Deteksi cara servis, BWF gunakan alat sederhana

Ratchanok Intanon (Thailand) tengah melakukan servis dalam pertandingan Kejuaraan Dunia 2017. ada 2018, aturan mengenai servis ini diubah, namun alat pendeteksinya sederhana dan rawan kesalahan.
Ratchanok Intanon (Thailand) tengah melakukan servis dalam pertandingan Kejuaraan Dunia 2017. ada 2018, aturan mengenai servis ini diubah, namun alat pendeteksinya sederhana dan rawan kesalahan.
© Robert Perry /EPA-EFE

Badminton World Federation memiliki sejumlah rencana untuk membuat olahraga bulu tangkis lebih menarik ke depannya. Beberapa langkah yang ditempuh adalah mengubah peraturan pertandingan. Seperti, misalnya, mengatur tinggi servis tiap pemain.

Bila merujuk pada peraturan sebelumnya, shuttlecock harus berada di bawah pinggang pemain saat dipukul. Kini, tinggi maksimum shuttlecock ketika dipukul adalah 1,15 meter dari permukaan tanah.

Bayangkan, betapa sulitnya bagi pemain-pemain dengan postur tinggi untuk melakukan hal itu. Bahkan, Viktor Axelsen, tunggal putra nomor satu dunia saat ini asal Denmark, mengkritik dengan mengolok-olok cara servis baru di akun media sosial Instagram-nya.

Memang, tak semua pemain bersikap pesimis seperti Axelsen. P. V .Sindhu, pemain berperingkat tiga dunia asal India, \mengatakan bahwa itu bukan masalah esar baginya--meski ia memiliki tinggi tubuh 1,79 meter.

"Ketika peraturan berubah, kita harus belajar, tak ada jalan lain. Itu (servis) bukan masalah besar dari sisi saya," ucapnya, seperti dikutip dari News18.com.

Hanya saja, Sindhu mengkritik soal penggunaan peraturan baru tersebut yang sudah berlaku pada Maret, tepatnya kala perhelatan All England. Menurutnya, tak seharusnya turnamen dengan gengsi tinggi macam All England dijadikan uji coba kali pertama.

"Mereka seharusnya mulai mengimplementasikan pada awal tahun," katanya. Nantinya, semua turnamen level satu--kecuali Kejuaraan Dunia Junior BWF--sepenuhnya akan menggunakan peraturan baru tersebut.

Pun demikian dengan turnamen level dua. Sedangkan kejuaraan kontinental baru mulai menggunakan pada April.

Dari sisi adaptasi pemain, mungkin apa yang diucapkan Sindhu ada benarnya. Masalahnya tak semudah itu. Yang harus beradaptasi bukan hanya pemain saja. Demikian pula dengan perangkat pertandingan, khususnya hakim servis.

Dan ini bukan persoalan mudah. Menurut Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer, pihaknya akan melakukan pelatihan kepada hakim servis di Kuala Lumpur, Malaysia, Januari mendatang. Untuk daerah kontinental, bulan selanjutnya.

Pelatihan ini mencakup implementasi alat ukur yang benar untuk menentukan tinggi servis. "Pelatihan termasuk bagaimana menggunakan alat ukur untuk menentukan tinggi servis," ucap Poul, seperti dikutip dari laman resmi BWF.

Di sinilah kemudian muncul masalah baru, yang mungkin menjadi lucu ketika melihat kecanggihan teknologi zaman sekarang.

Alih-alih menggunakan kecanggihan teknologi yang ada, seperti detektor sinar laser atau sensor yang dapat mengukur jarak dan ketinggian, alat ini hanyalah sebuah tiang dari besi yang dilengkapi dengan sepotong "plastik" transparan.

Plastik transparan tersebut nantinya memiliki garis hitam yang menunjukkan jarak 1,15 meter dari permukaan tanah (lihat gambar tautan).

Nantinya, hakim servis yang bertugas, akan melakukan seperti yang terdapat pada gambar nomor 3 di tautan. "Yang mana itu masih memungkinkan terjadinya kesalahan manusia," tulis Badmintonplanet.

Memang, kesimpulan Badmintonplanet itu tak salah. Coba saja Anda praktekkan sendiri dengan cara yang sederhana; buat sebuah tiang dan diberi "cabang" di ketinggian 1,15 meter. Setelah jadi, lalu anda duduk dan praktekan saat ada dua orang yang bermain.

Sedikit saja Anda mengubah ketinggian posisi duduk, maka berubah pula tinggi 1,15 meter tadi. Memang, untuk itulah ada pelatihan pada Januari nanti. Masalahnya, benarkah langkah ini kemudian akan jauh dari "kesalahan manusia" tadi?

"Jelas, tak ada teknologi modern dalam alat ini. Jadi, akan banyak kemungkinan peluang terjadinya kesalahan dalam penggunaan alat ini," tulis The Sport Inspire.

Meski demikian, BWF berjanji akan menyediakan alat tersebut kepada para anggotanya pada Januari 2018. Diharapkan, semua anggota sudah memiliki dalam waktu dekat, sehingga bisa mengimplementasikan peraturan baru itu.

"Servis adalah bagian integral dari bulu tangkis. Selama bertahun-tahun, kami terus mencari cara untuk meningkatkan bagaimana aturan servis dapat diaplikasikan," ucap Poul. "Kami berharap ini akan mendapat tanggapan yang baik dari para anggota."

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.