TRANSFER PEMAIN

Efek domino Lacazette bagi Arsenal

Lacazette saat membobol gawal Caen dalam lanjutan Liga Prancis musim 2016/2017.
Lacazette saat membobol gawal Caen dalam lanjutan Liga Prancis musim 2016/2017. | Laurent Cipriani /AP Photo

Ini hanya soal waktu, bahkan sepertinya bakal terjadi dalam waktu dekat. Arsenal FC akan mencatatkan rekor baru untuk urusan transfer. Alexander Lacazette akan gabung dengan mahar GBP52 juta dari Lyon.

Sebelumnya, rekor transfer klub London Utara tersebut dipegang Mesut Ozil, saat didatangkan dari Real Madrid pada 2013. Nilainya? GBP42,5 juta.

Besarnya nilai transfer Ozil ini bisa dimaklumi. Sebab Ozil menorehkan prestasi apik beberapa tahun sebelumnya. Misalnya, dia membawa negaranya, Jerman, meraih posisi ketiga Piala Dunia 2010, runner up Piala Eropa 2012, dan juara La Liga untuk Madrid 2011/2012.

Lalu, bagaimana dengan Lacazette? Sejauh ini belum banyak capaian yang diraih pemuda kelahiran Lyon, Prancis, 26 tahun silam itu.

Sejak berkarir di Lyon pada 2010, pria yang digadang-gadang bergaji GBP200.000 selama lima tahun itu, baru berhasil membawa klubnya menjuarai Piala Prancis 2011/2012. Itupun dengan jumlah gol yang minim, yakni 10 dari 43 kali bermain di semua kompetisi di musim tersebut.

Namun, penampilan pemilik caps 11 di Timnas Prancis itu berubah, tiga tahun terakhir. Ia menjelma menjadi penyerang top. Pada 2014/2015 ia mengkoleksi 31 gol, 2015/2016 (23), dan musim lalu (37).

Hal inilah yang membuat Arsene Wenger, manajer Arsenal, kepincut. Bahkan, Wenger sudah merayu Lacazette beberapa tahun terakhir. Musim lalu contohnya, kegagalan Wenger karena Lacazette memperpanjang kontraknya di Lyon hingga 2019.

Menurut Theguardian.com, kalaupun musim ini Lyon melepasnya, itu karena Sang Presiden, Jean-Michel Aulas yakin, sekarang adalah waktu yang tepat.

Bila transfer ini berhasil, tentu akan memberikan efek domino di klub Gudang Peluru itu. Yang pertama, hal ini akan menjadi pemantik bagi Alexis Sanchez, penyerang andalan Arsenal, untuk bertahan.

Maklum, Sanchez saat ini menjadi buruan banyak klub, karena kontraknya berakhir pada 2018. "Wenger akan senang dengan kesepakatan (Lacazette) ini, terutama saat dia mempertahankan Sanchez dari Manchester City," kata The Guardian.

Efek lain kedatangan Lacazette adalah keberadaan Olivier Giroud, penyerang Arsenal lainnya. Sepanjang musim lalu, berdasarkan catatan Whoscored.com, Arsenal kerap menggunakan formasi 4-2-3-1. Ujung tombak, diserahkan pada Sanchez.

Hal ini tebukti dari jumlah penampilan Sanchez, yakni 51 di seluruh pertandingan Arsenal. Sedangkan Giroud, "hanya" 39. Dengan kedatangan Lacazette, kemungkinan besar menit bermain Giroud bakal semakin berkurang.

Meski demikian, Giroud menyatakan bakal tetap loyal dengan Arsenal. "Saya hanya sedikit memenangi gelar (juara), ini adalah salah satu hal penting. Tetapi, ada satu hal penting lainnya bagi saya," kata Giroud kepada Thesun.co.uk.

"Oleh karena itu, saya ingin membawa pengalaman saya di Arsenal dan akan selalu memberikan yang terbaik. Setidaknya hingga kontrak saya berakhir." Kontrak pemain yang sudah mengkoleksi 98 gol dari 226 penampilannya di Arsenal tersebut, bakal berakhir pada 2019.

Lalu, bagaimana Arsenal akan menggunakan pemain yang digambarkan Independent.co.uk sebagai penyerang rajin, pintar dan penyelesai yang baik, ini? Dalam formasi 4-2-3-1 tadi, Lacazette bisa ditempatkan di ujung tombak.

Sedangkan Sanchez, bisa mengisi posisi 3 di belakang ujung tombak. Sanchez memang pemain yang bisa berposisi di mana saja dalam area serangan. Hal ini pernah ia lakoni saat di Barcelona.

Atau, Sanchez dan Lacazette bisa bertukar posisi. Memang, Lacazette bukanlah tipe striker yang hanya menunggu bola laiknya penyerang besar macam Giroud. Dia lebih sering menjemput bola ke 3/4 lapangan dan menggiringnya seorang diri. Jadi posisi Sanchez-Lacazette bisa lebih fleksibel.

Selain 4-2-3-1, formasi lain yang dapat diterapkan Wenger adalah 4-3-3, di mana Lacazette bermain sebagai sayap. Posisi terakhir ini bukan tak pernah dilakukan Lacazette. Di Lyon, sebelum menjadi ujung tombak, ia bermain di posisi sayap.

Apapun formasi yang nantinya bakal digunakan Wenger, eks defender Arsenal Nigel Winterburn mengapresiasi kedatangan Lacazette. "Saya menunggu Arsenal membeli pemain major (besar), dan dia (Lacazette) seperti menjadi yang pertama," katanya, seperti yang dikutip dari Express.co.uk.

Meski demikian, Winterburn juga berharap Giroud tidak pergi dengan kedatangan Lacazette. "Saya berpikir dia tetap pemain berharga bagi tim," ucapnya.

Memang, bila melihat skuat yang ada, Lacazette menjadi "penyerang besar" satu-satunya Arsenal. Sebenarnya, ada satu lagi, yakni Danny Welbeck. Sayangnya, Welbeck kerap bermasalah dengan cedera. Musim lalu saja, total dia hanya bermain 16 kali.

Jadi, sebagai alternatif varian serangan, nampaknya pendapat Winterburn tak salah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR