LIGA PRIMER INGGRIS

Chelsea rasa frustrasi ditahan Burnley

Wasit Kevin Friend mengusir pelatih Chelsea Maurizio Sarri ke tribun penonton saat bermain 2-2 dengan Burnley dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, London, Selasa (23/4/2019) dini hari WIB.
Wasit Kevin Friend mengusir pelatih Chelsea Maurizio Sarri ke tribun penonton saat bermain 2-2 dengan Burnley dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, London, Selasa (23/4/2019) dini hari WIB. | Andy Rain /EPA-EFE

Chelsea mengalami frustrasi ketika Burnley menahan 2-2 dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Selasa (23/4/2019) dini hari WIB. Frustrasi pula yang membuat pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, diusir wasit ke tribun penonton.

Hal itu disampaikan asisten pelatih Gianfranco Zola yang dilansir akun Twitter Chelsea. Menurutnya, Sarri kesal karena pertandingan tidak berjalan sesuai keinginannya.

Namun pelatih asal Italia seperti halnya Zola itu juga marah karena ada kata-kata yang tak pantas dari bangku tim Burnley kepadanya. Kata yang tak pantas juga ditujukan kepada pelatih fisik Chelsea, Paolo Bertelli.

Kepada BBC, Zola mengatakan timnya tak suka pada Burnley yang menggunakan taktik mengulur waktu. Itu sebabnya Zola menegaskan seharusnya wasit memberi tambahan waktu lebih banyak.

Bek tengah David Luiz pun menuduh Burnley tak berniat menang dan hanya memainkan antisepak bola alias bertahan total. Burnley memang lebih banyak bertahan, menumpuk dua lapis pemain di pertahanan.

"Mereka memainkan taktik antisepak bola. Mengulur waktu terus, terutama ketika menguasai bola. Mereka menjatuhkan diri dan pertandingan berhenti.

"Mereka menempatkan 11 pemain di dalam kotak penalti. Sulit untuk mencetak gol melawan tim yang bermain seperti itu," tukas Luiz yang berulang tahun ke-32 tepat pada laga berlangsung (22/4) waktu Inggris kepada Sky Sports (h/t The Mirror).

Sementara pelatih Burnley, Sean Dyche, membantah timnya mengulur-ulur waktu. Semua terjadi karena memang para pemainnya terkendala fisik karena pertandingan yang berjalan dalam tempo tinggi.

"Saya pikir tak ada masalah dengan itu. Para pemain kram dan jatuh ke lapangan. Itu pun tak lama, mungkin hanya 20 sampai 30 detik," tuturnya.

Di luar tudingan, Chelsea memang kerap tak konsisten sepanjang musim ini. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, misalnya, Chelsea menang tiga kali, kalah satu kali, dan imbang satu kali.

Satu isu yang perlu diselesaikan Sarri adalah bagaimana timnya sudah kebobolan lima gol dalam dua laga terakhir. Sebelum dua gol dari Burnley, Chelsea kemasukan tiga gol dari Slavia Praha saat menang 4-3 demi ke semifinal Liga Europa, pekan lalu (19/4).

Jadi, pertahanan Chelsea memang punya pekerjaan rumah. Apalagi antisipasi mereka terhadap proses bola mati.

Maklum, dua gol Burnley hadir dari proses bola mati. Pada menit kedelapan, Jeffrey Hendrick mencetak gol dari bola buangan Cesar Azpilicueta dengan tendangan first time dari luar kotak penalti.

Gelandang N'Golo Kante kemudian membalasnya pada menit ke-12. Dan dua menit kemudian, giliran penyerang Gonzalo Higuain membawa Chelsea unggul 2-1 dengan tembakan kerasnya.

Namun, keunggulan Chelsea hanya bertahan 10 menit. Dari proses tendangan bebas, Burnley kembali mencetak gol demi skor 2-2 melalui Ashley Barnes yang tak terkawal di tiang jauh sebelah kanan.

Zola mengatakan bahwa timnya sudah bersiap untuk menghadapi bola mati Burnley, tapi tetap gagal menghindari kebobolan. Soal kegagalan menang, Zola pun mengakui bahwa timnya tak cukup taktis menyelesaikan peluang di kotak penalti Burnley.

Padahal Chelsea melepas sembilan tembakan ke gawang Burnley, tapi hanya dua yang menjadi gol. "Kami menciptakan sejumlah peluang, tapi kami harusnya lebih jitu di kotak penalti lawan pada babak kedua. Namun, memang tak mudah untuk membuka pertahanan Burnley," tukas bekas penyerang Chelsea ini.

Hasil 2-2 membuat Burnley dipastikan aman dari ancaman degradasi. Mereka kini berada di posisi 15 dengan nilai 40, unggul sembilan angka dari Cardiff City yang berada di zona merah pertama (18) dengan sisa tiga laga.

Sebaliknya bagi Chelsea. Hasil imbang mengatrolnya ke posisi empat, tapi Chelsea adalah satu-satunya tim yang sudah bermain satu kali lebih banyak dari para rival posisi 3-4 (zona Liga Champions) --Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Manchester United (MU).

Chelsea punya peluang untuk menipiskan kans rival saat menghadapi MU pada Minggu (28/4). MU saat ini berada di posisi enam dengan selisih tiga angka dari Chelsea.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR