LIGA PRIMER INGGRIS

Catatan istimewa Liverpool di laga Boxing Day

Firmino melakukan perayaan saat mencetak gol ke gawang Swansea musim lalu, yang berakhir imbang 2-2. Di musim ini, Liverpool menang telak 5-0.
Firmino melakukan perayaan saat mencetak gol ke gawang Swansea musim lalu, yang berakhir imbang 2-2. Di musim ini, Liverpool menang telak 5-0. | Peter Powell /EPA

Sebuah kado spesial diberikan Liverpool bagi Kopites--sebutan suporter mereka--pada Boxing Day 2017. Di hari itu, The Reds menang telak, 5-0, atas Swansea. Raihan tiga poin ini mempunyai sejumlah catatan yang mampu membuat fans Liverpool--boleh jadi--bangga.

Bertanding di Anfield Stadium pada Rabu dini hari (27/12) WIB, Liverpool tampil menghibur. Mereka memainkan sepak bola menyerang dengan organisasi permainan yang rapi--tidak seperti saat melawan Arsenal akhir pekan lalu, di mana kebobolan tiga gol dalam rentang 10 menit.

Gol-gol yang dicetak Philippe Coutinho (menit ke-6), Roberto Firmino (52 dan 66), Trent Alexander-Arnold (65) serta ditutup Alex Oxlade-Chamberlain (82) pun membuat Swansea kini berada di dasar klasemen Liga Primer Inggris.

Sebagai catatan, itu adalah gol ke-19 Coutinho yang dicetak dari luar kotak penalti. Menurut Opta, di Liverpool, cara gol Coutinho itu hanya kalah dari Steven Gerrard (33 gol) dan lebih banyak sebiji dari Robbie Fowler.

"Setelah 55 menit jalannya pertandingan, penampilan kami brilian; sebelumnya kami harus bekerja keras dan tak mudah," ucap Manajer Liverpool, Jurgen Klopp kepada BBC. "Tapi, setengah jam terakhir adalah fantastis, senang melihat itu dan kami layak menang."

Memang, meski mampu mencetak gol cepat lewat Coutinho tadi, Liverpool berulang kali berupaya menambah pundi-pundi gol. Sayangnya, para pemain depan mereka--baik itu Firmino maupun Mohamed Salah--kurang tenang dalam mengeksekusi bola terakhir.

Buktinya adalah catatan statistik yang dikeluarkan BBC, pun juga The Guardian. Coutinho dkk. mampu melepaskan 22 tembakan--9 di antaranya tepat sasaran--dari 55 persen penguasaan bola. Swansea, hanya mampu membuat 7 tembakan dan 4 yang tepat sasaran.

Tapi toh itu sudah cukup membuat Liverpool menjadi bintang pada Boxing Day kali ini. Mereka menjadi tim yang berhasil menang dengan perbedaan gol terbesar di pekan ke-20.

Bukan hanya itu, dengan kemenangan ini, Liverpool meneruskan hasil positif mereka di laga Boxing Day bila bermain di Anfield Stadium (5 kemenangan dan 3 imbang). Terakhir mereka kalah adalah kala menjamu Manchester United pada 1986.

Kemenangan telak ini juga terasa istimewa lantaran Liverpool mampu menyamai rekor Manchester City di musim ini--setidaknya hingga tengah musim. Bukan soal kemenangan beruntun, di mana City kini telah membuat sejarah.

Tapi ini soal jumlah kemenangan dengan marjin 5-0 atau lebih. Liverpool dan City telah empat kali melakukannya sejauh ini. Sedangkan bila standar itu dikurangi menjadi mencetak lebih dari tiga gol, Liverpool unggul dari City.

Setidaknya, itu yang dicatat Fox Soccer.

Satu hal lain yang mungkin dapat membuat Kopites bangga dengan capaian Liverpool musim ini adalah jumlah kebobolan Liverpool di kandang.

Sejauh ini, bila melihat catatan Who Scored, Liverpool baru tiga kali kebobolan di ajang Primer League. Jumlah tersebut adalah yang terbaik bila dibandingkan tim lainnya, bahkan dengan City sekalipun yang telah kebobolan 7 gol.

Kini, Klopp pun meminta semua pihak untuk bersabar dengan capaian Liverpool. Maklum, awal musim ini dilalui Liverpool dengan hasil kurang memuaskan--kritik pun bertubi-tubi menghampiri Liverpool dan Klopp.

"Saya tahu, banyak orang yang tak cukup sabar. Semua hanya (berbicara) soal hasil," ucap Klopp, yang dilansir Express. "Adalah satu yang mungkin bagi pihak luar bahwa (capaian) ini tidak cukup cepat. Kami dalam kondisi baik saat ini."

Hasil negatif MU

Bila Liverpool menjalani Boxing Day dengan kepala tegak, tidak demikian dengan Manchester United. Pasukan Jose "Mou" Mourinho itu hanya meraih hasil imbang, 2-2, kala menjamu Burnley.

Dalam pertadingan tersebut, MU tertinggal dua gol terlebih dahulu lewat Ashley Barnes (menit ke-3) dan Steven Defour (36). Beruntung Setan Merah memiliki Jesse Lingard, yang menyelamatkan muka MU di depan publik Old Trafford dengan golnya di menit ke-53 dan 90+1.

MU sebenarnya benar-benar mendominasi pada pertandingan pertandingan tersebut. Mereka mampu menguasai bola hingga 71 persen, dengan 23 percobaan tembakan dan hanya 6 yang tepat sasaran.

Maka, tak dapat dipungkiri lagi bahwa Mou kecewa dengan hasil. "Saya tidak gembira dengan hasil ini, pun saat melawan Leicester. Tapi saya senang dengan penampilan para pemain, tak ada kritik buat mereka," ucap Mou.

Kini, MU di ambang tertinggal 15 poin dari pimpinan klasemen Liga Inggris, City. Syaratnya, City harus memenangi pertandingan ke-20 mereka melawan Newcastle United malam nanti.

Di sisi lain, Harry Kane membuat catatan istimewa kalah Tottenham Hotspur memenangi laga Boxing Day melawan Southampton dengan skor 5-2. Penyerang Inggris tersebut mencetak trigol di menit 22, 39, dan 67.

Ini adalah hattrick keenam Keane sepanjang 2017. Dia adalah orang pertama yang mampu melakukan capaian tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR