COPA AMERICA

Ekuador dan Jepang buka jalan untuk Paraguay

Pemain belakang Jepang Daiki Sugioka (kanan) berusaha menghentikan penyerang Ekuador Angel Mena (kiri) dalam laga pamungkas Grup C di Stadion Mineirao di Belo Horizonte, Brasil, Selasa (25/6/2019) pagi WIB.
Pemain belakang Jepang Daiki Sugioka (kanan) berusaha menghentikan penyerang Ekuador Angel Mena (kiri) dalam laga pamungkas Grup C di Stadion Mineirao di Belo Horizonte, Brasil, Selasa (25/6/2019) pagi WIB. | Fernand0 Bizerra /EPA-EFE

Paraguay mendapat durian runtuh. Hasil imbang 1-1 antara Ekuador dan Jepang dalam laga pamungkas Grup C, Selasa (25/6/2019) pagi WIB membuka jalan Paraguay ke perempat final Copa America 2019.

Paraguay memang harus menunggu nasib karena hanya punya nilai dua setelah kalah 0-1 dari Kolombia dalam laga terakhir Grup B pada Senin (24/6) WIB. Harapan terbaik bagi Paraguay adalah Ekuador dan Jepang hanya meraih maksimal satu poin.

Sebenarnya Jepang juga memiliki nilai dua untuk lolos dari skema peringkat tiga terbaik. Namun, pasukan Hajime Moriyasu kalah selisih gol dari Paraguay; minus empat vs. minus satu. Adapun Ekuador berada di peringkat empat klasemen akhir Grup C.

Dengan begitu, tiket ke perempat final didominasi oleh Grup A dan Grup B yang masing-masing mengirim tiga wakil. Dari Grup A adalah Brasil, Venezuela, dan Peru --yang lolos dengan status peringkat tiga terbaik; sedangkan dari Grup B ialah Kolombia, Argentina, dan Paraguay.

Adapun Grup C hanya mengirim dua tim teratas; Uruguay dan Cile. Dua tim ini melakoni laga pamungkas pada Senin (25/6), Uruguay menang 1-0 berkat gol penyerang Edinson Cavani pada menit ke-82.

Di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Jepang unggul lebih dulu melalui Shoya Nakajima pada menit ke-15. Wasit Jesus Valenzuela sempat mengevaluasi gol ini melalui video asisten (VAR) untuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran dalam prosesnya.

Hasilnya, gol itu dinyatakan sah. Jepang sebenarnya sempat mencetak gol kedua pada babak kedua, tapi kali ini dinyatakan tidak sah karena Takefusa Kubo dinyatakan offside saat menyambar bola liar tepisan kiper Alexander Dominguez dari upaya Nakajima.

Sementara gol balasan Ekuador dicetak oleh Angel Mena pada menit ke-35.

Pelatih Jepang, Moriyasu, tidak ambil pusing dengan nasib Jepang yang tersisih. Jepang memang menggunakan laga ini untuk menguji sebagian besar pemain U-23 demi persiapan menuju Olimpiade 2020 di Tokyo.

Meski sejumlah tim peserta Copa America menganggap Jepang tidak menghargai karena hanya mengirim mayoritas pemain muda, Moriyasu menyebut ajang ini menjadi tempat belajar para pemainnya.

"Mereka belajar bersaing dengan lawan-lawan kelas atas," tutur Moriyasu yang juga terpaksa membawa para pemain U-23 karena sejumlah klub negerinya menolak melepas para pemain utama (h/t Channel News Asia/AFP).

Jepang sebenarnya terus meningkat. Setelah kalah 0-4 dari Cile pada laga pembuka, Jepang kemudian menahan Uruguay 2-2. Moriyasu menilai para pemainnya harus meningkatkan diri lebih giat.

Hasil Copa America 2019 ini juga lebih baik dari catatan perdana Jepang pada 1999. Ketika itu Jepang berakhir sebagai juru kunci dengan nilai 1.

"Sepak bola secara umum meningkat di Jepang dan Asia. Kami berhasil bermain bagus melawan tim-tim kuat dari seluruh dunia," imbuh Moriyasu.

Apapun, fakta bahwa Jepang tersisih membuat Asia juga tak bisa menyimpan wajahnya. Wakil lain dari Asia yang juga berstatus undangan, Qatar, angkat koper dari Grup B. Qatar hanya berakhir di posisi buncit dengan nilai 1.

Selanjutnya, Copa America memasuki perempat final sekaligus putaran gugur. Brasil akan menghadapi Paraguay di Arena Do Gremio, Porto Alegre, pada Jumat (28/6) dini hari WIB.

Berikutnya pada Sabtu (29/6) dini hari WIB, Venezuela akan menantang Argentina serta Kolombia menguji Cile. Terakhir, Minggu (30/6) dini hari WIB, Uruguay melawan Peru.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR