COPA AMERICA

Brasil akhiri puasa juara Amerika Selatan selama 12 tahun

Para pemain Brasil merayakan gelar juara Copa America 2019 usai mengalahkan Peru 3-1 dalam laga final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Senin (8/7) pagi WIB.
Para pemain Brasil merayakan gelar juara Copa America 2019 usai mengalahkan Peru 3-1 dalam laga final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Senin (8/7) pagi WIB. |

Brasil nyaris tak menemui kesulitan berarti untuk menuntaskan puasa juara di Amerika Selatan selama 12 tahun. Keberhasilan mengalahkan Peru 3-1 dalam partai final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (8/7/2019) pagi WIB, membuat Brasil menjuarai Copa America 2019 di halaman rumah sendiri.

Keberhasilan di Maracana juga menjadi obat pelipur lara setelah Brasil dipermalukan secara hebat oleh Jerman dalam kekalahan 1-7 pada semifinal Piala Dunia 2014. Brasil pun untuk kesembilan kali menjuarai Copa America sejak terakhir pada 2007.

Gelar juara Brasil disebut menjadi suntikan moral positif untuk perjalanan menuju Piala Dunia 2022. Pelatih Tite membuktikan bahwa dirinya pantas menangani Selecao meski sempat menjadi bahan spekulasi bakal diganti karena Brasil gagal di Piala Dunia 2018.

Padahal faktanya, dalam tiga tahun rezim Tite, Brasil cuma kalah dua kali; dari Belgia pada Piala Dunia 2018 dan Argentina dalam partai latih tanding. Dalam laga tadi pagi, Brasil tampil cukup baik.

Brasil bermain serius dan tidak mau meremehkan Peru yang pernah dikalahkan 5-0 pada fase grup lalu. Pertahanan Brasil bermain disiplin dengan menutup ruang bagi para pemain Peru yang mengambil inisiatif menyerang sejak menit pertama.

Brasil pun unggul pada menit ke-15 melalui Everton Soares setelah menerima bola silang dari Gabriel Jesus dalam posisi bebas di depan gawang. Kapten Peru, Paolo Guerrero, membalas dengan tembakan penalti.

Namun, Jesus membawa Brasil unggul lagi di ujung babak pertama. Gol Everton dan Jesus menjadi bukti bagaimana laga ini dibedakan oleh kualitas pertahanan. Tidak seperti Brasil, pertahanan Peru menimbulkan lubang-lubang yang mudah dieksploitasi.

Bahkan Brasil pun leluasa mengancam lewat serangan balik. Beruntung bagi Peru, sejumlah peluang melalui Pihlipe Coutinho dan Roberto Firmino gagal menjadi gol.

Brasil kemudian memastikan kemenangan 3-1 melalui tembakan penalti Richarlison pada menit terakhir, 20 menit setelah Jesus diusir wasit. Pemain Manchester City ini menjadi pahlawan yang berandil dalam dua gol pertama Brasil, tapi berakhir dengan pesakitan karena dua aksi sembrononya yang melahirkan kartu kuning dan merah.

Jesus, 22 tahun, pun marah. Ia menendang botol minuman di depan bangku tim dan meninju layar VAR di pinggir stadion. Ia kemudian duduk di depan lorong stadion sambil merengek dan dihibur oleh staf pelatih Brasil.

Namun Jesus tidak emosional terlalu lama. Seusai pertandingan, ia meminta maaf. "Saya mohon maaf. Seharusnya saya bisa menghindari itu (kartu merah), saya harus belajar menjadi dewasa," katanya dilansir ESPN.

Pelatih Peru, Ricardo Gareca, menyebut Brasil tetap tim super walau dalam 20 menit terakhir kehilangan satu pemain. Namun, pelatih asal Argentina ini menyatakan Peru tetap kompetitif setelah melaju ke final Copa America pertamanya sejak 1975 dan lolos ke Piala Dunia pertamanya dalam 36 tahun pada 2018.

"Brasil layak menang. Kami punya momentum (dengan gol Guerrero), tapi gol kedua...mereka berhasil memanfaatkan kesempatan," ujar pelatih 61 tahun ini.

Bagi Brasil, gelar juara Copa America ini merupakan edisi kelima yang direbut di kandang sendiri. Sebelum ini Brasil juara Copa America empat kali di rumahnya; 1919, 1922, 1949, dan 1989.

Selain trofi juara, Brasil juga menyabet penghargaan individu. Kapten Dani Alves menjadi pemain terbaik, Alisson Becker menjadi kiper terbaik, dan Everton menjadi top scorer bersama kapten Peru Guerrero dengan tiga gol.

Saat penyerahan medali dan trofi, Brasil melakukan hal yang belum pernah ada selama Copa America; guard of honor. Para pemain Brasil berdiri di jalur menuju podium untuk menghormati Peru yang akan menerima medali perak.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR