SINGAPORE OPEN 2018

Dua ganda senior Indonesia maju ke final

Ekspresi Tontowi/Liliyana saat mereka mengalahkan Akbar/Winny di babak semifinal Singapore Open 2018, Sabtu (21/7/2018).
Ekspresi Tontowi/Liliyana saat mereka mengalahkan Akbar/Winny di babak semifinal Singapore Open 2018, Sabtu (21/7/2018). | Badmintonindonesia.org /PBSI

Usia boleh saja sudah di atas 30 tahun. Tenaga pun sudah tak sebugar kala mereka berada di umur 20 tahunan. Namun, hal itu tak lantas melunturkan kemampuan bulu tangkis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Pada laga semifinal Singapore Open 2018 Sabtu (21/7/2018), para pebulu tangkis gaek itu mengalahkan junior mereka di pelatnas Cipayung dengan waktu relatif cepat.

Tontowi/Liliyana meredam agresivitas Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow dengan skor 26-24, 21-17. Hanya butuh sekitar 31 menit bagi peraih emas Olimpiade 2016 itu untuk mengalahkan juniornya itu.

Sedangkan Ahsan/Hendra mengalahkan Angga Pratama/ Rian Agung Saputro, dengan skor 21-16, 21-13 dalam tempo sekira 29 menit. Dengan catatan waktu itu, Ahsan/Hendra menjadi semifinalis yang menang tercepat dari 10 pertandingan yang dihelat kemarin, dan Tontowi/Liliyana kedua.

Tontowi/Liliyana bukan pemain muda. Kini, usia Tontowi 31 tahun dan Liliyana setahun lebih tua. Tontowi/Liliyana mengakui stamina mereka tak se-energik dulu. Oleh karena itu, mereka mencoba mengatasinya dengan memilah-milih kejuaraan yang diikuti.

"Sebagai pemain senior, kita harus pintar-pintar menjaga stamina," kata Liliyana kepada Badmintonindonesia.org.

Bukan hanya itu, dalam pertandingan pun, menurut Liliyana, ia dan Tontowi harus bermain pintar demi menjaga stamina. Untuk hal ini, nampaknya pengalaman mereka yang sudah belasan tahun di dunia tepuk bulu sangat membantu.

Liliyana mengatakan, di gim pertama, mereka sebenarnya melakukan banyak kesalahan, sehingga terjadi deuce--sekarang disebut setting point--panjang. Namun, di sisi lain ia melihat bahwa Akbar/Winny bermain tegang. Tontowi/Liliyana mencoba memanfaatkan keadaan itu.

"Serangan mereka baik, tetapi saya berpikir, 'Tidak, kami tidak boleh kalah. Kami senior'," ucap Liliyana dalam laman resmi BWF. "Sejak gim kedua dimulai, saya katakan kepada Tontowi agar lebih fokus, jadi kita dapat mengontrol pertandingan."

Meski menang cukup cepat, tetapi Tontowi mengapresiasi juniornya itu. Menurut Tontowi, pertahanan dan serangan juniornya itu bagus. "Secara keseluruhan, mereka bermain bagus." kata Tontowi.

Pada babak final yang berlangsung siang ini, Tontowi/Liliyana akan berjumpa wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai. Belum ada catatan pertemuan dari kedua pasangan itu.

Hanya saja, menurut Liliyana, tipe permainan pebulu tangkis Malaysia adalah ulet dengan pertahanan yang cukup bagus. Maka, ia dan Tontowi pun sudah mengantisipasi dengan siap bermain panjang, alias capek.

Final pertama Ahsan/Hendra setelah 2015

Ahsan/Hendra berhasil melangkah ke final Singapore Open 2018 setelah mengalahkan juniornya, Angga/Rian, di babak semifinal, Sabtu (21/7/2018). Ini adalah final pertama mereka setelah Desember 2015 di kejuaraan level tinggi.
Ahsan/Hendra berhasil melangkah ke final Singapore Open 2018 setelah mengalahkan juniornya, Angga/Rian, di babak semifinal, Sabtu (21/7/2018). Ini adalah final pertama mereka setelah Desember 2015 di kejuaraan level tinggi. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Kapan terakhir Ahsan/Hendra mencapai babak final di turnamen bulu tangkis level tinggi? Jawabannya, Desember 2015, alias lebih dari dua tahun lalu. Tepatnya, saat menjuarai Dubai World Superseries Final.

Setelahnya, mereka hanya berhasil melangkah ke final Thailand Masters 2016. Catatanya, turnamen tersebut tidak berkategori superseries--kini disebut HSBC BWF World Tour Super.

Sedangkan pada tahun ini, mereka memang menjuarai Malaysia Challenge. Lagi-lagi, turnamen tersebut bukan "kolam" sebenarnya Ahsan/Hendra. Maka, keberhasilan menembus babak final di Singapore Open 2018, turnamen berkategori BWF World Tour Super 500, sangat mereka syukuri.

"Bersyukur, sudah lama sekali kita tidak pernah lolos ke final," ucap Ahsan.

Menurut Ahsan, kunci kemenangan mereka atas juniornya itu adalah terus menekan pertahanan Angga/Rian. Walhasil, di gim pertama, mereka sangat mendominasi perolehan skor.

Pada gim kedua, ketatnya perolehan skor hanya terjadi hingga pertengahan pertandingan. Selepas 13-12, perolehan pasangan gaek itu melesat meninggalkan Angga/Rian.

"Kita telah mengeluarkan segala kemampuan dan berusaha sekeras mungkin menekan pertahanan lawan. Tujuannya, agar ritme main mereka tidak enak," ungkap Ahsan.

Pada babak final ini, Ahsan/Hendra akan berhadapan dengan pasangan anyar asal Tiongkok, Ou Xuanyi/Xiangyu Ren. Kedua wakil belum pernah bertemu sebelumnya. "Kita mau yang terbaik, jadi akan kita usahakan (menang)," ucap Ahsan.

Di sisi lain, Ou sendiri juga tak menyangka bahwa ia bisa melangkah ke final. Menurutnya, sebagai pasangan baru, mereka tak punya target tertentu di kejuaraan yang menyediakan total hadian 355.000 dolar AS (Rp5,07 miliar).

"Kami hanya ingin memberikan yang terbaik di tiap pertandingan. Kami hanya ingin mencoba memenangi tiap poin," ucap Ou.

BACA JUGA