LIGA CHAMPIONS

Chelsea terancam anjlok musim depan

Skuat Chelsea beraksi melawan Burnley dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, London, Senin (22/4/2019).
Skuat Chelsea beraksi melawan Burnley dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, London, Senin (22/4/2019). | Eddie Keogh /Antara Foto/Reuters

Musim ini, Chelsea memastikan tiket ke Liga Champions musim depan dan sedang berjuang untuk melaju ke final Liga Europa. Namun musim depan, The Blues terancam anjlok menyusul kegagalan banding terhadap sanksi dilarang transfer pemain oleh FIFA.

Chelsea dinyatakan melanggar peraturan FIFA karena merekrut sejumlah pemain pemain di bawah 18 tahun selama bertahun-tahun. FIFA menyatakan Chelsea melanggar Pasal 19 Regulasi Transfer Pemain 92 kali dan dinyatakan bersalah dalam 29 kasus.

Akibatnya Chelsea dilarang melakukan pendaftaran pemain dalam dua periode transfer atau hingga musim panas 2020. Namun, untuk melepas pemain, FIFA mengizinkannya.

Chelsea pun mengajukan banding, tapi Komisi Banding FIFA menolaknya pada Rabu (8/5/2019). Dalam penyataan resmi, klub asal London barat ini akan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Sport (CAS) di Swiss sebagai upaya banding terakhir.

Isu ini sempat mendominasi jumpa pers pelatih Maurizio Sarri menjelang pertandingan leg kedua semifinal melawan Eintracht Frankfurt di Stamford Bridge, London, pada Jumat (10/5) dini hari WIB.

Meski begitu, Sarri enggan menjawab terlalu detail karena menilai urusan sanksi bukan tanggung jawabnya. Namun, pelatih asal Italia ini berharap upaya banding ke CAS bisa memberikan hasil positif.

Jika yang terjadi sebaliknya, Sarri menilai Chelsea bisa anjlok musim depan. Mantan pelatih Napoli ini menyatakan bahwa Chelsea perlu membeli pemain baru untuk mengurangi jarak 24 poin dengan puncak klasemen Liga Primer Inggris (EPL) musim ini.

"(Dengan sanksi itu) bakal sangat sulit untuk menutup selisih tersebut. Kami perlu pemain dari bursa transfer karena tidak mudah untuk bersaing lantaran dua tim teratas sangat-sangat hebat," ujar Sarri dikutip The Guardian.

"Saya tidak percaya (perlunya) membeli 10 pemain, mungkin hanya satu-dua pemain. Tapi jika itu tidak bisa dilakukan, kami akan kesulitan meningkatkan kualitas," imbuhnya.

Memanggil pulang pemain pinjaman

Bila skenario larangan sanksi tetap berlaku, Sarri menyatakan sudah siap untuk menggunakan pemain muda. "Saya senang bekerja dengan pemain muda," katanya.

Satu di antara posisi yang sudah pasti butuh tambalan adalah pertahanan. Pada akhir musim ini, Chelsea akan kehilangan dua bek senior --Gary Cahill dan David Luiz-- yang habis kontrak (free agent).

Sementara di lini depan, Chelsea akan kehilangan Olivier Giroud yang juga habis kontrak. Pemain asal Prancis ini dibeli Chelsea dari Arsenal pada Januari 2018 dengan harga 15,3 juta pounds (Rp284 miliar).

Pada musim ini, Giroud hanya berhasil mencetak 12 gol dan jarang menjadi penyerang utama. Beruntung Chelsea masih mungkin mempertahankan penyerang Gonzalo Higuain yang dipinjam dari Juventus mulai Januari 2019.

Penyerang asal Argentina yang sudah menyumbang lima gol untuk Chelsea ini seharusnya kembali ke Juventus pada Juni nanti. Namun menurut Tuttosport (h/t Calciomercato.com), Chelsea bisa memperpanjang masa pinjaman dengan nilai 18 juta euro sesuai klausul perjanjian bersama Juventus.

Larangan transfer yang sementara menimpa Chelsea juga bisa mengancam nasib gelandang tajam Eden Hazard. Pemain asal Belgia ini dilaporkan sudah meminta manajemen untuk memasukannya ke daftar jual karena berminat pindah ke Real Madrid.

Namun Chelsea bisa saja membatalkan rencana penjualan Hazard karena tenaganya bakal dibutuhkan tim menyusul larangan pendaftaran pemain baru. Sarri menolak memberi komentar untuk isu ini.

"Urusan Eden ada di klub, bukan saya," tuturnya.

Lebih lanjut, Sarri menegaskan bakal memanggil pulang para pemain Chelsea yang sedang dipinjamkan ke berbagai klub. Chelsea memiliki sekitar 60 pemain dan 40 orang di antaranya dipinjamkan ke klub-klub lain.

"Saya mungkin akan memanggil pulang sejumlah pemain yang dipinjamkan dan sudah siap (untuk bermain untuk Chelsea)," tukasnya.

Dari 40 pemain yang dipinjamkan, ada dua penyerang yang sempat membela Chelsea pada musim lalu. Alvaro Morata dipinjamkan ke Atletico Madrid dan Michy Batshuayi yang membela Crystal Palace --klub asal London pula.

Rencana pemanggilan pulang pemain yang dipinjamkan juga disuarakan gelandang Ruben Loftus-Cheek. "Jika klub dilarang transfer, ini kesempatan untuk memanggil pulang pemain pinjaman dan memberi kesempatan pada mereka untuk bermain lebih sering," tegasnya.

Larangan transfer jilid dua

Bagi Chelsea, sanksi larangan transfer ini adalah edisi kedua setelah 2009. Sanksi hadir setelah Chelsea memaksa Gael Kakuta untuk membatalkan kontraknya dengan klub Prancis RC Lens pada 2007.

Namun, FIFA mencabut sanksi tersebut pada Februari 2009 setelah Chelsea membayar Lens uang transfer senilai 793 ribu pounds.

Sanksi larangan transfer belakangan makin sering dikeluarkan FIFA terhadap klub-klub Eropa. Selain Chelsea; sanksi serupa pernah dialami AS Roma (2004), Sion (2008), Portsmouth (2009), Barcelona (2015), Real Madrid (2016), dan Atletico Madrid (2016).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR