PIALA SUPER EROPA

Ditundukkan Liverpool, Lampard masih paceklik kemenangan

Aksi pelatih Chelsea Frank Lampard (kiri) saat melawan Liverpool dalam perebutan Piala Super UEFA di Stadion Besiktas, Istanbul, Turki, Kamis (15/8/2019) dini hari WIB.
Aksi pelatih Chelsea Frank Lampard (kiri) saat melawan Liverpool dalam perebutan Piala Super UEFA di Stadion Besiktas, Istanbul, Turki, Kamis (15/8/2019) dini hari WIB. | Sedat Suna /EPA-EFE

Pelatih Frank Lampard belum juga berhasil mempersembahkan kemenangan untuk Chelsea dalam dua laga resminya. Kamis (15/8/2019) dini hari WIB, Chelsea menyerah 4-5 dalam adu penalti kepada Liverpool dalam perebutan Piala Super UEFA.

Pertandingan tunggal ini digelar di Stadion Besiktas di kota Istanbul, Turki. Liverpool adalah juara Liga Champions dan Chelsea merupakan kampiun Liga Europa musim lalu.

Pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah dalam 120 menit berakhir imbang 2-2.

Chelsea, yang tampil baik dengan memberi perlawanan berarti, unggul lebih dulu melalui sepakan penyerang Olivier Giroud pada menit ke-36.

Liverpool baru membalas pada awal babak kedua, menit ke-48, melalui aksi Sadio Mane usai terjadi kemelut di muka gawang Chelsea.

Mane mencetak gol keduanya ketika laga memasuki babak tambahan (extra time). Namun, lima menit kemudian, menit ke-101, Jorginho memastikan skor imbang 2-2 dari titik penalti.

Tembakan 12 pas diberikan wasit perempuan Stephanie Frappart dari Prancis menyusul pelanggaran kiper Adrian kepada pemain pengganti Tammy Abraham.

Namun, Adrian --kiper kedua Liverpool setelah Alisson Becker cedera-- masih mampu menjadi pahlawan saat momen tos-tosan. Kiper 32 tahun ini berhasil menahan tembakan Abraham sebagai algojo kelima Chelsea dengan kakinya sehingga Liverpool menang 5-4.

"Saya ikut senang melihat (keberhasilan) Adrian. Dia baru bergabung dan malam ini menjadi pahlawan," ujar Kapten Liverpool, Jordan Henderson kepada BT Sport.

"Welcome to Liverpool! It's been a crazy week!" Adrian speaks after the penalty shoot-out! /BT Sport

Bagi Liverpool, ini adalah kesuksesan kedua di Istanbul setelah 14 tahun silam ketika menjuarai Liga Champions dengan menundukkan AC Milan 5-3.

Sementara bagi Lampard, ini adalah kegagalan ketiga dalam meraih Piala Super --dua kesempatan terdahulu saat masih menjadi pemain Chelsea.

Dan ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun di awal musim setelah akhir pekan lalu (10/8) dihajar 4-0 oleh Manchester United (MU) dalam laga perdana Liga Primer Inggris (EPL).

Kini, Lampard dihadapkan pada tugas memulihkan fisik dan mentak para pemainnya untuk menghadapi Leicester City dalam pentas EPL hari Minggu (18/8).

Meski begitu, permainan timnya makin rapi dan kompak serta lebih tegas. Permainan ini jauh berbeda dengan penampilan ketika kalah dari MU.

Liverpool dipaksa bekerja keras hingga akhir dalam laga yang berlangsung di bawah situasi sangat lembap. Statistik yang dicatat UEFA menunjukkan Chelsea mampu mengimbangi upaya Liverpool dalam mencetak gol.

Kiper Liverpool Adrian (dua kiri) dan Mohamed Salah (dua kanan) merayakan gelar juara sambil membawa trofi Piala Super UEFA di Istanbul, Turki, Kamis (15/8/2019) dini hari WIB.
Kiper Liverpool Adrian (dua kiri) dan Mohamed Salah (dua kanan) merayakan gelar juara sambil membawa trofi Piala Super UEFA di Istanbul, Turki, Kamis (15/8/2019) dini hari WIB. | Tolga Bozoglu /EPA-EFE

Liverpool mencatat 20 upaya percobaan dengan 11 kali mencapai target. Sementara Chelsea mampu melepas enam tembakan on target dari 21 upayanya.

Satu hal yang patut disyukuri Lampard dan para suporter Chelsea adalah penampilan N’Golo Kante sebagai gelandang jangkar. Meski belum sepenuhnya prima, pemain asal Prancis ini mampu mengontrol lini tengah bersama Christian Pulisic yang menjanjikan.

Lampard pun menegaskan para pemainnya secara keseluruhan tampil baik, termasuk Abraham yang gagal mengeksekusi penalti tapi berandil pada gol Jorginho.

Pelatih 41 tahun ini pun memuji penampilan Jorginho sebagai gelandang bertahan dan Emerson sebagai bek kiri. Ia pun menilai permainan Pulisic akan makin membaik.

"Kita harus ingat berapa umurnya, masih 20 tahun. Dia butuh sedikit waktu untuk menyatu dengan permainan, begitu sudah terjadi kita lihat permainannya tadi," ujar Lampard mengenai pemain asal Amerika Serikat itu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR