TIMNAS INDONESIA

Di balik agenda latih tanding dua level timnas Indonesia

Sejumlah pemain timnas senior Indonesia sedang berlatih di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada 10 September 2018.
Sejumlah pemain timnas senior Indonesia sedang berlatih di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada 10 September 2018. | Risky Andrianto /Antara Foto

Petang hari ini (10/9/2018), dua level timnas Indonesia melakoni latih tanding di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Timnas U-19 akan menghadapi Arab Saudi U-19 dan timnas senior bakal melawan Myanmar.

Dua timnas Indonesia menggunakan ajang ini sebagai persiapan menuju turnamen. Timnas U-19 sedang bersiap tampil dalam ajang Piala Asia U-19 2018 yang kebetulan akan digelar di Indonesia pada 18 Oktober hingga 4 November.

Dan bagi pasukan Indra Sjafri, Arab Saudi bukan lawan latih tanding terakhir. Setelah ini, 13 Oktober, timnas U-19 akan menghadapi Yordania.

Adapun sebelumnya mereka sempat melawan Tiongkok dan Thailand U-19 dalam ajang tak resmi PSSI Anniversary Cup pada September lalu. Indonesia mengakhiri turnamen tanpa kemenangan karena imbang 2-2 dengan Thailand dan kalah 0-3 dari Tiongkok.

Indra berkilah timnya memang tidak memanfaatkan latih tanding untuk mencari kemenangan -- termasuk saat menghadapi Arab Saudi. Dalam laman resmi PSSI, Indra menyatakan ada target tertentu selain kemenangan yang dibebankan dalam tiap latih tanding.

Misalnya ketika menghadapi Tiongkok, para pemain dibebankan pertahanan sejak lini tengah dan menjaga lawan masuk area pertahanan. "Pada akhirnya kami kalah karena ada dua gol dari situasi bola mati," kata Indra, Selasa (9/10).

Sementara untuk laga petang ini, Rachmat Irianto dkk. diminta menunjukkan rangkuman segala hal yang sudah dilatih. Para pemain diharapkan bisa menerapkannya ke dalam situasi pertandingan.

"..Kami akan fokus kepada tim kami sendiri," ujar Rachmat.

Pada ajang Piala Asia (AFC) U19, Garuda Muda berada di Grup A dan akan memainkan seluruh laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Dalam grup itu; Indonesia bertemu Taiwan (18/10), Qatar (21/10), dan Uni Emirat Arab (24/10).

Skuat untuk keperluan itu pun sudah final. 23 pemain sudah didaftarkan ke AFC, konfederasi sepak bola Asia, dan terdapat nama gelandang Eky Maulana Vikri--pemain klub Lechia Gdanks Polandia.

Para pemain timnas Indonesia U-19 melakukan pemanasan dalam sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (9/10/2018).
Para pemain timnas Indonesia U-19 melakukan pemanasan dalam sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (9/10/2018). | Risky Andrianto /Antara Foto

Menuju Piala AFF

Timnas senior pun senada. Latih tanding dijadikan ajang persiapan menuju Piala AFF 2018 pada 8 November hingga 15 Desember. Indonesia berada di Grup B bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan negara pemenang putaran kualifikasi.

Laga melawan Myanmar pada malam ini akan digunakan timnas senior untuk membenahi sejumlah kekurangan yang terjadi ketika mengalahkan Mauritius 1-0 dalam latih tanding terdahulu, 11 September. Pun begitu nanti saat menghadapi Hong Kong pada Selasa (16/10).

Lantas latih tanding juga digunakan untuk bongkar pasang atau mencoba pemain tertentu sebelum menentukan skuat menuju Piala AFF. Dalam laga melawan Myanmar, pelatih interim Bima Sakti memanggil gelandang debutan Esteban Vizcarra.

Pemain 32 tahun ini pun siap melakoni debutnya. "Saya sudah lama di Indonesia. Semua pemain yang ada di sini sudah pernah saya hadapi dan juga sudah pernah berbicara bersama," ucap pemain kelahiran Argentina yang sudah menetap di Indonesia sejak 2009 ini dalam SuperBall.

Namun, persoalan lain dalam persiapan timnas senior Indonesia yang paling penting adalah jabatan pelatih. PSSI secara prinsip sebenarnya sudah sepakat memberi kontrak baru kepada pelatih Luis Milla Aspas, 17 September lalu.

Namun hingga kini pelatih asal Spanyol itu belum nampak di Indonesia karena sedang mengikuti pelatihan lisensi UEFA Pro. Bahkan bila merujuk pernyataan Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, pelatih 51 tahun itu seharusnya sudah tiba kemarin (9/10).

Bima, yang sebelumnya menjadi asisten Milla, mengatakan sang pelatih kepala tetap memantau perkembangan timnas. Bahkan Bima menyatakan Milla sempat menyaksikan laga melawan Mauritius melalui video.

"Dia memberikan masukan soal pertahanan kami yang terlalu terbuka pada babak pertama," tuturnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR