Edy meminta, Evan-Ilham berlalu

Evan Dimas (kanan) menggiring bola dibayangi pesepak bola Timnas Myanmar Thet Naing. Kepindahan Evan dan Ilham Udin ke Malaysia disambut negatif Ketum PSSI, Edy Rahmayadi. Meski demikian, keduanya pun berlalu.
Evan Dimas (kanan) menggiring bola dibayangi pesepak bola Timnas Myanmar Thet Naing. Kepindahan Evan dan Ilham Udin ke Malaysia disambut negatif Ketum PSSI, Edy Rahmayadi. Meski demikian, keduanya pun berlalu. | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Persoalan ini sebetulnya sepele. Dua punggawa tim nasional U-23 tahun, Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn, ingin menjajal nasib di kompetisi Malaysia Super League (MSL) bersama Selangor FA. Kedua belah pihak pun sudah setuju.

Namun hal ini menjadi rumit tatkala Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, tak rela kedua pemain itu hijrah ke Liga Malaysia. Bahkan, dilansir TV One (h/t Viva), Edy menganggap putusan kedua pemain itu atas dasar uang dan tak nasionalis.

"Saya tahu, kalau di Indonesia gaji pemain itu hanya Rp750-800 juta per tahun. Tapi, kalau di negara lain, katakanlah Malaysia, sampai Rp3 miliyar. Saya tahu itu orang pilih yang Rp3 miliyar" ucap Edy. "Tapi, negara sedang butuh dia, negara memanggil dia," ucapnya.

Ada dua hal setidaknya, yang membuat Edy bersikap demikian. Pertama, Edy khawatir Selangor tak memberikan izin saat Evan dan Udin dipanggil Luis Milla--Kepala Pelatih timnas--untuk mengikuti pusat pelatihan timnas U-23 demi menghadapi Asian Games.

Maklum, pemusatan latihan tersebut bukan termasuk agenda FIFA. Jadi, tak ada kewajiban bagi tiap klub untuk melepas pemainnya. Menurut Tribunnews, Milla bakal menggelar pemusatan latihan tiap bulan.

"Indonesia itu kekurangan pemain, sebagai contoh Spaso dari Montonegro saya ambil ... Jelas kita kekurangan pemain," terang Edy, yang dikutip dari Superball.

Kedua, Edy menganggap kompetisi sepak bola di Malaysia tak banyak membantu mengasah kemampuan sepak bola kedua pemain itu.

"Bila yang memanggil adalah negara-negara yang mampu membesarkan talenta atlet sepakbola Indonesia, akan saya berikan. Contoh, kalau dia dipanggil ke Spanyol, atau Belanda, akan saya izinkan," ucap Edy.

Goal Indonesia mengatakan, penyebab kedua itu bisa jadi hanya kekhawatiran berlebih pria yang saat ini masih menjabat sebagai Pangkostrad TNI AD itu. Sebab, suka tak suka, Liga Malaysia dinilai lebih baik ketimbang Indonesia.

Salah satu buktinya adalah, juara MSL otomatis dapat berlaga di babak utama Liga Champions Asia mulai musim 2019. Juara di Liga Indonesia, masih harus merangkak dari babak kualifikasi.

Berdasarkan catatan Asia Football Confederation, wadah sepak bola Asia, peringkat turnamen Malaysia berada di posisi 13 (per hari ini, Kamis (21/12)), dengan poin 29.556. Indonesia? Berada di posisi 24, dengan 16.871 poin. Bahkan kalah dari Singapura atau Vietnam.

Maka, tak perlu heran sikap Edy ini bergulir bak bola salju dan menjadi perhatian banyak pihak. Bukan hanya dalam negeri, pun demikian luar negeri.

Media Malaysia New Strait Times menulis: Selangor's Indonesian duo labelled as 'unpatriotic'" (Dua pemain baru selangor asal Indonesia tidak nasionalis). Dalam media tersebut, pihak Selangor FA bersuara.

Mereka tak cemas dengan ucapan Edy. Sebab, Evan dan Ilham sudah menandatangani perjanjian kontrak kerja selama setahun--dan dapat diperpanjang bila penampilan mereka membaik.

"Mereka telah setuju dan akan memulai latihan tanggal 22 Desember," ucap Presiden Selangor FC, Datuk Seri Subhan Kamal. Menurut Subhan, Edy silahkan saja berkata apapun. Soal kekhawatiran Edy bahwa Selangor akan mempersulit bila ada pemusatan latihan, ditampik.

"Jika mereka melakukannya (pemusatan latihan), itu bukan masalah. Saya yakin Selangor akan membebaskan kita (pemain) untuk tugas nasional," ucapnya. "Jadi, dia (Edy) bisa mengatakan sesukanya."

PSSI pun kini bersuara. Menurutnya, apa yang dilakukan Edy itu bukan untuk melarang Evan atau Ilham merumput di MSL atau meragukan nasionalisme keduanya.

"Areanya adalah proteksi terhadap pemain. Bagaimanapun itu adalah pemain kita yang keluar. Terlepas dari pemain itu sudah diprediksi menjadi pemain timnas atau bukan," ucap Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, yang dikutip dari Bola Sport.

Nampaknya, permintaan tersebut tak diindahkan Evan dan Ilham. Memang, keduanya tak mau buka suara soal transfer ini. Hanya saja, melalui sang agen, Muly Munial, Evan dan Ilham tetap akan beranjak ke Malaysia.

"Saya dan kedua pemain itu tetap akan terbang ke Malaysia beberapa hari lagi untuk bertemu dengan Selangor. Saya akan tetap perjuangkan mereka," ujar Muly, yang dikutip dari Bola.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR