambahan pemain pasti ada. Apalagi saya juga mengikuti pemain yang sebelumnya tak terpilih seleksi. Saya juga melihat perkembangan pemain itu secara signifikan," kata Indra Bolalob.

Dipertanyakan warganet

Kembalinya Indra menukangi timnas U-19 ini bukan barang baru. Dan ini bukan untuk yang kedua kali. Sebab, secara de facto, ini adalah kali ketiga Indra "direkrut" PSSI untuk melatih timnas muda.

Sekitar 2012 merupakan kali pertama pria kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Sumatra Barat 55 tahun lalu itu membesut timnas U-19. Bertahan sekitar tiga tahun, Indra menorehkan prestasi dengan membawa tim menjuarai Piala AFF U-19 dan lolos Piala AFC U-19.

Sayangnya, di kejuaraan yang disebut terakhir, prestasi Evan Dimas dkk. jeblok--menjadi juru kunci Grup B. Setelahnya, PSSI pun memberhentikan Indra. Lantas, ia melatih klub Bali United.

Awal 2017, PSSI kembali memanggilnya untuk menukangi timnas U-19. Di periode keduanya, prestasi Indra tak sebagus pertama. Timnas U-19 hanya duduk di peringkat ketiga di Piala AFF U-19 2017--di bawah Thailand dan Malaysia.

Hal inilah yang disinyalir menjadi pemantik ia didepak dan diganti Bima. Namun sepertinya, nasib Indra tak jauh dari timnas U-19, pun sebaliknya. Kini ia kembali mengarsiteki skuat muda Merah-Putih.

Langkah PSSI yang bolak-balik mencopot lalu kembali merekrut Indra ini dikometari warganet. Salah seorang warganet berkomentar bahwa keputusan PSSI ini lucu.

Meski banyak yang mempertanyakan sikap PSSI ini, toh banyak juga yang mendukung penunjukkan Indra. Indra memang dirindukan sebagian masyarakat Indonesia, khusunya pecinta sepak bola. Buktinya, kala timnas U-19 ditekuk Jepang, sejumlah penonton meneriakkan nama Indra.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR