COPA AMERICA

Brasil pulangkan Argentina

Para pemain Brasil (atas) merayakan kemenangan 2-0 atas Argentina (bawah) dalam laga semifinal Copa America di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Rabu (3/7/2019) pagi WIB.
Para pemain Brasil (atas) merayakan kemenangan 2-0 atas Argentina (bawah) dalam laga semifinal Copa America di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Rabu (3/7/2019) pagi WIB. | Paulo Fonseca /EPA-EFE

Brasil membuka jalan untuk menjuarai Copa America kesembilan kali setelah menyisihkan Argentina, pemegang 14 gelar juara turnamen negara se-Amerika Selatan itu, dalam laga semifinal. Bermain di Stadion Mineirao di Belo Horizonte, Brasil, Rabu (3/7/2019) pagi WIB, tuan rumah menang 2-0.

Selecao melaju ke final untuk menghadapi Cile atau Peru yang akan bentrok dalam partai semifinal pada Kamis (4/7) pagi WIB. Adapun bagi Argentina, hasil ini kembali memupus harapan untuk meraih juara lagi sejak terakhir pada 1993.

Hasil ini pun kemunduran bagi Argentina karena mereka empat kali ke final dalam lima edisi Copa America terdahulu. Kemunduran itu terletak pada kemampuan mencetak gol, satu hal yang membedakan pula dengan Brasil.

Argentina menguasai permainan dan melepas tembakan lebih banyak dibanding Brasil. Ball possesion dikuasai tipis Argentina 52-48 persen. Sedangkan jumlah tembakan Argentina mencapai sembilan kali, tapi Brasil hanya empat kali.

Brasil jelas bermain lebih efektif. Gabriel Jesus mencetak gol pertama pada menit ke-19 dan Roberto Firmino melakukan yang kedua pada menit ke-71. Brasil juga sukses mematikan para pemain kunci Argentina dengan senantiasa melakukan jegalan, terutama pada babak pertama.

Argentina pun kesulitan menemukan ruang tembak karena para pemain Brasil disiplin dalam menjaga ruang. Hanya ada dua upaya yang mengarah ke gawang Alisson Becker. Sisanya, antara lain dua kali mengenai tiang, termasuk satu kali melalui kapten Lionel Messi.

Kapten Brasil, Dani Alves, mengakui bahwa timnya memang beruntung bisa mencetak dua gol meski senantiasa ditekan Argentina. Pemain Paris Saint Germain ini menilai Argentina selalu menjadi lawan yang sulit dalam persaingan di Amerika Selatan.

Jesus, pencetak gol pertama Brasil dan pemberi umpan (assist) kepada Firmino, pun menyebut Argentina adalah satu dari sekian banyak pertandingan terbaiknya sepanjang karier. Bagi pemain Manchester City ini, gol tadi adalah yang pertama dalam Copa America 2019.

"Saya senang tapi karena tim ini, bukan karena gol. Kami berhasil mencetak gol, berusaha, dan mewujudkannya. Kami harus bermain dengan semangat seperti ini dalam setiap pertandingan," tuturnya dalam laman resmi Copa America.

Bagi Brasil, ini adalah aksi memulangkan Argentina yang kelima di ajang Copa America. Sebelum ini, mereka melakukannya pada perempat final 1995 dan 1999 serta pada final 2004 dan 2007.

Messi, bintang Argentina, mengakui timnya kalah karena memulai laga dengan buruk. Padahal secara umum, lanjut pemain Barcelona ini, permainan timnya tadi adalah yang terbaik sepanjang Copa America 2019 meski lawannya diperkuat para pemain andal.

"Para pemain Argentina sudah berkorban, mereka perlu dihargai. Tim ini akan terus tumbuh," tutur Messi kepada serangkaian jurnalis di area mixed zone stadion.

Kegagalan Argentina menjadi lanjutan karier buruk Messi di luar klub. Messi menjalani karier bak bumi dan langit jika dibandingkan antara timnas dan klub.

Bersama Barcelona, Messi sudah lima kali menjadi pemain terbaik dunia. Di kompetisi La Liga, pemain 32 tahun ini sudah delapan kali juara sejak musim 2004-05.

Jumlah golnya pun mentereng. Ia sudah mencetak 263 gol dalam 338 laga bersama Barcelona. Sementara dengan kostum Argentina dalam sembilan turnamen senior internasional, Messi belum pernah sekali pun juara.

Sementara di Copa America 2019, Messi minim sumbangsih secara kuantitas. Ia hanya mencetak satu gol, itu pun dari titik penalti saat melawan Paraguay pada fase grup. Messi tak sekalipun melakukan assist.

Catatan statistiknya dalam lima laga Copa America 2019 pun jauh dari nama besarnya. Keberhasilan melewati lawan hanya 20 kali, melepas tembakan 16 kali, dan menciptakan peluang emas hanya sembilan kali.

Meski begitu, itu adalah catatan statistik terbaik dibanding para pemain Argentina lainnya. Pendeknya, Messi masih pemain depan terbaik Argentina sejauh ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR