KEJUARAAN DUNIA 2019

Butet tantang Hendra Setiawan samai rekornya

Hendra Setiawan (kanan) akan menyamai rekor empat gelar juara dunia yangdan Mohammad Ahsan (kanan) berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto pada babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (24/8/2019). Ahsan/Hendra masuk ke babak final setelah menang dengan skor 21-16, 15-21, 21-10.
Hendra Setiawan (kanan) akan menyamai rekor empat gelar juara dunia yangdan Mohammad Ahsan (kanan) berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto pada babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (24/8/2019). Ahsan/Hendra masuk ke babak final setelah menang dengan skor 21-16, 15-21, 21-10. | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Hari ini, Minggu (25/8/2019), Hendra/Ahsan akan bertarung pada final Kejuaraan Dunia BWF 2019 di St Jakobshalle, Basel, Swiss. Legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, menantang Hendra untuk menyamai rekornya di kejuaraan bergengsi tersebut.

Saat masih aktif bermain Liliyana--akrab disapa Butet--pernah empat kali merebut medali emas pada nomor ganda campuran. Masing-masing dua bersama Nova Widianto (2005 dan 2007) dan Tontowi Ahmad (2013 dan 2017).

Sementara Hendra saat ini sudah tiga kali menjadi yang terbaik di turnamen tersebut. Pada 2007 Hendra menjadi yang terbaik bersama Markis Kido, kemudian pada 2013 dan 2015 bersama Ahsan.

"Saya ingin menyaksikan koh Hendra menyamai rekor saya. Empat kali juara dunia," kata Butet usai mengikuti lomba 5K pada Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Kudus, Jawa Tengah, Minggu (25/8).

Butet, yang baru gantung raket pada awal tahun ini, mengaku kagum, sekaligus terkejut, dengan pencapaian ganda yang dijuluki The Daddies itu. Sepanjang 2019, Hendra/Ahsan berhasil enam kali masuk final turnamen BWF dan dua kali menjadi juara--di All England dan New Zealand Open.

Liliyana Natsir dalam konferensi pers Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/8/2019).
Liliyana Natsir dalam konferensi pers Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/8/2019). | TKRM 2019

The Daddies, dalam usia relatif tua untuk ukuran pebulu tangkis-- Hendra 35 tahun dan Ahsan 31--berhasil kembali ke performa terbaik. Padahal mereka sempat setahun vakum dan baru kembali berpasangan tahun lalu.

Pencapaian tersebut membuat mereka saat ini menempati peringkat kedua ganda putra dunia, di bawah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

"Saya kagum dengan semangat dan kerja keras mereka. Apalagi mengingat usia mereka, itu tidak mudah," kata Liliyana. "Mereka pantang menyerah dan itu menjadi contoh yang baik bagi para pemain muda."

"Apa coba yang belum pernah diraih koh Hendra? Sudah banyak yang dia menangi, tapi dia terus berusaha untuk lebih baik. Saya benar-benar berharap koh Hendra bisa menyamai rekor saya."

Hendra/Ahsan melaju ke final Kejuaraan Dunia BWF 2019 setelah menundukkan rekan setanah air, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, pada semifinal, Sabtu (24/8/2019). Bertarung selama 47 menit, The Daddies menang rubber games 21-16, 15-21, 21-10 atas junior mereka itu.

“Syukur alhamdulillah, kami bisa lolos dari pertandingan semifinal tadi. Pertandingan memang nggak mudah. Karena selain beradu teknik, kami ada pertarungan mental juga sama mereka. Karena sama-sama nggak mau kalah,” kata Ahsan mengenai laganya kepada Badmintonindonesia.org.

Pada babak final mereka akan berhadapan dengan unggulan ke-12 dari Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang secara mengejutkan menyingkirkan unggulan ke-2 sekaligus juara bertahan, Li Junhui/Liu Yuchen, dari Tiongkok.

Hendra/Ahsan dan Hoki/Kobayashi baru sekali berhadapan, pada semifinal Indonesia Open 2019, yang dimenangi The Daddies. Jadi, peluang untuk menang dan merebut gelar ketiga bagi Hendra sangat terbuka.

"Mereka bisa mengalahkan ganda Jepang itu lagi. Saya yakin," kata Butet.

Hendra/Ahsan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final setelah ganda putri Apriliani Rahayu/Greysia Polii terhenti di semifinal. Mereka kalah 12-21, 19-21 dari unggulan pertama asal Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR