LIGA PRIMER INGGRIS

Determinasi Chelsea dan kecerdasan Manchester City

Para pemain Chelsea merayakan gol kemenangan 2-1 atas Watford yang dicetak Diego Costa (menjulurkan tangan), Sabtu (20/8/2016)
Para pemain Chelsea merayakan gol kemenangan 2-1 atas Watford yang dicetak Diego Costa (menjulurkan tangan), Sabtu (20/8/2016) | Frank Augstein/AP Photo

Dua kesebelasan besar, Chelsea dan Manchester City, tak mau ketinggalan dari Manchester United (MU). Memainkan pekan kedua Liga Primer Inggris (EPL), Sabtu (20/8/2016), Chelsea memukul tuan rumah Watford 2-1 dan City mengalahkan tuan rumah Stoke City 4-1.

Alhasil, City menggeser MU dari puncak klasemen sementara dengan keunggulan selisih gol dari dua kemenangan. Adapun Chelsea yang mengantongi nilai sama enam duduk di posisi empat di bawah Hull City, tim kejutan dan ditangani pelatih sementara (caretaker).

Mental tak mau kalah

Chelsea sebenarnya sempat kesulitan menundukkan Watford di Stadion Vicarage Road. Bahkan The Blues ketinggalan 0-1 lewat tembakan setengah voli Etienne Capoue pada menit 55.

Permainan Watford patut dipuji, setidaknya hingga menit 80. Pertahanan dua lapis dan pressing para pemain asuhan pelatih Italiano Walter Mazzarri menyulitkan upaya Chelsea untuk menciptakan peluang sekaligus mencari ruang tembak.

Meski begitu, tidak tampak wajah frustrasi pada para pemain Chelsea yang terus menyerang tiada henti dari segala penjuru. Pelatih Chelsea Antonio Conte menyebut timnya punya determinasi, semangat dan mental yang bagus.

Namun itu juga tak lepas dari mental Conte pribadi. Ketenangan pelatih asal Italia ini membuahkan strategi jitu pergantian pemain pada menit 71-78; Victor Moses, Michy Batshuayi, dan Cesc Fabregas.

Malangnya, Mazzarri nyaris tidak mengantisipasi kehadiran tiga pemain baru tersebut. Alhasil Chelsea bisa memetik buahnya.

Pada menit 80, kehadiran Batshuayi (22) di lini depan sehingga Diego Costa punya tandem tombak kembar menghasilkan gol. Fabregas berandil pada gol dengan memberi umpan kepada Eden Hazard yang kemudian melepas tembakan keras dari luar kotak penalti.

Bola rebound dari kiper Watford Heurelho Gomes langsung disambar Batshuayi. Inilah gol penyeimbang dan gol pertama pemain asal Belgia di EPL yang ditransfer dari Olympique Marseille seharga UER40 juta pada 3 Juli silam.

Skor 1-1 seolah memberi angin segar bagi Chelsea. Dan tujuh menit berselang, Costa menjadi penentu kemenangan lagi. Umpan daerah Fabregas melahirkan solo run bagi Costa, pemain Spanyol berdarah Brasil, dan diselesaikan dengan sontekan cepat melewati adangan Gomes.

Ini adalah gol kedua Costa dalam dua laga. Senin silam (15/8), pemain berusia 27 ini juga mencetak gol kemenangan 2-1 atas West Ham di Stamford Bridge.

Conte jelas menyambut gembira kemenangan timnya yang diraih dengan perjuangan keras dan pengaruh Fabregas. "Kita semua tahu bahwa Cesc adalah pemain hebat yang punya teknik dan operan bagus. Saya menurunkannya karena saya butuh tambahan kualitas setelah melihat Watford hanya bertahan untuk mengamankan gol tunggal mereka," kata Conte dikutip ESPN.

Kualitas individu City

Seperti halnya Chelsea, City juga harus bekerja keras lebih dulu untuk memetik kemenangan telak di kandang Stoke Stadion Bet365. City terkesan tidak bugar karena Selasa lalu (16/8) bertandang ke Steaua Bucharest (Rumania) dan meraih kemenangan 5-0 dalam leg pertama playoff Liga Champions.

Belum bugarnya fisik sejumlah pemain antara lain terlihat pada gelandang Kevin de Bruyne yang membuat 12 kesalahan umpan dalam 88 menit bermain. Tapi pelatih Pep Guardiola tak khawatir pada hal itu.

"10 menit awal babak pertama dan 20 menit awal babak kedua melawan Sunderland, kemudian pertandingan di Bucharest, serta hari ini menunjukkan betapa cerdasnya para pemain Manchester City. Mereka pemain berkualitas," ujar Pep dalam jumpa pers pasca laga.

Menghadapi Stoke yang menampilkan pressing dan bermain di atas permukaan lapangan yang tidak memungkinkan aliran bola cepat, Pep menilai City baru bisa bermain nyaman setelah skor 2-1.

Penyerang utama Sergio Aguero memecah kebuntuan City pada menit 27 lewat tembakan penalti. Ini adalah tebusan Aguero setelah gagal dalam dua penalti saat melawan Bucharest.

Aguero mencetak gol kedua pada menit 39 dengan sundulan kepala. Stoke kemudian sempat membuka harapan berkat gol penalti Bojan Krkic pada menit 49.

Tapi seperti dikatakan Pep, pemainnya cukup cerdas dan berkualitas --minimal dibanding para pemain Stoke-- sehingga Nolito mampu mencetak dua gol tambahan untuk City, menit 86 dan 90.

"Sulit diterima karena skor tidak mencerminkan penampilan para pemain saya. Kami menguasai sejumlah area lapangan, tapi penalti pertama jelas merusak permainan kami," ujar Mark Hughes, pelatih Stoke, yang bermain untuk tim utama Barcelona pada 1986-1988 ketika Pep masih berusia 15 di tim yunior Barcelona.

Kisah sang caretaker

Hull City adalah satu-satunya klub EPL yang ditangani pelatih sementara (caretaker) pada awal musim ini. Tapi kinerja Mike Phelan, sang pelatih, justru di luar dugaan.

Setelah mengalahkan juara bertahan Leicester City 2-1 pada pekan perdana (15/8), Hull meraih kemenangan kedua 2-0 di kandang Swansea City. Phelan mengatakan itu sebuah pencapaian hebat kendati jangan sampai terlena dan cepat puas.

Lalu apakah pencapaian bagus pada awal musim akan menghadirkan kontrak permanen baginya? Phelan enggan menjawab dengan tegas dalam jumpa pers pasca laga.

"Kita tahu banyak keputusan yang harus dibuat, bukan cuma soal masa depan saya, tapi juga para staf dan kepemilikan klub. Yang pasti manajemen akan melakukan hal yang benar karena kami juga perlu memasukkan pemain baru dalam sisa waktu transfer yang tak lama lagi," kata Phelan, eks asisten pelatih MU pada kurun 1999-2013.

Pertahanan Liverpool bermasalah

Usai menang 4-3 atas tuan rumah Arsenal pada pekan perdana, Liverpool justru terkulai di kandang tim promosi Burnley. The Reds menyerah 0-2.

Ironisnya, Burnley --juara divisi Championship musim lalu-- tak banyak melakukan serangan. Sam Vokes mencetak gol pertama pada menit dua setelah bek kanan Liverpool Nathaniel Clyne melakukan salah operan di daerah pertahanan.

Pada menit 36, serangan balik Burnley gagal dihentikan Georginio Wijnaldum sehingga Steven Defour mampu membawa bola hingga ke pertahanan Liverpool dan memberi umpan kepada Andre Gray untuk gol kedua.

Pada sisa waktu, Liverpool mengoptimalkan serangan. Tapi tak ada efektivitas dalam serangan sehingga gol tak kunjung hadir.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp tak sepakat bila penguasaan bola yang dilakukan timnya tak berguna. Kebetulan Liverpool secara total memegang kendali bola 80,6 persen.

Tapi pelatih asal Jerman itu sepakat ada masalah pada lini belakang yang terlampau mudah kehilangan bola. Dua pertandingan kebobolan lima gol jelas sinyal buruk bagi awal musim Liverpool.

"Semua memang harus punya ketajaman, tapi menguasai bola 86 persen pada babak kedua bukan berarti bisa mencetak 86 gol. Ini permainan sepak bola, Anda bisa kalah karena dua kesalahan saja. Ini masih proses dan para pemain masih belajar. Kami akan terus menatap ke depan," ujar Klopp.

Duel tim terluka

Masalah juga dimiliki Arsenal dan Leicester City setelah bermain tanpa gol di Stadion King Power, Leicester. Kebetulan masing-masing memulai musim EPL tanpa kemenangan, pekan lalu.

Tapi belum ada perbaikan signifikan dari kedua tim. Arsenal masih fluktuatif dan Leicester kehilangan ketajaman dari dua pemain andalannya, penyerang Jamie Vardy dan Riyad Mahrez.

"Kami kalah penguasaan bola, kami tahu itu. Tapi kami punya sejumlah peluang, namun gagal mendapat gol. Kami sedang sial," kata pelatih Leicester Claudio Ranieri dikutip The Guardian.

Di sisi lain, suporter Arsenal meminta pelatih Arsene Wenger untuk membeli pemain mahal di sisa masa transfer musim panas ini --terutama penyerang. Tetapi pelatih asal Prancis itu menolaknya karena tak menemukan pemain yang tepat untuk dibeli.

"Saya tak akan lupa bahwa Arsenal punya 600 karyawan sehingga kami harus bersikap baik dan bertanggung jawab. Agak mengejutkan ketika Anda ada di lingkungan sepak bola tapi membicarakan uang. Kami sedang berusaha mengambil keputusan terbaik," kata Wenger seolah menyindir suporter.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR